
Fisya masuk ke kamar itu lagi dan melihat hans sudah berganti baju,dilihatnya lelaki tampan itu memakai baju kaos panjang dan celana katun semakin membuatnya bertambah tampan
"Ini" hans menjulurkan handuk kecil berwarna putih
Ada apa ini? Kenapa dia memberikan handuk ini kepadaku
Dengan kebingungan fisya mengambil handuk itu dan berdiri di belakang hans yang tengah duduk di sofa
"Kenapa kau berdiri di sana?" Tanya hans
Apa yang harus ku lakukan dengan handuk kecil ini?
Apa dia ingin aku mandi lagi?
Fisya termenung di belakang hans bingung apa yang akan dia lakukan dengan handuk di tangannya
"Keringkan rambutku!" Perintah hans menunjuk kepalanya
Mengeringkan rambutnya? Memangnya dia tidak bisa mengeringkannya sendiri!
Perlahan fisya meletakkan handuk itu di kepala hans dan memijat kepalanya dengan lembut,terasa sangat nyaman dan menenangkan
"Sudah kemana saja kau?" Tanya hans sembari menikmati pijatan lembut fisya
"Fisya tadi kedapur" jawab-nya
"Hanya ke dapur? Lambat sekali kau berjalan"ejek hans melihat wajah fisya kesal dari cermin
__ADS_1
Terserah kau ingin berbicara apa!
"Sudah! Bahkan melakukan hal sepele seperti ini saja kau tidak bisa"hans mengambil handuk dari kepalanya
Fisya berdiri membatu melihat hans yang berdiri didepan cermin menyisir rambutnya,terlihat sangat tampan saat dia tidak berbicara
"Ayo" ucap hans berjalan melewati fisya
"Ayo ke mana?" Tanya fisya yang dari tadi bingung akan prilaku hans
"Apa kau tidak mau makan?" Hans berhenti didepan pintu dan memandang wanita yang ia anggap bodoh di depannya
cepat fisya berjalan menyusul hans dengan eksperesi wajah nya yang terkejutu
"Kau ini kenapa" hans memukul kepala fisya dengan jari nya
Lagi lagi hans berjalan meninggalkan fisya kebingungan sendiri
"Apa kau ingin kugendong?" Lirik kejam hans melihat fisya
"Iya! Iya! Fisya kesana" fisya berlari dengan wajah cemberut menuju hans
Mereka berdua berjalan menyelusuri barisan pintu di dinding dan menapakki satu persatu anak tangga,fiaya memperhatikan hans dari belakang seolah olah bingung dengan sikap hans kepadanya hari ini
Lelaki ini kenapa?
Terkadang dia lembut bagaikan malaikat
__ADS_1
Terkadang seperti iblis yang ingin menghabisi nyawaku
Apa dia gila!
"Tuan hans dan nona fisya makan malam sudah siap" ucap andre menghampiri mereka disela sela tapakkan terakhir dari anak tangga itu
"Aku tau!" Dingin jawab hans meninggal andre sendirian
Sudah kuduga lelaki ini gila!
"Fisya minta maaf soal tuan hans tadi" ucap fisya membungkuk kepada andre
"Nona fisya anda tidak perlu meminta maaf kepada saya,itu sudah biasa" andre kembali membungkuk
"Fisya! Cepat kesini atau kau akan mendapatkan masalah malam ini!"teriak hans menunggu fisya di ruang makan
"E..sebaiknua fisya duluan! Sekali lagi fisya minta maaf" fisya meninggalkan andre dan berlari ke ruang makan
"Lama sekali" ucap hans duduk di kursi melipat kedua tangannya
Fisya berdiri didepan meja makan dengan semua hidangan lezat di atasnya,jenuh fisya menghadapi sikap hans yang membingungkan
Hans melihat fisya yang terdiam membatu mengenggam kedua tangannya dan menunduk
"Siapa yang memintamu berdiri disana? Cepat duduk!" Perintah hans tegas ke arah fisya
Seolah olah salah tingkah fisya langsung duduk di kursi yang berjarak cukup jauh dari hans...
__ADS_1
Bersambung-