
Hans melihat fisya yang duduk dengan jarak yang cukup jauh dari kursi yang ia duduki
"Kenapa kau duduk disana? Duduk disampingku" ucap hans dengan wajahnya yang semakin kesal
Dia benar benar ingin membunuhku
Fisya berdiri dari tempat duduknya berjalan kearah hans dan duduk disebelahnya dengan wajah kesal
Anak ini benar benar membuat ku kesal!
"Makanlah atau aku akan memakan mu malam ini" lagi lagi hans mengancam fisya
Hanya ada mereka berdua diruangan makan yang besar ini,seakan akan fisya bingung kemana semua orang yang tampak banyak sekali saat pertama kali dia menginjakkan kaki dirrumah ini
Hans melihat fisya yang sedang makan dengan wajah bingungnya,menoleh kekiri dan kanan berulang ulang kali,sembari menyuapkan potongan steak ke mulutnya,jenuh melihat hal itu hans memegang kepala fisya dengan tangan besarnya dan menghadapakan kepala itu kedepan makanannya
"Makanlah dengan tenang!" Perintah hans lagi
Urus saja urusanmu!
Fisya memakan makanannya dengan sangat cepat dan berdiri dari kurisinya hendak pergi meninggalkan lelaki menyebalkan disampingnya
"Siapa yang menyuruhmu pergi" hans mengenggam tangan fisya
__ADS_1
"Kau akan menemaniku menghabiskan makananku dan menghabiskan makanan penutupku" semakin lama hans semakin membuat fisya menjadi kesal
"Ya! Ya! Fisya duduk" fisya duduk di samping hans dengan wajah yang bertubi tubi kesal
Lucu wajahnya saat ia kesal
Tiba tiba ketua pelayan yaitu bibi mun meletakkan puding coklat di depan mejah fisya dan meletakkan salad buah di depan meja hans
Lalu hendak pergi meninggalkan mereka berdua dengan segala urusannya
"Ee...bibi mun" panggil fisya menghentikan langkahnya
Bibi mun mengahampiri fisya
"Ya ada apa nona" tanya bibi mun
Hans memperhatikan fisya dengan bertopang dagu,menunggu apa yang akan wanita ini lakukan pada pelayannya
"Ada apa nona fisya! Apakah makanannya tidak sesuai dengan selera anda? Jika begitu saya akan menegurnya" bibi mun membungkuk
"Eh gak gitu... fisya mau belajar masak,masakkannya enak kok" fisya tersenyum
Anak ini benar benar sangat murah hati dan ramah wajar saja jika tuan hans tertarik kepadanya
__ADS_1
"Terimakasi nona fisya,saya akan segera memberikan kabar gembira ini pada koki kita"perlahan bibi mun meninggalkan mereka
"Kenapa kau ingin belajar memasak? Ikut kelas memasak saja" saran hans memakan saladnya
Yah mudah saja bagimu untuk berbicara
Fisya hanya diam,mengacuhkan lelaki kenyebalkan di samping kursinya yang tengah sibuk memperhatikan dirinya
"Kenapa kau diam saja?" Tanya hans melihat fisya
Fisya sangat kesal hingga ia mengenggam sendok di tangannya dengan sekuat tenaga,saat tiba tiba mulut kecilnya ingin melontarkan semua emosi dalam dada seketika ia teringat dengan jasa hans kepadanya
"Fisya cuma mau bisa masak,menurut fisya memasak itu menyenangkan" fisya mengangkat pundaknya dan tersenyum manis ke arah hans
Sial dia cantik sekali!
Hans menutup mulutnya dan memalingkan wajah.
"Berikan minuman itu" perintah hans
Fisya melihat minum yang tepat berada didepan hans,perintah hans semakin membuat fisya kesal karna minuman itu hanya berjarak beberapa senti meter dari lengannya
Mau tak mau fisya mengambil menuman itu dan meletakkannya di tangan hans yang tengah menjulur kearahnya
__ADS_1
"Cepat habiskan makananmu" perintah hans untuk sekian kalinya kepada fisya...
Bersambung-