KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Handphone


__ADS_3

Getaran yang bertepatan suara handphone membangunkan fisya dari tidur lelapnya,tampa membaca atau mencari tau siapa penelpon itu fisya langsung saja menjawab panggilan pagi hari ini dan meletakkan handphone nya ke telinga


"Ya!?" Tanya fisya sedikit loyo


" selamat pagi cantik!!" Sahut suara lelaki dari hadphone itu


Sekejap fisya beranjak bangun dari tidurnya dan berjalan sedikit ke pojok ruangan, karna tidak ingin hans bangun apalagi sampai mengetahui bahwa yang tengah menelpon fisya ialah lelaki


"Ada apa?" Ketus fisya


"Tidak ada! Aku hanya ingin membangunkan pacar kesayangan ku!" Ujar jorgi berlagak manis


Hening jawaban fisya, ia tidak percaya jorgi menelpon dirinya sepagi ini, mengingat jorgi mengerti dan tau bahwa posisi keberadaan fisya di kehidupan hans.


Bisa saja lelaki itu mati berceceran darah jika hans tau ia menelpon fisya


"Apa kau akan ke kampus?" Tanya jorgi


Fisya mengerutkan alis dan memijat kening nya dengan jemari sembari menghela nafas


"Iya, fisya bakal ke kampus, sudah dulu ya fisya mau mandi!" Lagi lagi fisya menjawab ketus


Dan langsung mematikan telpon nya!

__ADS_1


Bukan karna fisya kesal atau marah dengan jorgi hanya saja fisya tidak ingin lelaki ini mendapatkan masalah atau bermasalah dengan hans.


Tampa fisya sadari ternyata hans sudah bangun


Entah sebatas mana hans tau tentang sosok yang menelpon tapi nampaknya wajah hans terlihat dingin


"Siapa yang menelpon?" Tanya hans menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya


Berbohong!


Apa aku akan terus berbohong untuk menjawab setiap pertanyaan tuan hans?


Tapi aku harus bagaimana lagi!


"Kak diandra!" Senyum fisya menyembunyikan handphone nya di belakang punggung


"Hari ini kau ikut aku ke kantor!" Kata hans melirik ke arah fisya


Mengingat hari ini hans harus menghadiri beberapa rapat dan mengurus dokumen dokumen kantor yang menumpuk, sementara fisya berdiri kaku dengan wajah terkejutnya


"Tapi tuan hans! Fisya hari ini mau ke kampus" jawab fisya berniat menolak, walau ia tau bahwa perintah hans mustahil untuk dihindari apalagi di tolak dengan alasan apapun


"Aku tidak peduli!" Ketus hans mengambil handuk di lemari dan berjalan menuju kamar mandi

__ADS_1


Menyebalkan! Tidak bisa ditolak!, tidak bisa di bantah, tidak bisa berbuat apapun disaat dia memerintah ku! Kau pikir aku ini apa? Pelayan mu! Atau budak mu!!


Diam fisya menghentak hentakkan kaki sembari berbicara tampa mengeluarkan suara, seakan akan tengah mengomeli sosok hans dibalik pintu kamar mandi.


Fisya membantingkan tubuh ke atas kasur dan membuka email handphone nya lalu memilih untuk memberi tau jorgi akan hal ini


Fisya : hari ini aku tidak bisa ke kampus


Jorgi :kenapa? Apa kau sakit? :(


Fisya :tidak! Aku harus menemani tuan hans ke kantor hari ini!^\~^


Jorgi :yah! Sayang sekali! Padahal aku ingin bertemu dengan mu:,(


Fisya : maaf! Hari ini tidak bisa


"Hei wanita!" Panggil hans dari kamar mandi


"Siapkan baju ku!" Lagi lagi perintah hans


Dengan sesontak fisya berjalan ke depan lemari dan mengambil baju dan jaz yang biasanya hans kenakan lalu meletakkan tumpukan pakaian itu ke atas kasur dan ia kembali berbaring


"Andre sudah menyiapkan chek uang bulanan mu!" Ujar hans keluar dari kamar mandi

__ADS_1


Fisya mengabaikan kedatangan hans, ia hanya terpaku pada lelangit kamar,berbaring dengan kedua tangan yang terbentangkan seakan akan terlihat sangat santai...


Bersambung-


__ADS_2