
Usai makan malam yang cukup canggung,akhir nya mereka memutuskan untuk mengantar fisya pulang
"Tunggu!" Henti jalan jorgi saat baru melangkah kan kaki ke depan pintu keluar
"Aku masih ingat! Disebrang jalan tempat aku membeli coklat candy untuk dirimu waktu itu" jorgi berjalan menghampiri fisya
"Mungkin masih ada beberapa kotak di sana" ia mengajak fisya untuk menuju tempat yang ia maksud
Fisya melihat jam di handphone nya menunjukkan pukul 20:00 malam
Seharusnya ia sudah ada di rumah dan menyiapkan makan malam untuk hans
"Tapi fisya harus pulang" ujar fisya mengenggam hendphone nya
"Sebentar saja! Setelah aku membeli coklat itu untuk mu aku akan segerah mengantar dirimu pulang!" Jorgi menyakinkan fisya
Fisya mengangguk pelan lalu berjalan santai di sebelah jorgi sembari memikirkan apa yang lelaki ini katakan ke padanya di dalam restoran tadi.
Pikir nya menjadi bingung sekarang setiap saat bersama jorgi terasa sangat canggung
Apa yang harus aku lakukan?
Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, memang dari dulu aku sudah menyukai kak jorgi!.
Dan sekarang ia menyatakan perasaan nya kepadaku, dia tidak akan melakukan ini dua kali!
__ADS_1
Baiklah fisya! Bulatkan keputusan mu
Fisya berhenti dari jalannya dan menunduk kaku
Membuat jorgi menjadi bingung akan tingkah nya.
Jorgi berhenti lalu berbalik arah memandang wanita polos ini
"Ada apa?" Tanya jorgi menundukkan badan untuk melihat wajah fisya
Sempat fisya ragu untuk menjawab pertanyaan jorgi namun hati nya selalu mendorong insan ini untuk berkata 'iya'
Tapi apalah daya wanita ini sekarang dalam genggaman seorang lelaki yang sangat mengerikan.
"Em..." fisya menggeleng dan kembali melanjutkan jalannya
"Fisya kamu baik baik saja?" Tanya jorgi menyusul jalannya
"Soal...per,tanyaan kak jorgi tadi..." putus kalimat fisya yang belum usai
Lalu ia menyingkirkan uraiyan rambut di wajahnya dan melihat jorgi
"Oh soal itu! Lupakan saja! Aku tidak memaksamu untuk menjawabnya" jorgi terus berjalan dan memandang langit malam
"Apa kak jorgi yakin dengan posisi fisya yang sekarang?" Fisya mulai memberanikan diri untuk mengungkap kan rasa yang sama
__ADS_1
Jorgi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh fisya dan langsung berhenti namun kali ini tidak berbalik arah karna enggan melihat wajah cantik yang entah sedang berusaha menunjukkan sesuatu kepada dirinya
"Ya!" Jawabnya singkat sembari meletak kan kedua tangan ke saku celana.
Berdiri tegak membelaki fisya
"Aku tidak peduli akan hal itu! Yang pasti aku mencintai mu dan apa pun yang terjadi kita bisa lalu bersama! Tapi lupakan saja!" Jorgi melanjutkan jalannya tampa menghiraukan fisya yang berdiri kaku di belakang tubuh kekar ini
Kak jorgi memang serius akan apa yang dia katakan
"Ya! Fisya mau" ujar fisya tersipu malu hingga tertuduk tidak bergerak
APA!
Jorgi langsung berhenti dan berjalan maju tepat ke depan fisya dan berusaha menyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah mendengar dengan apa yang dikatakan wanita ini
"Fisya tadi bilang apa?" Tanya jorgi spontan
"Fisya tadi bilang!..." detak jantung fisya meningkat suhu tubuhnya menaik drastis terasa hangat di bagian wajah
"Iya!...fisya mau" fisya tersenyum tersipu malu sembari mengalihkan pandangan nya
Seakan akan jorgi kehabisan kata kata
Karna terlalu gembira akan apa yang dikatakan oleh fisya
__ADS_1
Serasa dunia ini terasa sempit untuk mereka berdua dan terlalu singkat untuk mereka bersama...