KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Tolong!


__ADS_3

Mobil berhenti di depan kediaman hans, sejak percakapan terakhir mereka tidak lagi membuka suara untuk saling sahut ataupun lainnya, hanya kesunyian yang mewakili suasana di mobil.


"Tuan hans!" Panggil fisya ketika melihat hans hendak membuka pintu mobil


"Apa!" Jawab hans singkat dan langsung menoleh ke arah fisya


Nampaknya sudah sejak tadi fisya menahan keluh kesah di hatinya, beberapa kali ia sempat berpikir untuk ambil suara namun terasa sangat berat


Tapi inilah waktu yang tepat bagi dirinya untuk berbincang empat mata dengan hans


"Apa maksud tuan hans kalo fisya yang salah!?..FISYA GAK SALAH!,udah berkali kali fisya chek kalender, bahkan udah di PIN di layar handphone! salah fisya DIMANA?" Ungkap fisya dengan mata yang berkaca kaca, suaranya sedikit melengking dengan detak jantung yang cukup cepat, namun masih terkendali


Hans hanya terdiam. memandang kerutan alis fisya yang memadai, rambut panjang nya dengan beberapa helai yang terjuntai di wajah kemudian bibir kaku dan mata yang terus menatap wajah hans.


Membuat hans tidak bisa melupakan moment ini.


Moment pertama kalinya fisya berterus terang kepada hans tentang keluh kesah hatinya.


Kau salah! Dan akan selalu salah jika ingin mengakhiri hubungan mu dengan diriku.

__ADS_1


Kemudian hans memalingkan pandangannya


Mengacuhkan fisya, seakan akan tidak ada yang terjadi. Mereka berdiam diri sejenak


Fisya yang menunggu jawaban dari hans sedangkan hans yang entah sedang memikirkan apa


"Aku akan turun!" Satu kata yang keluar dari bibir hans.


Sangat mengejutkan fisya, bagaimana tidak


Hans memilih untuk lari dari kenyataan bahkan ia enggan menatap wajah fisya yang terpaku ke arahnya


Fisya semakin mengerut kan alisnya


Fisya menjulurkan tangannya dan mencengkram erat lengan hans hingga ia menghentikan aksinya


"Tuan hans gak bisa kayak gitu! Tuan hans harus jawab" mata yang memang sudah berkaca kaca itu kini memerah dan terasa panas di wajah fisya


Hans menghela nafas cukup panjang dan kembali menutup pintu mobil itu lalu memalingkan pandangannya menatap fisya

__ADS_1


"Itu karna kau salah!" Jawab hans singkat yang tak berarti apa apa


Fisya semakin tidak mengerti, tangannya masih memegang lengan hans, tidak pernah tersirat di benaknya untuk melepas lengan ini sampai ia mendapatkan apa yang diinginkan


"Fisya gak salah!" Ketus fisya sekali lagi


"Fisya udah periksa kalender! Fisya tau ini tanggal berapa,bulan apa, dan tahun keberapa, bahkan fisya ingat tanggal kontrak itu dan fisya bukan anak kecil lagi! Tuan hans gak bisa bohong!" Cerocos fisya


Ia tidak tau bahwa semakin dalam ia membahas dan mengatakan hal itu maka hans akan semakin marah padanya!


"Tolong! jawab fisya" satu kata lagi keluar dari mulut fisya.


Hans menatap wanita ini dalam dalam.


Wajah cantik dan lucu yang dulunya ia kenal kini sudah mengerutkan segala kesedihan, entah kenapa wajah sedih itu hadir tapi ini cukup menganggu hans,ditambah lagi fisya yang terus menerus menanyakan hal yang sama itu semakin membuat hati hans membara


"Apa ini karna lelaki itu?" Tanya hans


Sudah cukup!

__ADS_1


Kali ini bukan hans yang akan marah, tapi fisya...


Bersambung-


__ADS_2