
Hari hari sudah berlalu dengan sangat cepat, hingga sampailah mereka dihari ini,hari di mana hans akan melamar fisya,semua konsep sudah di siapkan, didalam rumah besar milik hans ini ada beberapa orang terdekat saja, salah satunya ayah fisya yang menjadi perwakilan dari keluarga mon.
Ada nenek dan kakek hans bahkan ada ibu yang sangat dia benci, dan yang sibuk di meja makan memilih makanan itu ada aron dan reza, sedangkan lisa duduk di sofa bersama diandra
Tak lama suara ketukan sepatu mulai terdengar, semua perhatian memusat ke sumber suara, dilihatnya yang tengah berjalan menuruni tangga itu ada hans dan fisya yang bergandengan tampak serasi dengan baju berwarna putih itu, senyum fisya melebar setiap kali ia melihat sekeliling ruangan.
"Kau sangat cantik!" Ucap hans berbisik kecil ke arah fisya yang berjalan di sebelahnya
Fisya melirik hans dan kembali tersenyum, hingga langkah kaki mereka terhenti didepan semua orang, tersenyum bahagia seakan akan inilah hari yang terbaik sebelum hari pernikahan tiga hari lagi
"Terimakasih karna kalian semua sudah menyempatkan diri hadir di acara ini, saya dan keluarga besar mengucapkan terimakasih" ucap hans melihat beberapa temen pengusaha internasional duduk di kursi
"Tentu saja direktur hans, hari ini tidak akan terulang ke dua kali" ucap lelaki berjaz hitam itu menyenggol lengan hans sembari mengedipkan matanya
____
Setelah beberapa acara dan ucapan terimakasih di selesaikan, kini hans dan fisya berdiri di tengah tengah ruangan dan dikelilingi para tamu,
Hans tersenyum kemudian berlutut di hadapan fisya sembari memegang tangan kiri fisya, lalu hans mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam dan membukanya, terlihat di sana cincin putih dengan mata berlian yang sangat indah
"Maukah kau menikah dengan ku?" Tanya hans yang sudah ia ketahui jawaban dari pertanyaannya itu
Fisya tersenyum dan mengangguk malu, kemudian di saksikan oleh banyak orang hans memasangkan cicin itu di jari manis fisya kemudian ia berdiri dan mencium kening fisya.
__ADS_1
Soraya sorakan dan tepukkan tangan ditaburi oleh jatuhnya kelopak bunga mawar menghiasi memont indah ini, ucapan selamat dan doa pun mereka dapatkan dari para tamu
_____
3 tahun kemudian-
Seorang anak lelaki yang mengenakan baju tidur tengah berjalan tak tentu arah, sembari membawa boneka kelinci di tangan kirinya, jalannya begitu lucu dengan mulut yang cemberut dan mata sayunya, ia berkeliling ruangan mencari keberadaan ibu nya
"Ibu?" Tanya nya melihat wanita berambut panjang dengan piama nya tengah duduk di ruang makan di temani sang ayah
"Wah, anak ibu sudah bangun!" Fisya menggendong anaknya dan mendudukkan charles di pangkuannya
" ibu--" suaranya mulai merengek
"Susu" ucap nya dengan mata yang berlinang
"Ibu sajaa yang ambil" ucapnya
"Sebentar lagi bibi mun datang, sabar ya" fisya mengambilkan hans beberapa sarapan
"Aaaaa-" tangissannya begitu kencang
"Ibu sajaa!" Rengeknya melempar boneka di tangannya tepat masuk ke dalam semangkuk besar sup di hadapan hans
__ADS_1
"Sini" hans mengambil charles dari pangkuan fisya dan menenangkan anak nakal itu sembari ibunya mengambil sebotol susu di dapur
"Ada apa bocah nakal? Kenapa kau sangat bandel pagi ini?" Tanya hans mencubit hidung anak nya
Charles memeluk erat tubuh hans dan menghelap air matanya di baju kantor hans,tangisnya sudah mulai berhenti di pelukkan hans
"Ayah akan pergi?" Tanya nya melihat wajah hans
"Iya sayang, ayah akan bekerja,ada apa? Apa kau ingin sesuatu?" Tanya hans menyuap sarapannya
"Iya, aku ingin bermain dengan ayah" ujarnya membuat hans terdiam dan menjadi kaku seketika
"Ayah selalu pergi" ucap charles dengan mata berlinangan
Menyadarkan hans bahwa akhir akhir ini ia jarang bermain dengan charles
"Ayah janji akan pulang cepat dan akan menemanimu seharian " kata hans melihat anaknya
"Ayah janji?" Tanya charles mengacungkan jari kelingking ke wajah ayah nya
"Iya! Ayah janji...
Selesai-
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya saya, semoga menghibur
See you*