KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pagi suram


__ADS_3

Seperti biasa nya


Fisya bangun pagi untuk memasak sarapan hans,


Hari ke hari fisya mulai bisa mengendalikan diri dan beradaptasi di rumah ini


"Nona! tuan hans sudah menunggu anda" pelayan yang biasanya mengingatkan fisya kembali datang untuk melaksanakan tugas mulia nya


"Iya! Fisya akan menyusul" ujar fisya menyelesaikan masakkannya dan menyajikan makanan itu ke atas mangkuk hitam


Lalu ia berjalan meninggalkan makanan di atas nampan dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan iblis


Sudah ia duga bahwa hans akan duduk di kursi yang sama disetiap harinya dan menantikan fisya untuk duduk di sebelah kursi itu


"Lama sekali kau!" hans melipat kedua tangannya dan memandang setiap langkah fisya


Sabar fisya!


Sabar! Ini masih terlalu pagi untuk berdebat


Jawab fisya hanya tersenyum dan duduk di sebelah hans sembari memandang wajah mengerikan milik lelaki tampan ini


Didalam hatinya fisya selalu mendambakan hans untuk pergi selama lamanya dan tak kan kembali


Namun kenyataan pahit yang harus fisya terima hans selalu terlihat sehat sehat saja


"Kenapa!? Tampan?" Lirik hans menjengkelkan


"Fisya gak liattin tuan hans" fisya memalingkan pandangannya dan membuat raut wajah tidak senang


Lucu sekali!

__ADS_1


Semua hidangan sudah di sajikan


Dengan berbagai makanan yang tampak menggoda


Hanya sup tomat milik fisya yang nampak tidak mengegerkan selera


"Apa kau yang memasak ini?" Tanya hans menunjuk masakan fisya


Fisya mengangguk dengan semua senyuman kebanggaan dan berharap setelah hans memakan sup itu maka emosinya akan kembali stabil


"Aku tidak suka!" Ujar hans begitu menusuk ke hati fisya


Fisya mengenggam erat sumpit di tangannya dan berusaha keras untuk mengendalikan emosi supaya bibir ini tetap tersenyum hingga membuat raut wajah nya enak untuk di lihat


"Tuan hans! Nyonya besar steven glen datang untuk berkunjung" sopan andre menghampiri hans yang tengah menyantap makanan di hadapannya


Nyonya besar?


Fisya menerka nerka tak sabar melihat siapa nyonya besar yang andre maksud


Karna dirumah ini fisya sangat butuh teman untuk menceritakan betapa menjengkelkannya sikap hans


"Katakan aku tidak ingin menemuinya!" Ucap hans santai


Sangat di luar dungaan


Mungkin bagi andre ini sudah biasa


Tapi bagi fisya sikap hans sungguh tidak baik


Mengacuhkan seorang wanita tua yang hendak ingin bertemu dengan dirinya

__ADS_1


Tapi kenapa?


Bukankah dia ibu atau nenek tuan hans!?


Kenapa iblis ini tidak ingin menemui nya?


Fisya memandang heran yang tengah bersikap semua baik baik saja seakan akan tidak ada yang terjadi


"Tuan hans?" Fisya memastikan hans tetap pada alam sadar nya


"Ada apa!?" Cetus hans selalu terdengar dingin


"Tadi itu siapa?" Tanya fisya sangat ingin tau kejelassan akan siapa nyonya besar itu


"Wanita!" Jawab hans singkat dan semakin membuat rasa penasaran fisya menjelonjak


"Wanita siapa?" Tanya fisya menghentikan makannya dan terpokus menatap wajah hans


"Hanya wanita yang sangat tidak penting!" Hans memalingkan pandangan


"Aku akan berangkat ke kantor...


Pukul empat sore aku ingin melihat mu sudah ada di ruang tamu menunggu ku" hans meninggalkan meja makan dengan fisya yang sibuk menerka nerka wanita yang hans maksud


Jika saja masakkan ku pagi ini sedikit mengungah selera tuan hans!


Maka kemungkinan besar aku sudah bertemu dengan nyonya besar itu dan bertanya banyak hal tentang iblis ini!


Fisya mengakhiri sarapannya dengan semua pertanyaan yang tak sempat ia tanyakan dan tak pernah ingin hans dengar...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2