
Fisya sedang berberes beres karna hari ini hans diperbolehkan pulang, hanya tinggal menunggu dokter untuk memeriksa keadaan hans saja.
Kemudian di tengah tengah kesibukan fisya, terdengar suara ketukan pintu
"Ya?" Tanya fisya membuka pintu
Dilihat di depan pintu itu ada andre dan bibi mun
Sungguh di luar dugaan, ternyata andre dan bibi mun baru mengetahui keadaan hans ketika reza menelpon untuk segera menjemput fisya dan hans di rumah sakit
Sejujurnya ini ide lisa menyembunyikan apa yang terjadi pada hans
"Bibi mun! Andre? Silahkan masuk" ucap fisya
Mereka masuk dan langsung menghampiri hans yang tengah duduk memainkan laptop
"Apa anda tidak apa tuan? Apa luka nya dalam? Bagaimana keadaan anda" cemas bibi mun
Hans menutup laptopnya dan tersenyum melihat mata bibi mun yang mulai berkaca kaca
"Aku baik baik saja, dia selalu merawatku" hans melirik fisya yang sibuk melipat baju
"Syukurlah! Saya pikir tuan..." andre menunduk tidak percaya hans tidak mengabarinya untuk situasi segenting ini
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir, hari ini aku akan pulang"
Lalu dokter dan perawat masuk
Memeriksa keadaan hans, ini pemeriksaan terakhir di rumah sakit sebelum hans pulang
"Yah! Luka ya sudah mengering, saya sarankan untuk hari ini dan besok jangan sampai luka nya basah ya tuan, tinggal menunggu dua hari dan saya pastikan anda sembuh total" dokter tersenyum
"Dan nona! Ini harus di minum selama perawatan ya, jangan sampai tuan hans melewatkannya jika anda ingin dia lekas sembuh seperti biasanya" perawat ramah ini memberikan beberapa botol berisi kapsul kepada fisya
"Terimakasih! Saya pastikan dia meminumnya" ucap fisya ramah dan menyingkirkan rambut yang menhalangi pandangannya
Dokter itu keluar bersama dengan perawatnya, hati dokter ini dipenuhi bunga bunga karna beberapa menit lalu perusahaan glen mentransfer uang bayaran perawatan hans
"Saya akan membantu nona fisya untuk berkemas" bibi mun menyusun koper
"Tuan hans apakah anda perlu korsi roda?" Tanya andre
"Tidak perlu! Yang tertembak itu lengan ku jadi tidak terpengaruh dengan kaki ku" hans turun dari kasur
Fisya melihat hans dapat berdiri tegap dan seperti biasanya, nampak begitu sehat di tambah lagi perban yang menutupi luka hans itu di selimuti baju yang hans kenakan, jika sekilas ia terlihat baik baik saja dan tidak memiliki masalah sedikit pun
"Nona apakah semua nya sudah siap?" Tanya bibi mun
__ADS_1
"Iya" ucap fisya tersenyum
Andre dan bibi mun mengangkut koper dan juga beberapa hal yang reza dan teman temannya bawa seperti toples kue dan cemilan yang berlebihan
" fisya!"panggil hans menghentikan jalan fisya yang tengah menyusul bibi mun
"Iya?" Fisya berbalik dan memandang hans
"Kau harus berjalan di samping ku" ucap hans jelas
Sejenak fisya terkejut tapi ia selalu berpikir positif mungkin saja hans ingin fisya berjalan di sebelahnya karena luka itu belum sembuh sepenuhnya atau ada hal lain seperti...
Fisya berjalan di samping hans, dengan membawa kantung obat fisya terlihat sangat pendek bila berjalan di samping lelaki bertubuh kekar dan tinggi seperti hans
"Pendek!" Ledek hans menepuk pelan kepala fisya
Fisya cemberut membiarkan hans meledek dirinya, karna sudah lama fisya tidak di buat jengkel oleh tingkah hans
"Fisya gak pendek!" Ucap fisya di samping hans
"Benarkah? Jika bukan pendek lantas kau ini apa?" Tanya hans masih meledek fisya yang nampaknya sudah sangat kesal
"Fisya gak pendek! Kau saja yang terlalu tinggi"cemberut fisya menjadi jadi....
__ADS_1
Bersambung-