
Pagi pagi sekali fisya di seret pulang oleh diandra, tujuan diandra agar mereka bisa cepat berbaikkan di tambah lagi ini adalah hari minggu jadi, hans dan fisya akan menghabiskan waktu bersama di rumah.
Kejadian semalam cukup menakutkan setelah fisya bertengkar dengan hans, diandra putus dengan pacarnya di malam yang sama, hingga diandra dan lisa mabuk berat, namun diandra memaksakan diri untuk mengantar fisya
"Berbaikan lah!" Sepatah kata diandra setelah fisya turun dari mobil
"Ingat kata kata ku selama" sambung diandra
"Kata kata yang mana? Semalam kau banyak berbicara" ketus fisya meninggalkan mobil diandra di depan gerbang.
Fisya masuk ke dalam rumah, dilihat nya mobil hans yang semalam ia lihat tidak bergerak sedikit pun dari posisi pertama kali fisya melihat nya, fisya masuk ke dalam menemui bibi mun dan andre di dapur, seperti biasa mereka meminta fisya untuk sarapan terlebih dahulu namun fisya menolak.
Kini wanita ini berjalan menuju ke kamar, berharap hans tidak ada di dalam sana, ia membuka pintu kamar dan menemui ruangan ini kosong, tampa ragu fisya masuk dan berbaring di atas kasur, mengingat semalaman fisya tidak bisa tidur karna harus meladeni diandra dan lisa yang mabuk berat.
__ADS_1
Dimana lelaki itu?
Padahal aku melihat mobil nya di depan tadi,
Baiklah! Lupakan keberadaan nya, sekarang aku harus bagaimana? Apakah minta maaf atau menunggu dia meminta maaf kepadaku, atau mungkin berlagak seperti tidak ada yang terjadi.
Benak fisya di kelilingi oleh banyak pertanyaan, sejujurnya dia belum ingin pulang ke rumah ini tapi bagaimana lagi lisa dan diandra tidak menerima keadaan fisya bila dia belum bermaafpan dengan hans, terlebih lagi fisya masih sangat canggung bila bertemu dengan lelaki itu.
Terdengar suara seseorang tengah mandi dari pintu di sudut ruangan, dengan cepat fisya melihat ke sana, ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke sumber suara
Benak fisya berjalan mendekati pintu itu dengan langkah kaki yang sangat perlahan ia injakkan agar sosok di dalam kamar mandi itu tidak menyadari keberadaan nya, hendak fisya membuka, ternyata pintu itu sudah terbuka, fisya melihat hans berada di hadapannya tampa mengenakan pakaian dan hanya menggunakan handuk di lingkarran pingang
"AGH! " Teriak fisya langsung duduk di hadapan hans dan menutup kedua matanya
__ADS_1
Bodoh! Seharusnya aku tau dia ada di sini! Apa yang membuat aku begini
"Kau kenapa?" Tanya hans melihat fisya di ujung kaki nya tengah duduk kaku dengan kedua mata yang di tutup
Baiklah jangan berpikiran yang aneh aneh! Hapuskan pikiran itu
Fisya masih diam dan tetap di posisi yang sama, sedangkan hans memandang heran wanita di hadapan lutut nya ini, namun di sisi lain hans juga senang ternyata fisya pulang ke rumah, sempat hans menerka bahwa fisya tidak akan lagi menginjakkan kaki ke rumah ini
"Kau kenapa!?" Tanya hans mendirikan tubuh fisya dan memandang wajah merah nya
Tiba tiba hans menarik kepala fisya dan memeluk nya dengan sangat erat
"Aku pikir kau tidak akan pulang" ucap hans mempererat pelukkan nya.
__ADS_1
Fisya hanya diam membiarkan hans memeluk dirinya, meski tubuh hans masih basah, kini fisya tengah berada dalam kebingung harus mengatakan apa, mungkin dia harus meminta maaf karna sudah pergi dari rumah, atau bersikap baik baik saja....
Bersambung-