
Pagi pagi sekali fisya sudah bangun dan membantu para pelayan menyiapkan sarapan untuk hans
"Nona fisya! Anda bisa duduk dan menunggu saja, saya tidak ingin tangan anda terluka" ucap bibik mun
"Gak papa bibi! Fisya udah biasa" fisya tersenyum lebar
"Jika begitu saya tidak ingin anda terlambat sarapan, karna sarapan sangat penting untuk kesehatan anda" bibi mun tersenyum dan pergi meninggalkan fisya
Kali ini fisya tidak terlalu mengambil kerepottan dalam memasak.
Masakkan yang ia buat sangat sederhana hanya daging asap yang disajikan dengan saus buattannya dan sup kemiri
"Nona fisya! Tuan hans akan segera turun sebaiknya anda menunggu di meja makan" seorang pelayan biasa menghampiri fisya
"Iya...emm ...fisya mau minta tolong sajikan masakkan fisya nanti ya, ini udah matang kau hanya perlu meletakkannya diatas mangkuk" fisya mencuci tangannya dan bergegas pergi ke meja makan
Dilihatnya hans belum turun jadi ia memutuskan untuk menunggu hans di meja makan besar itu sendirian dan membersihkan diri
"Kenapa pagi pagi sekali kau sudah bangun?" Tanya hans berjalan di belakang kursi fisya dan mengelus kepala-nya
"Gak papa...fisya cuma bikin sarapan" fisya tersenyum
Senyum itulah yang selalu ingin aku lihat di pagi hari
Saat hans sudah duduk barulah para pelayan itu menghidangkan beberapa masakkan yang lezat begitu pula dengan masakkan fisya yang terlihat sangat sederhana jika dibandingkan dengan masakkan lainnya
__ADS_1
"Biar ku tebak! Pasti kau memasak ini dan ini" ucap hans menujuk sup kemiri dan daging asap dengan sumpit nya
"Ya! Tuan hans benar" girang fisya
"Dari mana tuan hans tau" tanya fisya dengan senyum lebarnya
"Aku tau masakkan mu terlihat kampungan dan biasa saja!" Hans melipat tangannya dan memaling kan pandangan
Agh! Akan ku bunuh kau dasar iblis!
Fisya berusaha tersenyum dan menganggap bahwa iblis ini sedang tidak berada di samping nya
Lalu tiba tiba andre datang
"Permisi tuan hans tuan reza dan nona lisa datang untuk bertemu dengan anda" andre membetulkan kaca matanya
"Ya silahkan bawa bencana itu masuk ke ruang makan" hans meletakkan tangan di pipinya dan melambai meminta andre untuk pergi
Berbeda dengan hans fisya tampak begitu ceria menyambut lisa dan reza
Dinantinya dua mahluk menyenangkan itu
Saat mereka datang terlihat reza mengenakan jaket dan bercelana pendek berjalan konyol sambil meletakkan kedua tangannya di kepala
Dan lisa tampak anggun di belakang reza
__ADS_1
"Tuan reza dan nona lisa silahkan duduk!" Ucap andre meninggalkan meja makan
"Ada apa?" Tanya hans melihat reza yang tengah duduk di hadappan fisya
"Tidak ada! Kami hanya ingin sarappan bersama kalian" ucap reza melihat semua hidangan yang tampak lezat dimeja
Akan kubunuh kau jika menghancurkan pagi ku
Hans mengenggam sumpit di tangannya dengan sekuat tenaga
"Silahkan dinikmati hidangannya!" Ucap fisya menawarkan
Tampa basa basi lisa dan reza memilih makanan di hadapannya tak terkecuali daging asap fisya dan sup nya
"Ambilkan aku sup itu!" Perintah hans tertuju ke arah fisya
Fisya mengambilkan hans semangkuk sup dan menyajikannya tepat di hadapan hans
Hans sangat menikmati masakkan fisya yang begitu lezat dan nikmat bahkan baunya saja sudah menggiurkan
"Siapa yang memasak sup ini hans" tanya lisa
"Tentu saja fisya" ucap hans menghirup kuah sup nya
"Wah!...ini sangat lezat seharusnya kau membuka restoran saja" puji reza mewakili lisa...
__ADS_1
Bersambung-