KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Kompetisi


__ADS_3

"Agh!" Tetiak diandra menusuk dalam ke telinga fisya


"Sudah mulai! Kau duduk di kursi paling depan, aku sudah menyiap kan itu untuk mu" diandra mendorong fisya keluar


Yang benar saja!


Fisya berjalan menuju tempat yang diandra maksud, fisya melihat semua kursi sudah penuh kecuali kursi merah yang terletak di paling depan, kelihatannya itu kursi khusus.


Ia berjalan ke arah kursi itu dan mendapati sebuah kertas yang bertulisan nama nya.


Benarkah? Ini terlalu berlebihan


Fisya duduk dengan sedikit menghempaskan tubuhnya dan mulai memperhatikan apa yang dikatakan lelaki berjaz hitam itu di atas panggung.


"Baiklah! Inilah calon angels baru kita" semuanya bertepuk tangan

__ADS_1


Melihat barisan mahasiswi dengan fashion yang mereka anggap sempurna itu berdiri menghadap ke arah penonton, sekejap penonton bersorak menyebut nama nama yang fisya tidak kenal dan tak sedikit pula yang menyebut nama diandra.


Diandra berdiri di tengah tengah barisan itu, dengan menggunakan gaun merah panjang dan rambut yang diuraikan serta make up seadanya, terlihat cantik dan menawan, namun di sisi lain di barisan paling ujung seorang gadis yang mengenakan gaun mera muda, berdiri anggun nampaknya itu saingan diandra.


"Baiklah para penonton, kita sudah dapat melihat bunga kampus tahun lalu juga mencalonkan diri, nampaknya dia menjadi saingan yang cukup berat bagi para junior kita!" Gurau lelaki itu tidak lucu


Fisya benar benar tidak mengerti tujuan dari acara ini, dari tadi beberapa wanita itu mulai menunjukkan bakat nya, mulai dari menari, berdansa, dan masih banyak lagi, heran fisya semakin menjadi jadi karna diandra memiliki banyak skill yang tidak dapat di tiru oleh peserta lainnya.


Sudah sekitar satu jam panggung ini hanya menunjukkan bakat diandra, kemudian saat nya pemilihan, selain para juri, para penonton juga dapat memilih siapa yang pantas menjadi angel, panitia memberikan kertas kecil untuk di masukkan ke dalam kotak peserta pelihan mereka.


"Selanjutnya penilai an dari para penonton, untuk yang pertama, penonton kehormatan yaitu natasya fisya willona!" Ucap lelaki ini cukup mengaget kan fisya.


Itulah kenapa diandra menyiapkan kursi paling depan dengan warna yang berbeda, prihal fisya cukup terkenal dan memiliki penggemar yang lumayan banyak, jadi jika fisya memasukkan kertas pilihannya ke kotak diandra, maka otomatis penggemar fisya juga akan melakukan hal yang sama.


Licik sekali!

__ADS_1


Fisya berjalan naik ke atas panggung, baru saja fisya menginjakkan kaki ke atas panggung itu para penonton sudah bersorak menyebut namanya, bahkan ada yang mengatakan akan menikahi fisya.


"Fisya, bagaimana perasaan anda bisa menjadi penonton kehormatan?" Lelaki ini bertanya kepada fisya.


Tentu saja fisya bingung harus menjawab apa, karna diandra tidak mengatakan apapun tentang hal ini


"Saya merasa sangat senang dan jujur ini sedikit di luar dugaan" fisya melirik sinis diandra yang pura pura tidak tau


"Tapi sebelumnya saya ucap kan terimakasih karna sudah memilih saya sebagai tamu kehormattan, dan saya harap apapun pilihan kalian itu adalah pilihan yang jujur dan dapat mengharumkan nama universitas ini" fisya tersenyum.


Sungguh kata sambutan yang sangat sangat berarti dan memiliki makna meski hanya beberapa kata, fisya berjalan dan memasukkan kertas penilaian nya di kotas diandra dan segera turun....


Sudah dapat di tebak siapa yang memenangkan perlombaan ini kan?


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2