
Seperti biasa nya
Fisya bangun pagi untuk memasak sarapan hans,
Hari ke hari fisya mulai bisa mengendalikan diri dan beradaptasi di rumah ini
"Nona! tuan hans sudah menunggu anda" pelayan yang biasanya mengingatkan fisya kembali datang untuk melaksanakan tugas mulia nya
"Iya! Fisya akan menyusul" ujar fisya menyelesaikan masakkannya dan menyajikan makanan itu ke atas mangkuk hitam
Lalu ia berjalan meninggalkan makanan di atas nampan dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan iblis
Sudah ia duga bahwa hans akan duduk di kursi yang sama disetiap harinya dan menantikan fisya untuk duduk di sebelah kursi itu
"Lama sekali kau!" hans melipat kedua tangannya dan memandang setiap langkah fisya
Sabar fisya!
Sabar! Ini masih terlalu pagi untuk berdebat
Jawab fisya hanya tersenyum dan duduk di sebelah hans sembari memandang wajah mengerikan milik lelaki tampan ini
Didalam hatinya fisya selalu mendambakan hans untuk pergi selama lamanya dan tak kan kembali
Namun kenyataan pahit yang harus fisya terima hans selalu terlihat sehat sehat saja
"Kenapa!? Tampan?" Lirik hans menjengkelkan
"Fisya gak liattin tuan hans" fisya memalingkan pandangannya dan membuat raut wajah tidak senang
Lucu sekali!
__ADS_1
Semua hidangan sudah di sajikan
Dengan berbagai makanan yang tampak menggoda
Hanya sup tomat milik fisya yang nampak tidak mengegerkan selera
"Apa kau yang memasak ini?" Tanya hans menunjuk masakan fisya
Fisya mengangguk dengan semua senyuman kebanggaan dan berharap setelah hans memakan sup itu maka emosinya akan kembali stabil
"Aku tidak suka!" Ujar hans begitu menusuk ke hati fisya
Fisya mengenggam erat sumpit di tangannya dan berusaha keras untuk mengendalikan emosi supaya bibir ini tetap tersenyum hingga membuat raut wajah nya enak untuk di lihat
"Tuan hans! Nyonya besar steven glen datang untuk berkunjung" sopan andre menghampiri hans yang tengah menyantap makanan di hadapannya
Nyonya besar?
Fisya menerka nerka tak sabar melihat siapa nyonya besar yang andre maksud
Karna dirumah ini fisya sangat butuh teman untuk menceritakan betapa menjengkelkannya sikap hans
"Katakan aku tidak ingin menemuinya!" Ucap hans santai
Sangat di luar dungaan
Mungkin bagi andre ini sudah biasa
Tapi bagi fisya sikap hans sungguh tidak baik
Mengacuhkan seorang wanita tua yang hendak ingin bertemu dengan dirinya
__ADS_1
Tapi kenapa?
Bukankah dia ibu atau nenek tuan hans!?
Kenapa iblis ini tidak ingin menemui nya?
Fisya memandang heran yang tengah bersikap semua baik baik saja seakan akan tidak ada yang terjadi
"Tuan hans?" Fisya memastikan hans tetap pada alam sadar nya
"Ada apa!?" Cetus hans selalu terdengar dingin
"Tadi itu siapa?" Tanya fisya sangat ingin tau kejelassan akan siapa nyonya besar itu
"Wanita!" Jawab hans singkat dan semakin membuat rasa penasaran fisya menjelonjak
"Wanita siapa?" Tanya fisya menghentikan makannya dan terpokus menatap wajah hans
"Hanya wanita yang sangat tidak penting!" Hans memalingkan pandangan
"Aku akan berangkat ke kantor...
Pukul empat sore aku ingin melihat mu sudah ada di ruang tamu menunggu ku" hans meninggalkan meja makan dengan fisya yang sibuk menerka nerka wanita yang hans maksud
Jika saja masakkan ku pagi ini sedikit mengungah selera tuan hans!
Maka kemungkinan besar aku sudah bertemu dengan nyonya besar itu dan bertanya banyak hal tentang iblis ini!
Fisya mengakhiri sarapannya dengan semua pertanyaan yang tak sempat ia tanyakan dan tak pernah ingin hans dengar...
Bersambung-
__ADS_1