
Saat masih pagi sekali fisya sudah berangkat bekerja jantungnya berdetak kencang saat dia bahagia
Aku akan datang ke tokoh kue dan meminta cuti lalu bekerja di perusahaan GLEN
•(GLEN adalah nama kantor pusat milik hans diambil dari nama belakangnya HANS STEVEN GLEN dan juga sebagai penanda bahwa itu wilayah kekuasaan GLEN)
senyumnya! sembari berjalan menyelusuri jalanan yang ramai itu tiba tiba dia teringat akan kejadian johan dan mika seketika raut wajah gembira itu menjadi sedih ditambah ia besok akan datang ke kampus dan belum mempersiapkan hati untuk bertemu dengan johan dan mika di kampus
Jalan fisya melambat sosok yang ceria itu menjadi murung seketika
"Fisya!" Panggil jorgi dari belakang
Fisya menoleh kebelakang dan melihat jorgi yang turun dari mobil mewah itu menghampirinya sembari berlari
"Fisya! Kamu ke mana aja waktu di bar? Aku khawatir! Kamu gak papa kan" cemas jorgi memandang fisya
Sudah lama aku ingin kau mencemaskan diriku,hendaknya kau menerima diriku disaat itu
Ingatan masalalu kembali menghantui benak fisya dimana saat cinta fisya ditolak oleh seniornya jorgi
"Fisya...gak papa" fisya menunduk dan memalingkan pandangannya
"Syukurkah jika kau tidak apa apa" jorgi berdiri didepan fisya di tengah keramaiyan kota
Kenapa disaat seperti ini kau harus datang ke hidup ku? Disaat aku sangat sangat hancur dan disaat aku mulai melupakan mu
"Eee...fisya malam ini kamu gak sibukkan"
__ADS_1
Fisya terkejut memandang jorgi didepannya
"Fisya gak sibuk" fisya berusaha untuk bersikap dingin
"Yah...aku mau ngajak kamu jalan gimana?"jorgi membungkukkan tubuhnya dan berusaha melihat wajah fisya yang menunduk
Haruskah aku memberi kesempatan kedua kepada jorgi
"Eee...fisya..." fisya berpikir untuk kedua kalinya
Hatinya berkata ia namun seakan akan egonya menolak jorgi kembali, ditambah lagi ia pernah mematahkan hati fisya didepan banyak mahasiswa kampus
"Fisya..." fisya semakin menundukkan kepalanya
"Aku mohon! Hanya untuk malam ini"ucap jorgi meyakinkan fisya
"Yah fisya mau" namun seakan akan ada rasa penyesalan di benak fisya
"Aku akan menjemput mu pukul delapan malam" ucap jorgi tersenyum
Jantung fisya semakin bedetak dengan kencang ia terus menundukkan kepalanya agar jorgi tidak melihat wajahnya
"Oh ya fisya mau kemana? Biar aku antar" tawar jorgi
"Gak perlu fisya gak mau ngerepotin kak jorgi fisya bisa jalan sendiri, bentar lagi sampai,tapi terimakasi" sahut fisya
"Yah baiklah kalau begitu hati hati" jorgi meninggalkan fisya.
__ADS_1
Fisya memutar badannya dan berjalan perlahan tampa melihat ke arah jorgi yang berlawanan arah dengannya
Mungkin kali ini dia benar benar ingin bersama ku
Pikir benak fisya, fisya berjalan di tengah keramaian kota yang sibuk di pagi hari dan saat fisya melihat handphonenya sudah pukul 7:30 pagi
Apa!
Aku terlambat!
Fisya mempercepat jalannya hingga tak dia sadari ia melewatkan tokoh kue tempatnya bekerja dimana seharusnya fisya mampir ke tokoh itu dan meminta cuti
Ini kesempatan satu satunya dan terakhirku untuk menyelamatkan keperawananku,aku harus cepat
Fisya mempercepat jalannya dan tidak memeperdulikan orang orang disekitar yang sedang memperhatikannya fisya terfokus pada tujuannya yang berjarak beberapa meter lagi.
Anak ini bisa bisanya di hari pertama dia terlambat
Reza menungu fisya di luar gedung besar itu sembari memegang dua kap kopi panas
Dan tak lama di lihatnya fisya yang sedang berjalan dengan cepat menuju ke aranya
"Fisya!...fisya benar banar minta maaf,fisya terlambat" ucap fisya menghampiri reza dengan wajah kecewanya dan takut
"Yah tidak apa! Ini kopi untukmu"reza memeberikan kap kopi itu
"Mari kita masuk ke dalam dan lihat apa pekerjaanmu" reza mengajak fisya masuk ke dalam kantor itu dan hendak mempertemukannya kepada hans
__ADS_1
Bersambung-