
Dengan sigap hans menghampiri fisya dan jorgi kenggunakan mobilnya,awalnya fisya melihat mobil itu dari kejauhan! Mobil yang cukup akrab dengan kehidupannya,namun fisya mengacuhkan hal itu karna ia mengira ada banyak mobil yang sama.
Dan yang benar saja mobil hans benar benar berhenti tepat di samping jorgi yang berjalan di dekat jalan lintas.
Sesaat jorgi dan fisya mengacuhkan keberadaan mobil mewah berwarna biru tua ini dan memilih untuk melanjutkan jalannya,sampai hans keluar dari mobil dan membanting pintu mobil itu dengan cukup keras
Fisya dan jorgi juga kerap berbalik arah mendengar bantingan pintu yang cukup keras itu
Dan sesontak saja fisya kehilangan kata kata saat melihat hans berdiri menyandar santai di mobil sembari melipat kedua tangannya
"Sudah puas? Jalan jalannya!" Ujar hans terdengar mengerikan,bahkan sesaat fisya di hantui ketegangan
Sedangkan jorgi memandang santai hans
Berlagak seperti tidak ada yang terjadi! Mungkin karna mereka cukup akrab di bidang bisnis atau tepatnya dibidang persaingan
"Tu...tuan hans!?" Tutur fisya kehilangan kalimat penyambung
__ADS_1
"Fisya...tadi gak sengaja,ke,temu, sama kak jorgi, kebetulan kita searah! Jadi..." Elak fisya cukup meyakinkan
Hans masih dapat mengontrol emosinya
Ia melepaskan sandaran mobil itu dan berjalan mendekat ke arah fisya dan jorgi, membuat jantung fisya berdebar dengan sangat kencang, tak terkecuali jorgi yang berusaha bersikap santai namun suasana hatinya benar benar kacau
Terdapat banyak sekali pertanyaan dalam benak jorgi! semisal ; bagaimana jika hans melakukan hal yang aneh kepada fisya?, bagaimana jika hans menghukum fisya berlebihan?, atau parahnya bagaimana jika hans tidak mengizinkan fisya keluar rumah lagi?...
Benak jorgi benar benar di hantui ketakutan akan berbagai hal yang akan menimpa kekasihnya ini
"Sudah sampai kan? Bahkan sudah menyempatkan diri berjalan berdua?,sekarang kau ikut aku!" Kata hans mengenggam tangan fisya
Jorgi ingin bertindak sesuatu, tapi apa?
Ia tidak ingin menimbulkan masalah untuk fisya dan juga tidak ingin bermasalah dengan sosok yang sangat berkuasa seperti hans.
Tampa aba aba jorgi menarik tangan kiri fisya, sedikit menghambat jalan hans
__ADS_1
Mengingat ia melarang keras orang lain menyentuh tubuh fisya tampa seizin dari nya.
Kini mereka seakan akan tengah melakukan tarik tambang dengan fisya sebagai tali nya, mungkin lebih tepatnya mereka tengah memperebutkan fisya dengan sangat jelas, kemudian dengan senyum licik hans melepaskan genggaman tangannya terhadap lengan fisya dan berbalik arah memandang jorgi
"Ck! Apakah di,rek,tur! Jorgi! Ingin bermain main dengan ku?" Senyum cemo'oh hans memandang jorgi
"Fisya! Kamu gak perlu lakuin semua ini! Kamu bisa jujur sama direktur hans! Jangan memaksakan diri lagi!" Kerut alis jorgi menatap fisya yang hanya menunduk kaku
Seakan akan tidak peduli dengan imbas dari perbuatan nya jorgi malah mempererat genggamannya terhadap fisya
"Fisya! Tolong! Sesekali kamu harus dengerin apa kata hati kamu!" Tutur jorgi sekali lagi
Kini fiaya benar benar dilanda kebingungan, situasi seperti ini lah yang sangat fisya benci.
Ia benci ketika harus memilih, dan lebihnya lagi fisya sangat membenci dirinya ketika tengah bimbang karena didalam hatinya ia tidak memiliki pilihan atau langkah maju ke depan
"Wah! Nampaknya direktur sangat mengenal isi hati kekasih saya yah?" Senyum hans berubah menjadi manis!
__ADS_1
Namun ini bukan sebuah pujian melainkan rasa marah dan benci yang sebenar lagi akan ia luap kan!....
Bersambung-