
"Itu hans kan?" Tanya reza menunjuk kaca, telunjuk nha mengarah tepat ke pada tiga insan di jalanan
Dengan cepat lisa mengahampiri reza hendak memastika apa yang dikatakan oleh reza itu benar, tersirat di mata lisa hans yang berdiri dengan kedua tangan di saku celananya tengah memperhatikan lelaki yang tidak asing mengenggam tangan fisya
"Kita harus turun ke bawah!" Ujar lisa berlari menarik tangan reza masuk ke dalam lift
Dari kantor hans semua pemandangan kota dapat dilihat dengan sangat jelas,bahkan gunung yang letaknya sangat teramat jauh pun terlihat,bagaimana tidak ruang kerja hans terletak di lantai yang cukup tinggi jadi dapat dengan mudah menangkap aktivitas kota
"Sebenarnya! Aku melarang keras orang lain menyentuh kekasih ku ini! Tapi untuk hari ini aku memberi pengecualian untuk mu! Di,rek,TUR!" Kalimat yang keluar dari mulut hans benar benar mengengerkan fisya
Aku harus bagaimana?
Aku harus lari! Aku harus sembunyi untuk selama lama nya! Aku tidak ingin lagi menemui wajah hans atau pun jorgi Tapi...BAGAIMANA!!!
"Fisya! Tatap aku! Aku mohon!!" Kini jorgi berdiri tepat di hadapan fisya, mengharap wanita ini akan menatap matanya dan akan berkata sejujur jujurnya kepada hans
Namun di luar dugaan fisya malah semakin menundukkan pandangan dan mengeleng, menolak untuk menatap wajah jorgi atau pun hans
__ADS_1
"Hei!...hei!...hei!...ada apa ini!" Sahut reza menghampiri
Tidak ada yang menjawab
Hans yang berdiri santai sedang memperhatikan jorgi yang tengah entah melakukan apa terhadap fisya
"Aku memberimu waktu dua puluh menit untuk berkeliling dan kau menghabiskan waktu setengah jam entah kemana, sangat lucu! Kemudian aku menemui mu tengah berjalan dengan lelaki lain? Aku sedikit terhibur!" Ujar hans memandang wajah fisya yang sedikit terhalangi dengan tubuh jorgi
Kemudian sesontak fisya melepaskan gengaman tangan jorgi
Seperti tak habis pikir dengan apa yang dilakukan fisya,jorgi hanya memandang kedua tangannya penuh penyesalan
Kenapa kau selalu melakukan hal yang bertolak bekang dengan keinginan mu!!
Benak jorgi terpukul
Seakan akan ia benar benar tau apa yang diingin kan oleh fisya, tapi nyata nya tidak.
__ADS_1
Fisya hanya ingin menyelamatkan jorgi dari murka nya hans,ia tidak ingin terjadi konflik yang besar antar hans dan jorgi
"Ayo pulang!" Hans menarik tangan fisya yang loyo kemudian menuntun gadis ini berjalan menuju mobil
Namun lagi lagi jorgi kembali menarik tangan fisya, seakan akan belum rela fisya pergi bersama hans, meski ia tau hubungan mereka akan baik baik saja selama fisya tidak membuat hans mengetahui hal itu
"Tu...tunggu!" Kata jorgi mulai gemetar, apa yang ia lakukan sekarang bisa saja berakibat fatal
Ck! Memalukan
Dengan gerakkan cepatnya hans mengeluarkan tendangan seperti jarum jam, tepat ke depan muka jorgi namun tidak mengenai muka itu,talapak sepatu hans kini berhadapan dengan muka jorgi, jika saja hans sengaja mengenakan tendangan itu maka bisa di pastikan jorgi berakhir di rumah sakit.
"Sudah cukup! Pengecualian untuk hari ini!" Hans menurunkan kakinya dan kembali menyeret tangan fisya
Aksi hans selalu saja membuat jantung fisya terasa ingin lepas dari tempatnya, kali ini bukan hanya jantung fisya yang ingin lepas! Tapi juga jantung reza dan lisa yang ikut menyaksikan...
Bersambung-
__ADS_1