KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Hujan


__ADS_3

"Saya sudah memintanya untuk pergi tuan tapi nampaknya nyonya tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan anda" andre kembali datang menghampiri hans yang tengah meminum coklat panas


Yang benar saja!


Tampa berbicara hans berdiri dengan wajah mengerikannya dan berjalan menuju pintu


Dilihat hans hanya berbicara lewat pintu dengan sosok wanita di hadapannya tampa meminta wanita itu masuk terlebih dahulu


"Itu siapa andre?" Tanya fisya menyusul andre yang hendak pergi


"Itu ibu tuan hans nona" andre kembali melanjutkan jalannya


Ibu tuan hans?


Kenapa tidak masuk!?


Diluarkan hujan


Fisya berdiri berjalan sembari memiringkan kepala berusaha melihat bagaimana bentuk sosok ibu dari iblis ini


Tubuh hans yang besar dan cela pintu yang ia buka cukup kecil hingga menyulitkan fisya untuk mengintip


"Aku sibuk!" Ujar hans lalu menutup pintu itu


Fisya yang berdiri tidak terlalu dekat dengan hans pun kebingungan


Melihat aksi hans yang begitu di luar dugaan


Dengan begitu santainya hans bejalan sembari menggaruk rambutnya melintasi fisya yang berdiri di samping jalan hans


"Tapi tuan hans!" Fisya kembali mengikuti jalan hans dari belakang

__ADS_1


"Di luar kan hujan,nanti dia bisa kedinginan" ujar fisya tidak menghentikan langkah nya


"Dia salah satu wanita kaya di kota ini...


Dia punya mobil dan asisten, jika dia tidak gila maka dia akan pulang!" Hans mulai menapakki anak tangga


Kejam sekali!


Hei iblis! Itu ibu mu!!


Lalu fisya menarik lengan baju hans dan memintanya untuk berhenti sejenak


"Tuan hans! Diluar hujan" fisya melihat wajah hans yang nampak tidak peduli


"Aku tau!" Hans kembali meneruskan jalannya


Aksi fisya tidak sampai disini ia tetap mengejar hans hingga sampai di lorong menuju kamar


"Tuan hans!" Kali ini nada berbicara fisya sedikit memberontak


Hans tersenyum tipis dan memutar tubuhnya melihat gadis yang tengah di landa emosi ini


Memang hans selalu ingin melihat bagaimana sikap fisya ketika ia sedang marah


"Tuan hans lihat! Dia itu udah tua dan diluar hujan" bentak fisya memengenggam tangan kiri hans


"Fisya mohon! Izinin dia masuk" fisya mengerutkan alis dan merendahkan tubuhnya guna mendapatkan izin dari iblis yang tidak memiliki hati ini


Aku pikir kau akan marah!


Ternyata sama saja!

__ADS_1


"Aku tidak peduli" ujar hans enggan melihat fisya yang berada di hadapan nya


"Kalo tuan hans gak peduli! Fisya juga gak peduli sama tuan hans!" Fisya melepaskan genggaman tangannya


"Fisya bakal bukain pintu buat dia" fisya meninggalkan hans dan berjalan melewati anak tangga menuju pintu yang tertutup rapat itu


Nampaknya wanita tua yang berada di depan pintu masih ada di sana


Menantikan anak tunggalnya membuka kan pintu untuk dirinya


Meski harapan itu akan hancur


Lalu di luar dugaannya pintu itu terbuka sedikit dan muncullah sosok wanita sederhana


"Maaf fisya telat bukain nya" ucap fisya


Dilihat nya wanita yang mulai menua ini berlagak bak nya bangsawan


Dengan baju berwarna merah sesuai dengan sepatunya dan rambut yang ditata sedemikian rupa


Semakin menonjolkan kekayaannya


Siapa ini?


Apa dia istri hans?


Nyonya besar steven glen begitulah semua memanggilnya


Meski hans sudah sukses sejak masih berumur 17 tahun bisa di bilang ini pertama kalinya ibu hans menginjakkan kaki ke aula tamu...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2