
Mau tidak mau fisya harus pergi ke kampus
Kenapa? Karna ia tidak bisa berdiam diri di rumah dengan hans yang sibuk memerintah dirinya,
Bahkan untuk memotong secarik kertas harus fisya yang melaku kan nya
Dari keajuhan sudah terlihat jorgi yang berjalan sendiri membelakangi fisya sembari membawa satu buket bunga
Benak fisya berpikir bunga itu untuk dirinya
Dangan segara fisya hendak menghampiri jorgi
Namun saat ingin melangkahkan kaki anais mahasiswi baru itu sudah berjalan di sebelah jorgi
Apa!?
Nampak nya jorgi juga tidak keberatan dengan adanya anais di sebelah tubuh itu
Mungkin ia lupa atau benar benar sengaja membiarkan anais berjalan di sebalah dirinya dengan status lelaki itu adalah ke kasih fisya
"Hai cupu!" Kak diandra melintangkan tangannya di kedua pundak fisya dan ikut berdiri kaku entah tengah menatap apa
__ADS_1
"Apa yang kau lihat cupu?" Tanya diandra melirikkan bola matanya pada apa yang tengah gadis ini lihat
"Ah! Enggak! Fisya cuma liat suasana kampus aja" senyum konyol fisya ke arah diandra
"Ayo kita sarapan!" Diandra menarik tubuh kecil fisya memasuki lorong gedung kampus ini
Mereka berjalan namun pandangan fisya tidak luput dari jalannya jorgi dan anais yang tengah tertawa gembira bahkan sesekali anais mencubit tubuh kekar jorgi sembari tertawa riang
"Oh ya! Yang semalam itu direktur reza kan?" Tanya anais di kantin setelah mengingat bahwa semalam ia hampir saja menabrak mobil sepupu nya ini
Fisya mengangguk! Namun tidak melihat ke arah diandra
Ia masih memperhatikan jorgi dan anais yang berada di kedai sebelah tengah membeli kopi bersama
"Iya! Fisya pulang ke sana karna fisya kerja jadi tukang kebun , gaji nya lumayan besar!" Fisya tertawa ria
"Ya bagus lah jika kau ingin hidup mandiri" wanita bertubuh bak gitar spanyol ini mulai membuka daftar menu sarapan pagi di kantin
Sepertinya fisya masih melihat seseorang dengan wajah sedih nya
Bahkan sesekali fisya mengerutkan alis dan nampak matanya mulai berkaca kaca
__ADS_1
Lalu jorgi menyadari fisya tengah memperhatikan ia dan anais dengan sigap jorgi mengajak anais ke meja fisya dan diandra untuk berkumpul di sana
"Kak senior kita mau ke mana?" Tanya anais yang mengikuti jorgi dari belakang
"Ke sini!" Ucap jorgi berdiri tepat di sebelah fisya yang nampak nya kurang acuh dengan kehadiran dirinya
"Untuk pacar tersayang ku! Aku membelikan ini untuk mu!" Jorgi mengeluarkan dua kotak coklat candy ke hadapan fisya
Apa coklat?
Lantas sebuket bunga tadi untuk siapa?
Fisya tersenyum bak nya orang yang bahagia dan melihat ke arah anais yang mengenggam satu bunga mawar berwarna merah,padahal saat pertama kali fisya melihat anais ia belum membawa bunga itu
"Dan ini juga untuk mu!" Sebuket bunga juga jorgi keluarkan
Fisya mengambil buket bunga itu dan melihat di dalam karangan bunga masih utuh
Benak fisya berpikir jorgi membeli dua bunga untuk anais dan dirinya
"Makasi kak jorgi!" Senyum fisya terlihat sangat manis ke arah jorgi namun senyum itu sedikit berbeda dengan senyuman fisya yang lain...
__ADS_1
Bersambung-