
Hans memandang wajah fisya yang terdapat memar akibat tamparan elena
"Benarkah!?" Hans menurunkan pistol nya
"Lalu bagaimana kau menjelaskan ini!" tangan hans yang begitu besar memegang wajah fisya dan mengarahkan wajah itu ke samping untuk melihat memar di wajahnya
Fisya kehabisaan kata kata hanya terdiam kaku menunggu hans melepaskan wajahnya
"Aku tidak peduli lagi dengan apa yang kau katakan" hans mengembalikkan pandangan fisya tepat di hadappan wajahnya
"Sekarang tutup telinga dan pejam kan mata mu" lagi lagi hans mengarahkan pistol itu ke kepala elena
"Hans! Jangan gegabah!" Lisa mendekati hans berusaha membujuk lelaki yang penuh dengan kobarran emosi
Reza dan aron tau apa yang dilakukan lisa itu adalah sia sia
Namun apa salahnya mencoba reza kerap ingin membantu lisa membujuk hans
"Ayolah hans! Dia hanya wanita, pikirkanlah lagi"reza meminta hans untuk memberikan pistolnya
Merepotkan sekali
"Menghabisi seorang wanita tidak akan mengubah apa apa!" Aron turut membantu
Hans menurunkan pistolnya sejenak lalu memandang ketiga mahluk yang ikut campur ini
__ADS_1
"Kalian tau" hans benar benar menurunkan pistolnya
Memberikan harappan kepada fisya untuk tidak membunuh elena
"Aku tidak peduli!" Lagi lagi hans mengangkat pistolnya bersiap untuk menembak elena yang sudah memang tak berdaya
"Tuan hans! Fisya mohon" wajah memelas fisya guna membujuk hans
Namun hans tetap pada pendirian ditariknya kepala fisya ke dada dan hans tutup telinga fisya dengan satu tangan tak ingin melihat gadis polos ini ketakuttan saat ia meluncurkan peluru pertama
"Tuan hans! Fisya mohon!" Fisya melepaskan diri dari pelukkan hans dan memegang tangan hans yang berada di pipinya sembari dilinangi air mata
"Fisya bakal lakuin apa aja buat tuan hans! Tapi jangan bunuh dia" fisya meyakinkan hans dengan memegang erat tangannya
Yang benar saja!
Hans memandang wajah fisya yang tampak begitu sedih seakan akan wanita yang sudah menyakitinya ini adalah segalanya
"Fisya mohon!" Ucap fisya dengan air mata yang jatuh ke pipinya
Aku yakin hans tetap akan menembak wanita itu
Aron tau persis siapa hans dan bagaimana sikap hans
Bahkan dibenak nya aron malah kasian kepada fisya saat wanita itu tertembak
__ADS_1
"Baiklah!" Perkataan hans membuat reza dan aron sangat terkejut
Biasanya hans tidak pernah membiarkan targetnya lolos tapi kali ini sangat diluar dugaan
"Jangan menangis!" Hans kembali memeluk fisya dan menjatuhkan pistolnya
Sesaat reza dan aron saling pandang benar benar meyakinkan diri mereka bahwa ini bukan mimpi
Sepertinya hans memang sudah terlanjur jatuh cinta kepada fisya hingga rela melakukan apa pun
"Ini bukan mimpi kan!?" Lisa bertanya kepada reza dan tetap memusatkan pandangan kepada fisya dan hans seakan akan tak percaya
Reza mengangguk kaku tak tau harus berbicara apa
Sepertinya wanita polos ini benar benar telah mengubah sisi gelap dari hans
"Sebaiknya kau pergi!" Hans melihat elena yang tergeletak di lantai
"Sebelum aku berubah pikirran" kalimat hans yang terdengar menakutkan membuat wanita lemah itu berdiri dan berjalan pincang ke luar apartement
Benaknya begitu bersukur kepada tuhan karna diberikan kesempatan sekali lagi untuk hidup...
Bersambung-
Next-
__ADS_1
Diepisode selanjutkan akan ada sekilas visual tentang panampakkan tokoh tokoh pada novel "kau adalah milikku"