
Fisya memejamkan matanya dengan sekuat kuat nya kerna memang gadis polos ini belum memiliki pengalaman sama sekali
Lugu sekali
Hans mencium bibir kecil fisya dan melu-matnya
Memang terasa sangat nikmat bagi hans
Namun fisya merasa ketakuttan dan sangat malu
Ingin rasanya hans meneruskan dan memperlama ciuman itu namun sayang fisya polos nan lugu ini belum mengerti apa apa
Wajar saja umurnya baru 17 tahun
"Gadis bodoh!" Hans berhenti dan memandang wajah fisya
"Jika sedang berciuman jangan menahan nafas! Kau bisa mati" hans mengetuk kepala fisya dengan tangannya
Mati saja kau!
Siapa juga yang ingin berciuman dengan mu
Wajah kesal fisya semakin membuat hans ingin terus bersama wanita ini
Hans memang belum puas akan ciumannya
Ini pertama kalinya hans mencium gadis yang tidak memiliki pengalaman
"Lepassin wajah fisya" fisya memberontak kecil
Situasi seperti inilah yang sangat mudah bagi hans untuk memanfaatkannya
Hans tersenyum licik dan memperkuat genggaman tangannya
__ADS_1
"Akan ku lepaskan jika kau ingin menciumku lagi" hans dengan senyum liciknya membuat fisya benar benar kesal
Agh! Tunggu saja pembalassan ku dasar kau iblis
"Gak mau!" Tolak fisya yang diiringi dengan tatapan kesal nya
"Yah jika tidak mau maka kau harus menerima memar di wajah mu" perkataan hans kali ini akan membuat fisya mati dalam penyesalan
Dengan sangat terpaksa Fisya kembali menutup matanya menunggu hans melakukan bagiannya
Namun sudah cukup lama fisya menutup mata dan hans belum juga mencium dirinya atau melepaskan pipi mungil fisya
Apa yang sedang di lakukan iblis ini
Fisya terus memejamkan mata
Sedangkan hans dengan santai memandang wajah fisya sembari tersenyum tipis
Benar benar bodoh
Fisya membuka matanya dengan keheranan tingkat tinggi
Bukankah hans tidak pernah melepas mangsanya tapi kenapa ia tidak mencium fisya
Padahal fisya sudah sangat mempersiapkan diri akan hal itu
"Aku akan melepas kan wajah mu tapi kau harus memeluku" hans benar benar pandai memanfaatkan situasi
Tadi mencium sekarang memeluk!
Sebenarnya kau ingin apa dasar iblis
Dengan perlahan hans melepaskan wajah fisya dan membentangkan kedua tangannya
__ADS_1
Menunggu fisya memeluk tubuh besar milik hans
Fisya memalingkan wajah dan turun membentangkan tangan sebari mendekat
Lalu saat wajahnya sudah menempel di tubuh hans
Fisya memeluk hans dengan seribu penyesallan di benak nya
"Aku suka kau menjadi penurut seperti ini" hans memeluk tubuh kecil fisya
"Kita harus melakukan ini tiap hari" pancing emosi fisya oleh hans
Mungkin inilah yang dimaksud dengan kata TERSIKSA
Fisya terus memeluk tubuh besar hans Hingga
Iblis satu ini memintanya untuk melepaskan pelukkan itu
Namun seiring berjalannya waktu hans belum meminta fisya untuk melepaskan pelukkannya hingga fisya mulai merasa muak
"Boleh fisya lepas sekarang!?" Tanya fisya memandang wajah hans yang terlihat begitu tinggi
"Tidak" ujar hans dingin
"Tapi kapan?" Fisya mengerutkan alisnya dan berusaha menahan emosi
"Sampai kau menyadari akan kesalahan mu" hans semakin mempererat pelukannya
Hingga handphone hans berdering diatas meja terpaksa hans melepas pelukan hangat nya dan mengangkat telpon itu
Tidak ingin kalah dari hans fisya juga harus pandai memanfaatkan situasi
Usai hans melepaskan pelukannya fisya langsung berlari ke luar kamar menuju taman...
__ADS_1
Bersambung-