KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Ciuman pertama


__ADS_3

Fisya memejamkan matanya dengan sekuat kuat nya kerna memang gadis polos ini belum memiliki pengalaman sama sekali


Lugu sekali


Hans mencium bibir kecil fisya dan melu-matnya


Memang terasa sangat nikmat bagi hans


Namun fisya merasa ketakuttan dan sangat malu


Ingin rasanya hans meneruskan dan memperlama ciuman itu namun sayang fisya polos nan lugu ini belum mengerti apa apa


Wajar saja umurnya baru 17 tahun


"Gadis bodoh!" Hans berhenti dan memandang wajah fisya


"Jika sedang berciuman jangan menahan nafas! Kau bisa mati" hans mengetuk kepala fisya dengan tangannya


Mati saja kau!


Siapa juga yang ingin berciuman dengan mu


Wajah kesal fisya semakin membuat hans ingin terus bersama wanita ini


Hans memang belum puas akan ciumannya


Ini pertama kalinya hans mencium gadis yang tidak memiliki pengalaman


"Lepassin wajah fisya" fisya memberontak kecil


Situasi seperti inilah yang sangat mudah bagi hans untuk memanfaatkannya


Hans tersenyum licik dan memperkuat genggaman tangannya

__ADS_1


"Akan ku lepaskan jika kau ingin menciumku lagi" hans dengan senyum liciknya membuat fisya benar benar kesal


Agh! Tunggu saja pembalassan ku dasar kau iblis


"Gak mau!" Tolak fisya yang diiringi dengan tatapan kesal nya


"Yah jika tidak mau maka kau harus menerima memar di wajah mu" perkataan hans kali ini akan membuat fisya mati dalam penyesalan


Dengan sangat terpaksa Fisya kembali menutup matanya menunggu hans melakukan bagiannya


Namun sudah cukup lama fisya menutup mata dan hans belum juga mencium dirinya atau melepaskan pipi mungil fisya


Apa yang sedang di lakukan iblis ini


Fisya terus memejamkan mata


Sedangkan hans dengan santai memandang wajah fisya sembari tersenyum tipis


Benar benar bodoh


Fisya membuka matanya dengan keheranan tingkat tinggi


Bukankah hans tidak pernah melepas mangsanya tapi kenapa ia tidak mencium fisya


Padahal fisya sudah sangat mempersiapkan diri akan hal itu


"Aku akan melepas kan wajah mu tapi kau harus memeluku" hans benar benar pandai memanfaatkan situasi


Tadi mencium sekarang memeluk!


Sebenarnya kau ingin apa dasar iblis


Dengan perlahan hans melepaskan wajah fisya dan membentangkan kedua tangannya

__ADS_1


Menunggu fisya memeluk tubuh besar milik hans


Fisya memalingkan wajah dan turun membentangkan tangan sebari mendekat


Lalu saat wajahnya sudah menempel di tubuh hans


Fisya memeluk hans dengan seribu penyesallan di benak nya


"Aku suka kau menjadi penurut seperti ini" hans memeluk tubuh kecil fisya


"Kita harus melakukan ini tiap hari" pancing emosi fisya oleh hans


Mungkin inilah yang dimaksud dengan kata TERSIKSA


Fisya terus memeluk tubuh besar hans Hingga


Iblis satu ini memintanya untuk melepaskan pelukkan itu


Namun seiring berjalannya waktu hans belum meminta fisya untuk melepaskan pelukkannya hingga fisya mulai merasa muak


"Boleh fisya lepas sekarang!?" Tanya fisya memandang wajah hans yang terlihat begitu tinggi


"Tidak" ujar hans dingin


"Tapi kapan?" Fisya mengerutkan alisnya dan berusaha menahan emosi


"Sampai kau menyadari akan kesalahan mu" hans semakin mempererat pelukannya


Hingga handphone hans berdering diatas meja terpaksa hans melepas pelukan hangat nya dan mengangkat telpon itu


Tidak ingin kalah dari hans fisya juga harus pandai memanfaatkan situasi


Usai hans melepaskan pelukannya fisya langsung berlari ke luar kamar menuju taman...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2