
Semalam karna reza dan aron menghancurkan dapur diandra, akhirnya mereka memutuskan untuk makan di restoran saja
"Aku akan berangkat ke kantor" ujar hans mengelus lembut kening fisya dan mencium nya
Fisya yang masih tertidurpun mengerutkan alisnya sembari perlahan membuka mata dan menemui hans yang sudah berpakaian rapi
"Em? Sekarang?" Tanya fisya bangun dan mengosok mata nya
"Iya, nanti jam makan siang aku akan pulang" hans menepuk nepuk pelan kepala fisya
Fisya mengagguk lugu dan kembali membaringkan badannya ke kasur saat hans sudah pergi
Seharian sembari menunggu hans pulang, fisya hanya membuang buang waktunya, mulai dari menonton film, berkeliling rumah dan menyelusuri tempat tempat yang belum ia ketahui di dalam rumah ini, siapa yang menduganya ternyata hans memiliki perpustakaan pribadi yang terletak di sebelah ruang kerjanya.
Tak lama terlihat dari jendela mobil hans yang terparkir di depan halaman, dengan cepat fisya beranjak dari duduk nya dan berlari menyelususri tangga menyambut sang pujaan hati
"Apa kau merindukan ku sayang?" Tanya hans kaget melihat fisya yang langsung memeluk dirinya seakan akan belum bertemu selama bertahun tahun
Fisya mengangguk di pelukkan hans, dan tanpa dia sadari ternya di belakang hans ada diandra,lisa,reza dan aron yang memperhatikan gerak gerik mereka
__ADS_1
"Aaaaaaaaa kalian sangat manis" ujar diandra mengacaukan suasana
Fisya melepaskan pelukkannya dan melihat ke belakang hans
"Kalian di sini?" Tanya fisya bingung melihat keempat mahluk itu
"Yah! Kami akan makan siang dengan kalian berdua" sambung reza masuk terlebih dahulu
Hans menepuk nepuk pelan kepala fisya dan merangkulkan tangan di punaknya seraya menarik wanita ini berjalan menaikki anak tangga meninggalkan empat mahluk yang berdiri kaku tak tau harus berbuat apa selain memperhatikan mereka
"Apa kau lapar?" Tanya fisya
"Maksudmu lapar ini?" Hans memojokkan fisya ke dinding dan mencium habis bibir wanita ini
"Bu-bukan itu maksud ku" fisya memalingkan pandangannya dan enggan melihat ekspresi wajah hans yang tersenyum manis melihat raut kesal fisya
"Tentu saja aku lapar, apa kau memasak makan siang?" Tanya hans kembali menepuk nepuk pelan kepala fisya
"Tentu" singkat jawab fisya masih sedikit kesal
__ADS_1
Setibanya mereka di kamar fisya membuka lemari dan mengeluarkan baju ganti untuk hans, sedangkan lelaki itu langsung pergi mandi.
"Bagaimana hari mu" tanya hans didalam kamar mandi
"Membosankan" jawab fisya menghempaskan tubuhnya ke kasur dan memandang langit langit
Menunggu hans keluar dari kamar mandi agar mereka bisa langsung pergi makan siang, tak perlu menunggu lama hans keluar dengan badan yang masih basah melihat ke arah fisya yang berbaring santai di atas kasur
"Kalau begitu aku akan menikahi mu" ucap hans memakai baju nya
"APA?" Tanya fisya memastikan pendengarannya masih berfungsi, karena beberapa detik lalu ia mendengar hans mengatakan untuk menikahi dirinya
"Yah! Aku akan menikahi mu, tugasmu adalah memilih konsep pernikahan" ujar hans santai
Wajah fisya memerah, tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, maksudnya hans akan menikahi fisya sesegera mungkin, perasaan fisya sangat senang rasanya ia ingin berteriak sekencang mungkin agar dunia tau bagaimana perasaannya sekarang ini
"Sudah! Ayo turun untuk makan siang"ajak hans menjulurkan tangannya ke arah fisya sembari tersenyum....
Next episode
__ADS_1