
Semalam suntuk fisya dan hans menonton film hingga pukul 2:00 pagi, dan kini di pukul 8:34 fisya masih terlelap di atas kasur, mendengar suara gasak gusuk yang perlahan membangunkannya, fisya membuka mata dan menemui hans yang tengah memakai jaz biru tua nya bersiap ke kantor
"Hari ini aku akan pulang malam, kau temani nenek berkeliling kota" hans membenari dasi nya
"Em..." jawab fisya masih memejamkan mata
Hans menghela nafas melihat fisya yang memilih untuk kembali tidur, hans mengendong fisya dan membawanya ke kamar mandi
"Apa yang kau lakukan" teriak fisya melihat hans menyalakan air
"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau tidak membuat sarapan pagi ini" hans mencemplungkan fisya ke dalam bathup yang sudah diisi air hangat
Sejenak fisya terkejut, tidak di sangka paginya akan menjadi seperti ini
"Fisya ngantuk!" Ketus fisya memukul air fi bathup
"Aku juga mengantuk tapi aku tetap bangun untuk bekerja, dan kau tau aku bekerja untuk apa?" Hans berlutut dan memegang dagu fisya
__ADS_1
"Untuk dirimu" ucap hans
Fisya menarik wajah nya dan menghindar dari hans sembari melontarkan wajah kesal, dapat di tebak pagi ini mereka akan bertengkar perkara sarapan dan air mandi.
"Setidaknya jangan membangunkan fisya seperti ini!" Ketus fisya berdiri dan mengambil handuk
Ia berjalan menghentam hentamkan kaki dan melepas semua pakaian nya di depan hans, kemudian mengambil baju ganti di dalam lemari
" apa kau akan marah lagi?" Tanya hans melingkarkan tangannya di pinggang fisya dan bersandar di bundak wanita ini
"Pikir saja sendiri!" Fisya menghindar dan berjalan keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan lelaki ini apa yang ia inginkan
"Ayo duduk di sini cucu kesayangan ku" nenek menepuk nepuk kursi di sebelah nya
Fisya tersenyum mengangguk tidak ingin menampakkan apa yang terjadi pagi ini, ia berjalan dan duduk di samping nenek itu, dengan perlahan tangan wanita tua ini mengelus kepala fisya
" wah kau sangat cantik" ujar nya membuat fisya malu
__ADS_1
"Karna dia cantik itulah mengapa cucu mu memilih dia, sudah ayo makan, aku tidak ingin melihat mu kekurangan nutrisi" ucap kakek meletakkan beberapa makanan di atas piring fisya
Wah! Ternyata seperti ini rasanya memiliki kakek dan nenek yang sayang kepadaku? Sayang sekali aku tidak mendapatkannya dari kecil
Tiba tiba di tengah tengah kebahagiaan fisya hans datang dan membuat fisya menjadi cemberut, memandang hans yang sangat menjengkelkan pagi ini
"Pagi nenek, pagi kakek" hans duduk di sebelah fisya
"Wah kau sudah siap ya" kakek hans melihat ke arah hans
"Jadi harini kakek akan melihat pekerjaan mu, dan nenek akan menghabiskan waktu bersama cucu kesayangannya" sambung nya melihat fisya yang melontarkan senyuman manis
Hans hanya diam memperhatikan fisya yang mengisi piring milik hans dengan berbagai makanan dan tampa berbicara sedikit pun
" ada apa hans ?" Tanya nenek yang memahami bahwa keadaan saat ini sangat canggung
"Tidak apa nek, aku hanya mengalami pagi yang buruk" sambung hans melirik ke arah fisya
__ADS_1
Bukan pagi mu yang hancur, tapi pagi hari ku yang kau hancur kan ...
Bersambung-