
Sudah hampir tengah malam fisya masih belum tidur memikirkan apa yang dikatakan oleh hans, kini pikiran fisya benar benar kacau terkadang dibenaknya tersirat wajah hans namun disisi lain ia berusaha keras menampilkan wajah jorgi dalam pikiran itu
Tubuh fisya tergeletak lemah di atas kasur memandang lelangit kamar yang berwarna silver dengan selimut yang menutupi setengah dari tubuhnya
"Lelaki itu bodoh!...dia benar benar membuat ku sangat bingung!" Fisya menghempaskan bantal ke wajahnya membuat pandangan wanita ini menjadi gelap gulita
Jika suatu saat aku harus memilih antara hans atau jorgi!, maka aku akan memilih....
Pikirannya kacau searasa hatinya berkata bahwa jawaban dari semua pertanyaan itu adalah hans
Namun karna ego yang cukup keras fisya menolak mengakui bahwa perlahan lahan ia memang sudah menyukai lelaki ini mungkin karna terlalu sering bersama atau sebagainya
Tuan hans?....
TIDAK! Tentu saja jawabannya adalah kak jorgi! Siapa yang menyukai iblis jahat yang selalu membuat jantungku serasa ingi lepas!!
Klik!...
Suara pintu kamar terbuka
__ADS_1
Sepertinya seseorang telah membuka pintu itu, tak lain orang yang melakukannya adalah hans
Gawat! Iblis itu pulang!
Dengan segera fisya membenahi posisi tidurnya dan menutup tubuh itu dengan selimut,berlagak seakan akan sudah tertidur pulas , entah apa maksud dan tujuan fisya memutuskan untuk berpura pura tidur mungkin saja untuk menghindari hans atau ada maksud tersendiri
Terdengar suara langkah kaki yang mulai memasuki kamar, langkahnya terdengar semakin jelas seiring waktu perjalan, dan seketika langkah itu berhenti lalu suara gemerusuk mulai mengelabui ruangan.sudah dapat di terka bahwa hans tengah melepas bajunya, entah untuk berganti atau...
Gawat...gawat...gawat..gawat!
Tetap berpura pura tidur fisya! Jangan merasa gelisa ayo tenanglah!
Seiring kegelisahannya terasa bahwa hans mulai merangkak naik dan meletakkan tubuhnya di samping fisya, sangat dekat hingga setiap kali nafas yang dikeluarkan oleh hans terasa hangat di bahu fisya.
Bau yang aneh mulai menyelimuti hidung fisya bukan sekedar bau alkohol namun aroma parfum yang menempel di tubuh hans nampak sangat asing, jelas fisya tau aroma ini adalah aroma parfum wanita wanita yang bersenang senang dengan hans di bar.
Jantung fisya merasa sangat gelisa, rasanya ia membenci setiap kali hans pulang dengan aroma yang berbeda beda
Ada apa dengan ku!? Apa aku cemburu!!
__ADS_1
Tidak! Masa bodoh dengan iblis ini, aku tidak boleh cemburu dengan wanita wanita itu! Ingat hubungan ku dengan dirinya ha-nya se-ba-tas- KONRAK!
Gumam fisya di dalam hatinya.
Tangan hans yang melingkar di perutnya dan nafas lelaki ini yang selalu terasa oleh pundak fisya membuat fisya semakin gelisa,
Lalu tiba tiba nafas itu menjauh dan mulai terasa di telinga, hembusan nafas yang hangat.
Kemudian hans berbisik di telinga fisya
"Aku-...tau, kau belum tidur!" Bisik hans menusuk pikiran fisya
Lagi lagi dugaan hans selalu benar tentang wanita ini, bau alkohol dari tubuh nya semakin membuat fisya susah mengatur nafas dan juga membingung fisya harus berbuat apa?
"Sudah lah! Tidak perlu berpura pura tidur, kau menunggu ku kan!" Kata hans menyingkirkan rambut yang menutupi wajah fisya
"Kau tidak pernah bisa berbohong kepada diriku!..." hans mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan merangkak menumpukan kedua tangan di samping kepala fisya...
Bersambung-
__ADS_1