
Apa yang harus aku lakukan!
Fisya membuka mata dan menemui wajah hans yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan wajah fisya,hembusan nafas hans dan ekspresi wajahnya membuat fisya terus memperhatikan dirinya
"Kau menunggu ku kan?" Tanya hans menatap mata fisya
"Gak!" Fisya memalingkan pandangan nya ke samping sembari melontarkan wajah yang cemberut
Seketika hans tersenyum licik, menarik dagu fisya hingga membuat wajah ini kembali ke posisi awal,jujur saja jika hans tersenyum manis seperti ini ia terlihat sangat tampan dan lembut,matanya yang terlihat anggun setiap kali ia berkedip sangat serasi dengan senyuman itu.
"Jika kau tidak menunggu ku! Lalu kenapa kau belum tidur?...atau kau sedang memikirkan aku?" Terka hans mulai menjadi jadi
Membuat wajah fisya menjadi memerah terasa panas dan nafas wanita ini sangat susah untuk di atur,nafas nya begitu cepat bila dibandingkan dengan hans yang terlihat santai.
Hans mendekatkan diri dan memiringkan wajahnya, fisya tau apa yang akan di lakukan oleh hans, aneh nya lagi wanita ini tidak memberontak atau keberatan sedikit pun.
Dan saat bibir hans menyatu ke bibir fisya, terasa sangat hangat seiring hembusan nafas, ciuman kali ini berbeda dengan yang biasanya hans terlihat sangat lembut dan begitu menikmati fisya.
"Bagaimana kalau kita lakukan itu malam ini!" Kata hans kembali ke posisi tubuhnya di awal, menatap fisya dengan senyuman
__ADS_1
Lakukan? Lakukan apa!?
Atau jangan jangan....
"Agh!..." teriak fisya dengan cepat menarik selimut ke wajahnya.
Fisya sangat panik! Hingga ia tidak berhenti menerka nerka apa yang akan dilakukan oleh hans malam ini, karna kalimat itu terdengar sangat mengerikan
"Kau ini sangat lucu!" Hans menjentik kening fisya dengan perlahan, kemudian menidurkan kembali tubuh kekarnya ke samping fisya
Melingkarkan tangan di tubuh fisya dan menempelkan wajah di leher putih wanita ini,entah kenapa malam ini hans sedikit berbeda, ia sangat lembut bahkan sikapnya ini sempat membuat fisya berpikir bahwa lelaki yang tengah memeluk nya bukanlah hans.
Menyebalkan!
Fisya masih belum membuka selimut yang menutupi wajahnya, meski terasa sangat panas dan gerah namun nampaknya fisya masih tetap pada pendirian.
"Kenapa kau takut!?" Tanya hans dengan nada yang terdengar sangat lembut
Sesontak saja fisya membuka selimut itu
__ADS_1
"Apa maksud tuan hans?" Tanya fisya dengan alis yang sedikit di kerutkan
"Maksud ku...kenapa kau takut untuk melakukan nya bersama ku!?, cepat atau lambat kau akan tetap menjadi istri ku, jadi tidak begitu masalah jika kita melakukannya sekarang,esok,atau lusa!" Ujar hans dengan mata tertutup
Istri?
Lagi lagi hans membahas hal yang sama
Dibenak fisya ia sangat ingin menanyakan tentang kontrak yang ia tantangani itu, tapi di sisi lain fisya tidak ingin menghancurkan mood lelaki ini
"Fisya...gak ngerti!" Fisya menutup matanya hendak pergi tidur dan meninggalkan apa yang terhadi malam ini
"Fisya!" Panggil hans
Ini pertama kalinya hans memanggil fisya dengan nama, biasanya hans selalu memanggil kekasih kontraknya ini dengan panggilan kau,wanita atau dirimu
"Apa?" Tanya fisya kembali membuka mata
"Tidak ada..." pikir panjang hans mengurungkan niat untuk menyampaikan apa yang ingin ia katakan kepada fisya...
__ADS_1
Bersambung-