KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Mencintai ku?


__ADS_3

"Aku berharap kau tidak terkejut dengan apa yang kukatan!, seharusnya kau sudah tau sejak awal... hans adalah orang yang cukup dingin dan menjengkelkan! Tapi itulah dirinya," lisa kembali tersenyum


"Dan saat kau tinggal dirumah nya, sikap hans menjadi berubah dan perlahan emosinya bisa terkendali, aku benar benar mengucapkan banyak terima kasi kepada mu!" Lisa mengulurkan tangannya dan berharap fisya akan menyambut tangan itu dengan ekspresi yang memadai.


Tiba tiba fisya menggeleng, menolak untuk berjabat tangan


"Fisya gak ngelakuin apa apa!" Suara fisya nyaris saja tidak terdengar


Lisa menarik kembali tangannya dan masih mempertahankan senyum sederhana itu, meski ucapan terimakasih nya tidak di terima oleh fisya.


"Tadi itu... hans bisa saja menendang wajah direktur jorgi! Tapi dia menahannya!, karna ada kau disana" ucap lisa mulai kehilangan senyum di wajahnya


Entah kenapa perasaan fisya menjadi sesak dan sedikit merasa bersalah, matanya mulai terasa panas, ia sangat ingin menangis, tapi kenapa? Kenapa ia harus menangis!? Ini bukan saat nya untuk melakukan hal menalukan seperti itu.


Batin fisya berusaha menahan air matanya


"Aku,... aku sangat,sangat, sangat, bersyukur kau hadir di kehidupan hans! Bahkan berkat dirimu hans mau bertemu dengan ibunya!, menurutku itu lebih dari cukup!"lisa menangis, mendahului benak fisya.

__ADS_1


Tidak terasa air mata lisa sudah jatuh membasahi rok nya,dan perlahan air mata itu jatuh tiada henti. Ini pertama kalinya fisya melihat lisa menangis seperti itu,seakan akan perasaan senang dan sedih tercampur aduk menjadi satu.


Banyak sekali hal yang ingin lisa sampaikan kepada fisya, terlalu banyak hingga ia lupa bagaimana cara menyampaikannya


"Aku mohon! Tetaplah bersama hans, aku mohon!" Lisa turun dari tempat duduknya dan berlutut di hadapan fisya sembari kenyatukan kedua tangan


"Karna!...karna itu sangat, sangat berarti!" Tangis lisa semakin menjadi jadi


"Aku bersyukur kau dapat membuat hans berubah! Kau dapat membuat hans menjadi lebih baik lagi!, te,..terimakasih" ujar lisa semakin membuat fisya menjadi merasa sangat bersalah


Fisya memegang kedua pundak lisa dan mengangkat tubuhnya untuk berdiri, kini mereka saling berhadapan, dengan perasaan yang berbeda, semakin fisya mengingat jorgi maka ia semakin merasa bersalah,seakan akan perasaannya itu seiring dengan setiap air mata yang jatuh dari pipi lisa


Apa yang harus ku lakukan kedepannya!?


Perasaan apa ini! Perasaan yang membuat waktu ini menjadi hampa, perasaan ini lebih dalam dari apa pun!


Perasaan apa ini!!

__ADS_1


"Fisya minta maaf!" Sebuah kalimat yang langsung saja keluar dari bibir fisya


"Fisya, minta maaf karna udah buat lisa nangis" fisya menghelap air mata lisa.


"Aku mohon!" Lagi lagi lisa mengatakan hal yang sama, ia terus memohon kepada fisya dan terus membuat fisya semakin merasa bersalah


"Aku mohon! Sadarilah perasaan hans kepadamu!


Terima lah cinta hans, tolong!" Lisa mengenggam erat tangan fisya.


Mencintai ku!?


Aku sangat bodoh! Karna tidak mengetahui hal itu!


Bukan!, bukan, aku bukan tidak mengetahui hal itu! Tapi mengacuhkannya dan lebih memilih kak jorgi!.


Sekarang! Aku harus bagaimana!?

__ADS_1


Lisa manis menangis dengan kedua tangan yang mengenggam erat tangan fisya,sedangkan fisya dikelabui rasa bingung, sampai sampai ia sempat perpikir untuk mati saja dan mengakhiri semua ini...


Bersambung-


__ADS_2