
Hans terus menoleh ke arah kaca mobil
Seakan akan enggan melihat fisya di sampingnya
"Taun hans sudah pulang?" Basa basi fisya guna melihat betapa marah hans sekarang
"Em!" Jawab hans tetap enggan melihat fisya
Bagaimana ini!
Tuan hans pasti melihat perbincangan aku dan kak jorgi
"Taun hans! Apa ada tujuan lain"tanya andre memastikan bahwa jalan yang ia tuju itu tidak salah
"Pulang!" Selalu terdengar dingin dan menakutkan
Membuat fisya hanya dapat duduk kaku dengan senyum tipisnya
Duduk sembari memainkan jemarinya menunggu pertanyaan atau pernyataan dari hans
"Siapa dia?" Tanya hans tetap tak ingin melihat ke arah fisya
"Em...dia senior kampus fisya! Namanya kak jorgi" fisya tersenyum memandang hans yang terlihat tidak acuh
"Apa yang kau katakan kepadanya" lagi lagi sikap dingin hans bertanya
"Fisya cuma balikkin buku" fisya berusaha terus terang apa adanya kepada hans
Tak ingin melihat lelaki ini murka
__ADS_1
Fisya selalu berusaha memperbaikki sikap nya agar emosi hans tetap terkendali
"Tuan hans kita sudah sampai" andre menghentikan mobil ini didepan pintu rumah hans
Tampa sahut suara hans langsung turun dan berjalan masuk sembari membuka jaz nya
Meninggalkan ketakuttan akan sikapnya kepada fisya
Tak ingin andre bertanya panjang lebar fisya juga ikut turun menyusul hans
Mengikuti setiap tapakkan kaki hans dari belakang.
Satu persatu anak tangga mereka lewati tampa ada perbincangan
Usai anak tangga di lewati mereka melewati lorong menuju kamar
Hingga sampailah mereka di kamar hans yang dulunya adalah tempat ternyaman
"Ambilkan handuk! Aku ingin mandi" perintah hans berjalan membuka dasinya
Fisya membuka lemari dan mengambilkan dua helai handuk
Memberikannya kepada hans yang bersikap sangat dingin sore ini
Hans mengambil handuk dari tangan fisya dan berjalan ke arah kamar mandi
Jika kau tidak membuka pembicaraan maka iblis ini akan terus berprilaku seperti balok es
"Fisya minta maaf" ucappan fisya membuat langkah kaki hans terhalang
__ADS_1
"Untuk apa!?" Hans berbalik arah dan melihat fisya yang tengah menunduk
"Soal kak jorgi" ujar fisya semakin menunduk
Terasa takut melihat mimik wajah hans sekarang
Meski ia tidak tau persis bagaimana mimik wajah hans yang tengah berhadappam dengan dirinya
"Kenapa kau meminta maaf!" Hans memegang wajah kecil fisya dengan tangan besarnya dan mengangkat pandangan fisya kewajah hans
Jika dipikir pikir kenapa aku meminta maaf?
Fisya nampak konyol dengan kedua pipi yang di pegang oleh tangan besar hans
Tak fokus untuk berpikir seakan akan otak nya tersumbat setiap kali berhadappam dengan iblis ini
"Katakan kenapa kau meminta maaf atau aku akan cium mu" ancaman hans kali ini benar benar membuat fisya semakin dilanda kebingungan
"Fisya...minta maaf karna...." lagi lagi kalimatnya terhenti karna memang kalimat itu tidak memiliki sambungan untuk menyempurnakan alasan fisya
Tampa aba aba hans medekatkan wajahnya ke wajah fisya dan memiringkannya
Fisya sangat tau persis apa yang sedang ingin hans lakukan
Iblis bodoh ini akan merenggut ciuman terakhirku
Bagaimana ingin memberontak jika wajah nya saja berada di genggaman tangan hans
Walaupun ingin memberontak maka wajah mulus ini akan terasa sakit karna genggaman tangan hans yang begitu kencang
__ADS_1
Terpaksa untuk pertama kalinya fisya akan dicium oleh lelaki dan parahnya lagi lelaki yang akan menciumnya ini bukanlah cinta sejati fisya...
Bersambung-