KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pulang-


__ADS_3

Setelah cukup lama akhirnya lisa menghentikan tangisan nya dan langsung tersenyum seolah tidak ada yang terjadi, ia mengatakan kepada fisya bahwa dia harus segera pulang untuk menjemput hewan peliharaan nya.


Kini fisya berjalan melewati aula tamu menuju ke ruang makan, mengingat disana masih ada aron dan reza yang sibuk bertengkar tentang banyak hal, namun sedikit pun fisya tidak menjukkan raut wajah sedih nya kepada aron dan reza, ia tampak baik baik saja


"Dimana lisa?" Tanya aron kepada fisya sembari memukul kepala reza yang duduk di kursi


"Aduh!" Rintih reza memegang kepalanya dengan kedua tangan


"Dia sudah pulang! Katanya lisa mau menjemput hewan peliharannya" fisya tersenyum manis


"Kupikir lisa membenci hewan dan dia tidak mau kerepotan mengurus hewan! Tapi...ini sangat aneh!" Cerocos reza memandang fisya


Fisya tetap tersenyum dan duduk di depan reza dan aron


"Yah saatnya kita pulang!" Aron menarik telinga reza dan menyeret lelaki ini menuju ke luar ruang makan, nampaknya aron tau persis apa yang sudah terjadi.


Sedangkan reza masih kebingungan mengapa tiba tiba aron mengajak ia pulang secepat ini.

__ADS_1


Fisya terdiam, sendiri memandang handphone di tangannya, ia menghidupkan handphone itu memainkannya sejenak dan mematikannya lagi, seakan akan sudah malas untuk melakukan apa pun saat ini, karna tiba tiba mood nya hancur setelah mendengar perkataan lisa


"Andre!" Panggil fisya melihat andre berjalan melewati dirinya sembari membawa nampan menuju dapur


"Ya nona!?" Jawab andre berhenti


"Kapan tuan hans pulang!?" Fisya mulai merencanakan untuk berterimakasih kepada hans, setidaknya berterimakasih karna hans masih ingin bersama fisya setelah apa yang fisya lakukan, dan sepertinya fisya sudah memilih keputusan untuk dia dan jorgi kedepannya


"Tuan hans akan pulang pukul tujuh malam nona,tapi jika anda ingin saya bisa mengantar anda ke kantor tuan hans" tawar andre


"Terimakasih tapi tidak perlu, fisya akan nunggu tuan hans pulang, tinggal beberapa jam lagi" ujar fisya berdiri


Ia melihat dirinya di cermin


Sembari tersenyum, berusaha mengeluarkan senyum sempurnanya didepan kaca dengan berbagai ekspresi


"Terimakasih tuan hans! Karna anda sudah membelikan handphone ini!" Fisya tersenyum kaku, kemudian kembali merengut

__ADS_1


Tidak! Bukan seperti itu!


Ia mencoba tersenyum lagi


"Terimakasi tuan hans, fisya senang tuan hans memberikan fisya handphone!" Lagi lagi ai menggeleng kesal, dan menepuk keningnya


Sekarang aku terlihat seperti wanita penjilat yang tergila gila akan harta.


Kemudia ia tersenyum lagi, baru saja sepatah kata ingin keluar dari bibirnya, fisya sudah kembali merengut, alisnya mengkerut seakan akan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Tak lain itu adalah perkataan lisa.


Terngiang di benak fisya, lisa yang tengah berlutut dan memohon kepadanya, seakan akan fisya sudah melakukan hal yang besar dan berarti dalam hidup lisa


"Aku mohon! Sadarilah perasaan hans kepadamu!


Terima lah cinta hans, tolong!" Dan yang paling melekat di kepala fisya adalah ketika lisa mengatakan hal ini...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2