KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Kampus


__ADS_3

Setelah berpamitan fisya pergi ke kampus, susai jadwal yang ia buat, hari ini fisya harus bertemu dengan jorgi dan mulai berterus terang tentang perasaannya sekarang.


Fisya berjalan melewati pintu gerbang dan mulai menyelusuri lapangan, dilihat di ujung lapangan sudah ada diadra yang bersandar pada tembok dengan kedua tangan yang ia lipat


"Selamat pagi kak diandra!" Sapa fisya menghampiri diandra yang terlihat serius


"Kak diandra kenapa!?" Tanya fisya heran


"Aku! Sedang, sedang, PUSING SEKALI!" Teriaknya mebeberkan orang orang yang lewat


"Apa kau percaya cupu!? Pihak BEM membatalkan beberapa lomba dan hanya menerima tiga cabang lomba saja!" Diandra menunjukkan ketiga jarinya tepat ke hadapan fisya


"Sudah! Sudah! Bukannya itu hal biasa!?" Tanya fisya


"Iya si!, kenapa aku menjadi pusing! Bukannya itu urusan bem!" Diandra menggaruk wajahnya dan langsung merangkul fisya dan menyeret fisya berjalan ke arah kantin


Fisya menurut,mengikuti kemana gadis ini membawa dirinya,meski tubuhnya di seret oleh diandra namun mata fisya tetap jelih mencari letak keberadaan jorgi.


Seperti biasa mereka memesan kopi panas dan duduk di meja paling ujung sembari membicarakan banyak hal yang tidak terlalu penting untuk di paparkan


"Selamat pagi fisya!" Suara jorgi menggema di telinga fisya


Baiklah fisya! Ini dia, kau harus benar benar mengatakannya

__ADS_1


Jorgi duduk di sebelah fisya dan ikut memesan kopi panas, jorgi terlihat baik baik saja, seakan akan tidak ada yang terjadi kepadanya, bahkan fisya heran padahal kemarin jorgi terlihat sangat pucat kemudian reza juga mengatakan bahwa jorgi sempat pingsan, tapi kenapa ia terlihat seperti tidak memiliki masalah?


"Maaf soal kemarin!" Ujar fisya menunduk


"Ah lupakan saja! Lagi pula itu bukan salah mu!" Jorgi mengambil kopi yang diantarkan oleh pelayan kantin


"Ada apa dengan kemarin!?" Tanya diandra penuh rasa penasaran


Namun embun! Tidak ada jawaban, fisya yang menunduk entah sedang memikirkan apa, kemudian jorgi sibuk meminum kopi nya, keberadaan diandra benar benar di acuhkan oleh fisya dan jorgi


Baiklah fisya!


Katakanlah! demi keselamatkan kak jorgi!, katakan apa yang menghalangi hatimu!


Benak fisya memberanikan diri,


Akhirnya fisya mengangkat pandangannya dan terfokus melihat jorgi yang entah sedang memandang apa


"Kak!" Panggil fisya menarik perhatian diandra dan jorgi, karna mereka tidak tau fisya tengah memanggil siapa diantara mereka berdua


"Fisya mau ngomong sama kak jorgi!"fisya mulai memberanikan diri


"Disini?" Jorgi melirik diandra yang sibuk memperhatikan mereka

__ADS_1


Fisya mengangguk, seakan akan diandra bukan lah sebuah penghalang untuk mengakhiri hubungannya dengan jorgi.


Jorgi meletakkan kap kopinya di meja dan mengahadapkan diri ke arah fisya, nampaknya jorgi benar benar sangat ingin dan tertarik dengan apa yang akan fisya katakan


"Jika begitu! Katakan lah" jorgi mengenggam tangan fisya dan menatap wanita ini dalam dalam


Sejenak fisya memalingkan pandangannya, dan sedikit ragu akibat jorgi mengenggam tangannya, namun fisya tetap kukuh pada pendirian,


"Sebenar nya fisya mau-


Kring!


Handphone jorgi berbunyi, menjadi penghalang antara kalimat fisya.


Jorgi mengangkat mengambil handphone nya dan mengangkat telpon itu


"Ya?"


"Oh! Sekarang!? Yah baiklah aku akan ke sana" ujar jorgi menjawab lawan bicaranya di telpon


Jorgi berdiri dan menepuk kepala fisya sembari tersenyum


"Pulang nanti kita lanjutkan ya!? Aku harus mengurus daftar lomba....

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2