KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pagi kusam


__ADS_3

Lelap fisya tertidur kini terbangun


tubuhnya terasa sangat segar dan nyaman


Sejenak fisya melamun baru ia sadari bahwa ada tangan yang melingkar di perut dan hembussan nafas di pundaknya


Ini tangan siapa?


Berat sekali


Fisya memutar kepalanya berusaha mengetahui siapa yang tengah meneluknya, terlihat hans yang tengah tertidur pulas tampa mengenakan baju


Terpampang tubuh kekar itu di hadapan fisya


"Agh!..."fisya menjerit dan menjauh dari hans


"Ini masih pagi! Kenapa kau berteriak" tanya hans kesal


"Taun hans kenapa tidur di tempat fisya?" Tanya fisya teralihkan oleh tubuh kekar hans


"Lantas aku harus tidur dimana? Jika diingat ingat kau yang tidur di tempatku" hans mendekat ke arah fisya dan melingkarkan tangan ke perut-nya


Benar juga!


Inikan rumahnya


Sesontak fisya kaget saat sadar bahwa dia tidur bedua dengan hans semalaman,fisya membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan melihat dirinya masih mengenakan hoodie


Untunglah aku tidak apa apa

__ADS_1


Wajah lega tersamarkan itu terlihat oleh hans


"Aku belum melakukan apa apa pada dirimu! Tenang saja" ucap hans mengambil handphonenya dan membuka grup chat


"Tidurlah lagi! Aku ingin memelukmu" ucap hans meletakkan handphone nya


"Tapi fisya mau ke kampus" fisya hendak turun dari kasur


"Ini pukul enam pagi,jika kau tidak menuruti perkataan ku maka aku tidak akan membiarkanmu kemana mana" kata hans melintangkan tangan di bantal berharap fisya akan tidur di lengannya


Laki laki ini sangat menyebalkan


Dinaikkannya lagi oleh fisya kedua kaki yang telah menyentuh lantai dengan wajah cemberut fisya meletakkan kepalanya di atas tangan hans


Dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya


Jika bukan karna ingin bertemu


Aku sudah berpikir dua kali untuk tidur di sampingnya


"Wajahmu lucu saat sedang kesal" hans memiringkan tubuhnya menghadap fisya


Fisya cemberut diam,tak saut suara dengan hans ia hanya memandang langit pangit kamar dan memikirkan apa yang akan peria ini lakukan padanya


"Kau bilang tadi kau ingin kemana" tanya hans kembali memeluk tubuh fisya yang kecil


"Gak tau!" Fisya menjadi semakin kesal


Anak ini yang benar saja!

__ADS_1


Apa dia tidak tau bahwa banyak wanita


Yang ingin berada di posisinya


"Aku akan mengantarmu ke kampus" ucap hans memujuk fisya


Sejenak fisya terpikir bila hans yang mengantarnya maka warga kampus akan heboh


Dan kesempatan bertemu dengan johan semakin tipis


"Fisya bisa jalan sendiri! Fisya gak mau ngerepotin tuan hans" fisya tersenyum ke arah hans


"Apa? Membiarkan mu berjalan sendiri? Mana mungkin aku biarkan,akan ku suruh andre mengantarmu" ucap hans memandang kedua mata fisya yang sibuk menatap lelangit kamar


"Apa kau tidak ingin bertanya kemana saja aku semalam?" Hans meletakkan wajahnya di bahu fisya mencium aroma manis dari parfum yang dikenakannya


Jika aku bertanya maka pagi ini akan semakin panjang


Tapi jika aku tidak bertanya maka dia akan marah


"Eee...tuan hans mau fisya buattin sarapan?" Fisya mengalihkan pembicaraan


Hans memandang fisya dengan wajah meremehkan diingat di rumah ini hans punya tiga chef prefesional bahkan ketiga chef itu tidak mampu membuat hans terkesan


"Yah apa kah yakin?" Tanya hans


"Fisya yakin" fisya menjawab pertanyaan hans yang sama sekali ia tidak tau maksudnya


"Aku akan mandi dan segera sarapan sebaiknya sarapan yang kau buat itu memenuhi seleraku atau aku akan memakan mu" kembali lagi sifat hans yang membuat fisya selalu jengkel...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2