
Hans meninggalkan mika dengan seribu ketakuttan semua orang di ruangan mulai mulai menerka nerka apa yang akan terjadi pada mika kedepannya
Bahkan ada yang mengira mika akan di kurung di jeruji besi untuk selama lama nya atau dicampakkan di pulau terpencil tampa persiappan
"Yah sebaik nya kita pulang" ucap reza melihat lisa yang berdiri disebelahnya
Disisi lain keadaan canggung terasa di mobil hans
Fisya yang menunduk sesekali memberanikan diri melirik wajah seram hans yang tengah dipanda emosi
Lelaki ini benar benar bencana!
Aku harus berhati hati dengannya
"Apa ada tujuan lain tuan?" Tanya andre yang tengah menyetir
"Pulang!" Perintah hans dingin terdengar semakin menyeramkan bila kau melihat sorot matanya
Selama perjalanan fisya hanya menunduk diam tak berani bersuara tapi dibenaknya ia berpikir jika hans selalu ikut campur dalam masalahnya maka masalah itu sendiri bisa semakin besar dan akan selalu bertambah
Berkali kali fisya berpikir untuk mengatakan bahwa hans tidak perlu ikut campur dalam masalahnya tapi jika dilihat lihat mood hans sedang tidak stabil
Bisa saja fisya diturunkan di belahan hutan gelap ini atau bahkan lebih parah
"Tuan kita sudah sampai!" Andre menghentikan mobil tepat didepan pintu masuk
Setalah bodyguard itu membukakan pintu mobil untuk hans
Dengan segera hans turun tampa menyisakan satu kata pun
__ADS_1
Cemas dan takut melanda fisya rasanya ia tidak ingin turun dari mobil ini
Ingin didalam mobil selama lamanya sampai mood hans berubah
"Apa nona baik baik saja?" Tanya andre melihat wajah cemas fisya dari spion
Tidak ada sahut suara dari fisya ia hanya sibuk memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya sehingga tidak mendengar perkataan andre
"Nona!" Andre memastikan
"Iya..." suara fisya terdengar sangat lembut dan lucu
"Apa anda baik baik saja?" Tanya andre lagi
"Ya! Kenapa? Fisya baik baik aja" fisya tersenyum
Mengingat bodyguar yang bertugas membukakan pintu untuk fisya sudah menunggu cukup lama agar fisya keluar dari mobil
"Hm... anda bisa keluar dan menyusul tuan hans nona?" Tanya sopan santun andre yang kembali mengingatkan fisya bahwa ia akan mendapatkan masalah malam ini
"Iya... fisya turun sekarang" fisya turun dari mobil
Melewati pintu masuk dan berjalan menapakki satu persatu anak tangga
Apa yang harus aku lakukan!
Jika di diamkan iblis akan terus ikut campur dalam urussan ku!
Tapi jika aku mememintanya untuk berhenti, aku akan mendapat masalah
__ADS_1
Jika dipikir pikir jika aku mengingatkannya saja dia akan menerimanya
Tak sandar waktu telah lama berlalu hingga ia berada tepat didepan pintu kamar
Sempat fisya berpikir kedua kalinya untuk membuka pintu itu
Akhirnya ia memutuskan untuk masuk dan menerima apapun yang terjadi, dibulat kannya tekad untuk meminta hans berhenti ikut campur dalam masalahnya
Saat dibuka pintu itu terlihat hans yang baru usai keluar dari kamar mandi tidak mengenakan pakaiyan sehelai pun melainkan hanya handuk kecil yang dililitkan dipinggang dan satu handuk lagi yang dilintangkan di pundak
Tubuh kekar itu semakin menonjolkan ketampanan dan kegagahan hans
"Agh!..." teriak fisya menutup matanya
" tuan hans! Pakai baju mu" ucap fisya menutup matanya
Sejenak hans kebingungan akan fisya
Tingkah konyol dan polos nya membuat hans ingin tertawa terbahak bahak
"Kenapa? Inikan kamar ku" hans berjalan santai menuju lemari pakaiyan
Fisya terus menutup matanya dan hendak keluar dari kamar diselusurinya dinding guna menukan gagang pintu
"Kau ingin kemana!? Tidakkah kau lihat aku tengah mengganti baju?" Ucap hans yang tidak berarti apa apa di benak fisya
"Tutup pintunya! Gadis bodoh!" Hans mengambil pakaiyan dari lemari...
Bersambung-
__ADS_1