
"Maaf fisya terlambat!" Fisya membuka pintu tokoh kue itu dan melihat lisa sedang berdebat bersama dengan seorang lelaki
"Tidak apa!" Ucap lelaki berpakaiyan bak chef prefesional itu
Hendak fisya menghampiri mereka namun suasana terasa berbeda dan canggung seperti sedang ada sesuatu diantara mereka berdua
"Eee...fisya langsung beres beres kedapur ya! " fisya menunjuk ke pintu dapur hendak pergi diantara perang dingin ini
"Tidak perlu! Dapur sudah berdih" ucap lisa kembali melihat lelaki didepannya
Apa yang harus aku lakukan!
Fisya meletakkan handphone nya di meja kasir dan duduk disana memperhatikan setiap keadaan canggung yang terjadi diantara mereka berdua
"Aku sudah bilang Alex! Aku tidak akan berhenti bekerja di tokoh ini" lisa menunjuk meja kasir tepat di hadapan fisya
"Kenapa? Kau mendapat tawaran pekerjaan yang lebih menjanjikan" alex kembali membela dirinya
"Aku tidak mau!" Ucap lisa melipat kedua tangannya
Keadaan ini sangat aneh!
Haruskah aku mencela pembicaraan mereka
Fisya menggingit kuku nya dan berpikir apa yang harus ia lakukan disituasi seperti ini,bahkan situasi ini lebih menjengkelkan bila dibandingkan dengan situasi bersama hans
"Fisya! Katakan pada alex" lisa melepaskan lipatan tangannya dan membentak fisya
__ADS_1
"Apa!? Fisya?" Fisya menunjuk dirinya sendiri kebingungan akan kalimat yang dikatakan oleh lisa
"Ya!" Singkat jawab lisa sinis menatap alex
"Tidak fisya! Katakan pada lisa bahwa itu salah" alex menirukan gaya lisa saat sedang marah
Fisya bingung sebenarnya ada apa diantara mereka berdua,tidak ada yang bisa fisya katakan
Bahkan untuk bertindak sekalipun tidak ada gunanya
"Fisya... fisya gak tau" fisya menunduk mecari jalan keluar diantara pertengkaran ini
Situasi menjadi sangat canggung dan menyebalkan
Tatapan sinis dikeluarkan oleh masing masing individu diantara perang dingin yang sedang berlangsung
Wanita itu berjalan mengambil dua kursi kayu disudut ruang kecil ini dan meletakkannya diantara alex dan lisa
"Jadi ada apa ini!?" Tanya fisya usai keduanya duduk dengan tenang dihadapan fisya
"Alex ingin aku berhenti bekerja dari tokoh ini" lisa menunduk
"Apa! Kenapa tuan alex?" Tanya fisya melotot melihat alex penuh dengan ketidak percayaan
"Karna ada pekerjaan yang lebih layak untuk dirinya " alex kembali melihat fisya
"Yah situasi ini cukup rumit,jadi fisya minta tuan alex memberi waktu untuk lisa berpikir" ucap fisya memainkan tangannya di atas meja
__ADS_1
"Yah jika begitu baiklah!" Ucap alex meninggalkan fisya dan lisa duduk berhadapan
Fisya tersenyum melihat lisa
Berharao lisa bisa menerima keputusan yang fisya buat dan ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
"Terimakasi!" Lisa memegang kedua tangan fisya dengan penuh rasa bersukur
"Bukan masalah!" Jawab fisya
Mereka kembali bekerja lisa yang sibuk membenarkan posisi ternyamannya dikursi kasir hendak tidur seperti biasa
Dan fisya menyusun sitiap kue dilemari kaca dengan rapi
"Maafkan aku soal yang tadi" ucap lisa tampa ada angin dan hujan
"Oh gak papa" jawab fisya tersenyum
Setelah kalimat itu sesontak suasana menjadi hening kembali disibukkan oleh pekerjaannya masing masing
"Eee...fisya! Berapa umurmu?" Tanya lisa memutar kusinya kearah fisya
"Umur fisya 17 tahun" senyum lembut itu dihiasi kebahagiaan
Ternyata masih anak anak, aku bingung bagaimana hans bisa tertarik pada wanita ini...
Bersambung-
__ADS_1