
"Ada apa!?" Tanya hans berbalik dan menemui fisya yang memegang tangannya erat sembari menunduk kaku
Sejenak fisya hanya diam, seakan akan ada hal yang sangat menganjal di hatinya, sesuatu yang dapat membuat fisya tidak bisa tidur nyenyak jika tidak di sampaikan langsung kepada hans
"Fisya gak suka!" Sepatah kata fisya cukup mengagetkan hans
Hans berdiri berhadapan dengan fisya kemudian memegang kedua tangan fisya
"Apa yang kau tidak suka!?" Tanya hans lembut melihat fisya yang seakan akan tidak memiliki ekspresi sama sekali
"Fisya gak suka hans pulang kayak gini" jujur fisya sedikit membuat hans bingung
"Seperti apa?" Tanya hans, mengingat dia pulang dengan keadaan seperti biasanya
"Fisya gak suka liat memar di leher hans" jujur fisya menatap cup*ng yang cukup banyak di area leher hans
Apa dia cemburu?
Atau tidak ingin aku tidur dengan wanita di bar lagi?
"Memangnya kenapa?" Lagi lagi hans selalu menggali apa yang sebenarnya ingin fisya katakan kepadanya
__ADS_1
"Fisya gak suka kamu tidur sama wanita wanita di bar!" Ketus fisya jelas tepat dan padat, membuat hans semakin memahami apa yang membuat fisya menghindar dari dirinya
"Baiklah! Aku tidak akan melakukannya dengan mereka lagi" hans memeluk fisya
Dia mengerti!? Maksud ku apa dia mengerti apa yang sedang aku katakan kepadanya? Tapi syukurlah jika hans ingin melakukan apa yang aku katakan
"Jika begitu! Aku hanya akan tidur dengan mu!" Hans tersenyum lecik sembari memeluk fisya
APA!
Fisya mendorong hans dan melepaskan pelukannya kemudian memandang hans serius dengan alis yang mengerut seakan akan tidak percaya dengan kalimat yang baru saja keluar dari bibi hans
"Lalu apa?" Tanya hans memegang dagu fisya dan mengangkat pandangan fisya ke arah wajah nya
"Kau tidak suka aku tidur dengan mereka jadi aku harus tidur dengan mu kan?"
"Bukan gitu! Fisya gak suka kamu pulang terlalu malam, gak suka cium bau alkohol dan parfum di tubuh kamu dan fisya gak suka ada bekas memar itu di leher mu!" Jujur fisya spontan
Hans tersenyum, semakin gemas akan sikap fisya
"Yah! Jika begitu aku akan berusaha untuk tidak datang ke bar lagi!" Hans mencium kening fisya dan mengelus kepala nya
__ADS_1
Kemudian Hans mengendong fisya dan membawanya ke arah kasur
menidurkan fisya di atas kasur
"Mulai hari ini aku hanya akan tidur dengan mu" hans mengengam kedua tangan fisya dan meletakkan tangan itu di atas kepala fisya
Lagi lagi hans mengec*p bibir fisya dan meninggalkan bekas ****** di area leher, meskipun fisya tidak setuju dengan keputussan hans namun entah kenapa fisya tidak berkotik ketika hans melum*at habis habisan dirinya
"Fi-fisya gak mau!" Ucap fisya kepada hans yang melum*at leher nya
"Ada apa lagi!" Tanya hans
"Kamu masih bau alkohol dan bau parfum, fisya gak mau" alasan yang tidak senonoh ini keluar langsung dari mulut fisya tampa pikir pikir dulu
Bukannya air liur wanita yang tidur dengannya di bar masih menempel di leher dan bibir nya?
Kerut fisya memandang bekas cup*ng di leher hans, dan menyesali karna hans sudah mencium bibir fisya berkali kali
"Kau ini pilih pilih sekali!" Hans turun dari kasur dan mengambil handuk berjalan menuju ke kamar mandi....
Bersambung-
__ADS_1