
"Ada banyak wanita yang lebih baik bahkan lebih memiliki apa yang tuan hans mau di luar sana yang mengantri untuk tuan hans!" Pandangan fisya kembali tertuju pada hans
Nampaknya air wajah hans mulai berubah menjadi kusam, tersirat lewat tatapan mata yang biasanya ia keluarkan saat ia marah atau kesal, dan bibir yang tertutup rapat itu, membuat fisya menjadi sedikit kecut
"Bi,sa-kah kau diam!" Kata kata mengerikan ini keluar dari mulut hans, sangat seiras dengan tatapan sinisnya melihat fisya
Keruttan alis di wajah fisya memudar, hanya bisa diam seakan akan terkontak pada apa yang dikatakan oleh hans,sepertinya ini sudah giliran hans untuk meluapkan keluh kesah di hatinya
"Kau ingin aku mengakhiri ini sesuai dengan kontrak itu!?" Tanya hans
"Baiklah!" Hans membuka pintu mobilnya
Dan berjalan cepat membukakan pintu mobil untuk fisya dengan penuh emosi
Fisya hanya bisa terdiam saat pintu itu di buka kan,seakan akan menyesali apa yang telah ia katakan dengan hans, seketika hans menarik tangan fisya hingga wanita ini keluar dari mobil
Kemudian membanting pintu mobil dengan cukup keras
Inilah bencana yang harus ku dapatkan akibat ucapan ku!
__ADS_1
Fisya terpaku pada hans yang menyeret tangannya cukup keras masuk ke dalam rumah,
Terasa sedikit nyeri di pergelangan tangannya akibat cengkraman lelaki ini
Bahkan bibi mun dan andre yang melihat aksi hans itu menjadi khawatir akan keadaan fisya
"Apa yang nona fisya lakukan hingga membuat tuan hans murka?" Curiga andre
Bibi mun menggeleng penuh dengan ketidak tahuannya, ia hanya bisa berdoa agar fisya baik baik saja kedepannya.
Hans menyeret fisya melewati aula tamu,kemudian menapakki satu persatu anak tangga dengan sangat cepat, hampir saja membuat fisya salah ambil langkah dan terjatuh.
Bahkan ia menerka bahwa malam ini adalah malam terakhir masa masa keperawanannya.
Tampa aba aba Hans menendang pintu itu dan kembali menyeret fisya masuk, dengan sigap ia membanting tubuh fisya ke kasur hingga fisya terduduk kaku memandangi dirinya.
Dilihatnya hans mengacak acak lemari entah tangah mencari apa, dan seketika ia mengeluarkan map coklat dan segera melemparnya tepat di pangkuan fisya
"Baca dengan teliti!" Perintah hans sembari membuka dasinya
__ADS_1
Tangan fisya bergemetaran membuka map itu, didalam nya ada selembar kertas, tak lain kertas itu adalah kontrak hubungan mereka, fisya membuka dan membacanya dengan teliti
Sekejap tidak ada yang berubah dari kontrak yang ia baca sebelumnya bahkan tertera jelas di sana masa berlakunya kontrak itu.
"Fisya gak ngerti!" Kerut fisya menatap hans yang membuka kemejanya
"Lihat di bagian belakang di pojok kiri paling bawah!"perintah hans cukup jelas
Fisya menuruti apa yang di katakan oleh hans,dan betapa terkejutnya ia saat menemukan kalimat dengan tulisa yang teramat kecil,sangat kecil hingga perlu mengerutkan mata untuk membacanya
Dan tertulis di sana;
Pihak kedua tidak bisa mengakhiri kontrak ini tampa persetujuan dari pihak pertama, atau dikenakan denda 20 juta dollar belum termasuk denda
Dengan segera fisya menutup map itu dan langsung memandang hans yang tersenyum licik menatap dirinya
"Ini gak adil" ujar fisya membanting map itu di atas kasur lalu berdiri tepat di hadapan hans...
Bersambung-
__ADS_1