
"Hei wanita! Turun dari mobil"ucap hans yang duduk diatas rerumputan
Fisya turun dengan segala kobaran emosi
Saat ia menginjakkan kaki ke tanah henbusan angin yang amat sejut menggelitik tubuhnya
Apa! Dimana ini!?
Dilihatnya hanya ada pohon dan babarapa batu besar disana
Fisya menghampiri hans yang tengah duduk sembarangan ditanah
"Dimana ini?" Tanya fisya takjub saat melihat ribuah lampu dikota terlihat amat kecil dan indah
Kota yang begitu besar itu terlihat sangat kecil diatas sini,tepatnya diatas puncak yang sangat dingin, fisya takjub dengan apa yang ia lihat
Kehabisan kata kata untuk melambangkan betapa indahnya tempat ini
"Duduk lah" ucap hans
Dengan memusatkan pandangannya ke lampu lampu kota fisya duduk di sebelah hans
Tak ada satupun kata yang ia sampaikan kepada hans
Semua rasa sedih dan kecewa akan hari ini hilang dibawa hembusan angin yang senantiasa menerpa wajah dan tubuh fisya
"Setiap kali aku merasa sedih,tempat inilah yang selalu menghiburku" ucap hans memandang langit malam
Apa!? Lelaki ini pernah bersedih
__ADS_1
"Aku tau apa yang terjadi hari ini pada mu" hans memandang fisya
Wanita itu menunduk memeluk kedua lutut kakinya membiarkan rambut terjuntai menutupi wajah sedih itu
Enggan berbagi cerita tentang hari ini maupun masa lalu
"Kau tidak perlu berusaha menutuppi semua masalahmu dariku! Apa kau lupa? aku tau semua yang terjadi di kota ini" hans memperbaiki duduknya
"Fisya...minta maaf tuan hans" ucap fisya melihat hans
Kaku dan bingung fisya tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang bahkan untuk bertanya tentang cuaca hari ini saja terasa sangat berat
Kesedihan itu kembali datang melanda pikiran fisya
Tak bosannya air mata itu jatuh membasahi pipinya
Apa yang harus aku katakan padanya?
Ingin berusaha tersenyum lagi!
Tapi aku akan tampak konyol dengan semua air mata di wajah ku ini
"Fisya...." kata kata fisya terhenti saat ia berusaha berpikir untuk kelanjuttan dari kalimat yang belum usai itu
"Tak apa! Selalu ada tempat untuk bercerita"ucap hans
"Hari ini adalah hari yang cukup menyebalkan untukku" hans menghadap ke arah fisya
Fisya terdiam mengangkat kepalanya lalu memandang hans dengan tatapan ketidak percayaan-nya terhadap ungkapan dari lelaki tangguh yang dikenal dengan pangeran kegelapan bahkan memiliki hari yang suram
__ADS_1
"Ada apa dengan hari mu tuan hans" tanya fisya
Hans menghela nafas nya dan melihat lelangit malam seakan akan harinya memang terasa sangat berat
"Hari ini cukup menyulitkan!" Ucap hans
"Fisya ngerti! Fisya tau keadaan tuan hans"fisya memalingkan pandangannya
"Terkadang beberapa hal memang sepantasnya disimpan"ucap fisya dengan berlinang air mata
Teringat olehnya johan dan mika yang menusuk dirinya dari belakang, rasa sakit itu ditambah lagi dengan seluruh anggota kelurga yang membenci fisya sejak lahir
Meski ia telah bersabar dengan semua ini tapi tetap saja semesta tidak pernah memihak kepadanya
"Fisya gak ngerti!... salah fisya apa! Johan jadi benci sama fisya,mika.... dan...keluarga fisya..." lagi lagi air mata itu jatuh ditengah tengah kalimat yang belum diusaikan.
Aku membenci hidupku!
Fisya kembali menatap lampu lampu indah dari kota dengan udara yang semakin dingin
Lalu tiba tiba terasa kain yang menyelimuti tubuhnya membuat tubuh fisya menjadi hangat dan nyaman
Dan saat ia melihat ke arah hans,lelaki yang tadinya memakai jaz hitam kini hanya memakai baju kaos abu abu
"Tapi tuan hans! Fisya..." fisya melihat hans yang duduk kokoh disampingnya
"Angin malam sangat dingin! Aku tidak ingin kau merepotkan diriku lagi!" Ucap hans seakan akan tidak peduli...
Bersambung-
__ADS_1