KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Makan siang


__ADS_3

"Eee...tuan aron mau fisya buatin makan siang gak?" Tanya fisya mengingat apa yang ingin ai lakukan di dapur


Tentu saja aron ingin dan mau merasakan masakan fisya. Dan jika di kilas balikkan aron belum sarapan ataupun makan siang hari ini


"Tolong ya" ujar aron tersenyum manis melihat fisya di sampingnya


Dengan segera fisya berdiri dan berjalan menuju dapur,menyiapkan segala hal dan prihal untuk ia masak hari ini,mulai dari peralatan dan bahan bahan, simple saja fisya ingin masak sup jamur dengan mentega,masakan tradisional yang neneknya ajarkan sewaktu fisya masih kecil.


Tangannya sangat gesit memotong motong sayuran dan setiap bumbu yang ia taburkan itu memberi aroma khas pada masakannya, aromanya sangat manis namun tercampur dengan balutan aroma jahe yang menenangkan


Apa yang harus ku lakukan kedepannya?


Apa aku harus mengakhiri hubunganku dengan kak jorgi?...


Tapi mendengar perkataaan tuan hans rasanya ia benar benar serius dengan apa yang ia katakan!


AGH!...aku benar benar bingung


Fisya menuangkan sup nya ke dalam mangkuk hitam dan membawanya dengan nampan besar

__ADS_1


Berjalan menuju meja makan.


Saat hendak menyajikannya muncullah reza dan lisa dari arah aula tamu berjalan mendekati mereka.


Sesontak saja reza dan lisa berdiri teridiam kaku memperhatikan fisya dari atas sampai bawah, dari wajahnya mereka tengah terheran heran atau bingung akan beberapa hal,hingga mereka kebahabisan kata kata


"Ada apa dengan kalian berdua?" Cerocos aron yang merasa canggung karna fisya ikut menghentikan aksinya akibat reza dan lisa


"Fisya!" Lisa berlari ke arah fisya dan menumpukan kedua tangannya di pundak fisya sembari menggoyang goyangkan badan fisya


"Kau baik baik saja?" Sambung lisa


Tapi nyatanya sangat di luar dugaan, fisya terlihat baik baik saja dan lebih mengejutkannya lagi ia masih sempat membuat makan siang untuk aron.


"Iya fisya baik baik aja!" Ujar fisya meletakkan nampan di hadapan aron


Reza menarik nafas dalam dalam dan terfokus ke arah fisya


"Aku kira kau akan menjadi bubur!" Reza duduk di sebelah aron dan tampa aba aba langsung menyantap masakan fisya

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Heran aron karna ia benar benar tidak tau apa apa


"Ceritanya panjang! Nanti akan ku ceritakan setelah makan siang" reza menghirup kari di mangkuknya


"Hei!...itu makan siang ku!!" Kesal aron memukul kepala reza


Terjadi perdebattan kecil antara aron dan reza sekilas tentang makan siang,sedangkan lisa masih berseri seri menatap fisya, hatinya sangat senang melihat fisya masih utuh berdiri di hadapannya


"Gimana kabar kak jorgi?" Tanya fisya sedikit memalingkan pandangan


"Direktur jorgi tidak apa apa hanya sedikit pucat dan kaku, lalu ia terjatuh dan terlelap tidur!" Reza menghakimi kejadian yang ia lihat tadi


"Itu dinamakan pingsan! Bodoh!!" Lagi lagi aron memotong pembicaraan reza,prihal kesal karna lelaki ini memakan makan siang nya


"Dia tidak kenapa napa!"jelas lisa menglepaskan tangannya dari pundak fisya dan duduk di sebelah reza sembari memijat kening nya


"Syukurlah jika kak jorgi gak kenapa napa" setidaknya itu membuat perasaan fisya sedikit membaik


"Tadi itu hampir saja" ujar lisa menghempaskan tangannya di atas meja makan...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2