
"Kau sudah berbohong! Kakek kira dia memang sudah menjadi istri mu" nenek ini mengelus elus pundak fisya
"Kakek juga mengira demi kian! Kenapa kau berbohong hans?" Lelaki itu berdiri si sebelah istrinya
Disini fisya sangat bingung, tepatnya di bingungkan oleh hans yang mengaku sebagai suami fisya di tambah lagi kakek dan nenek ini sibuk memperhatikan fisya dari ujung rambut hingga ujung kaki
"Ya, itu dia memang istri ku" lagi lagi hans berbohong
"Jadi dia ini istrimu atau bukan?" Tegas kakek hans melihat ke arah hans serius
Disisi lain reza, aron, dan lisa terlihat tengah duduk kaku seakan akan menyembunyikan sesuatu, lisa yang enggan menatap ke arah fisya dan juga aron dan reza yang sibuk membuka tobples kue di hadapan mereka
Apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
Dan yang paling penting, aku harus bagaimana?
Fisya tersorot diam memperhatikan hans yang sibuk mencari berbagai alasan kepada kakek dan nenek nya
"Apakah perkataan mu dapat di percaya hans? Sudah berapa lama kalian menikah? Apa dia sudah hamil!?" Sepontan perkataan nenek ini mengejutkan fisya
__ADS_1
HA,hamil? Apa yang terjadi disini
Sorot mata fisya tajam melihat ke arah hans yang mulai terlihat tenang dan duduk santai memperhatikan reaksi fisya sembari tersenyum kecil
"Tentu saja kami sudah melakukannya!" Ucap hans tersenyum nakal ke arah fisya
Melakukan apa?
Atau jangan jangan lelaki ini berbicara tentang....
"Wah syukurlah! Nenek kira kau berbohong" wanita ini menyeret fisya duduk di sebelah hans
Kedua ; mereka mengira fisya adalah istri hans
Dan yang ketiga ; mereka akan di kota ini beberapa hari saja
"Yah! Kami akan pulang ke rumah hans, dan nanti malam kakek ingin kalian mengunjungi kakek disana" ia berdiri dan menjulurkan tangan ke arah istrinya
"Baiklah! Dan cucu kesayangan ku ini akan satu mobil dengan kami" lagi lagi wanita itu menarik tangan fisya dari genggaman hans dan menyeret fisya berjalan ke luar ruangan
__ADS_1
Astaga! Bagaimana jika dia bertanya hal hal yang tidak aku ketahui? Bagaimana ini!?
"Silahkan nyonya" supir mobil hitam itu membuka kan pintu mobil nya untuk fisya dan nenek ini
Mereka masuk posisinya sangat canggung karna hans membawa mobil sendiri tepatnya tidak satu mobil dengan fisya, fisya duduk di tengah tengah di antara kakek dan nenek, seketika mobil di jalan kan pasangan ini langsung mengenggam kedua tangan fisya dan tersenyum
"Apa kau benar benar sudah menikah dengan bocah itu?" Tanya nenek ini mengelus tangan kanan fisya
"Yah! Sudah atau belum saya tidak peduli yang pasti saya setuju dengan pilihan cucu mu itu han" ucap kakek ini ke arah istrinya
"Eeee..... saya" jawab fisya bingung
" sudah lah itu tidak penting, nenek tau kau masih gerogi, yang penting nenek setuju dengan pernikahan kalian, walaupun kalian tidak mengundang kami" sahut nya ketus melihat fisya, namun dengan senyum lebar
"Oh ya, nenek dengar masakan mu sangat enak ya, nanti saat makan malam nenek ingin mencicipinya"
"Tentu saja nyonya" sahut fisya sopan
"Ah! Jangan panggil nyonya tapi nenek dan kakek oke!?".....
__ADS_1
Bersambung-