
Sudah pukul 17:30
Waktu sudah lama berlalu hendaknya sekarang ketiga karyawan teladan itu pulang
Fisya bergegas untuk pulang
Hendak ia tuju pintu keluar tokoh
Bayangan akan betapa bahagianya johan dan mika malam ini membuatnya sangat ingin menghentikan waktu untuk selama lamanya
"Hei ada apa!" Tanya lisa menepuk pundak fisya
Sesaat fisya terkejut namun ia tau tangan putih mulus itu milik lisa
"Eh lisa! Maaf fisya gak liat" fisya menghadap ke arah lisa
"Ada apa teman! Sepertinya kau sedang tertekan!" Lisa menaikkan pundaknya
"Gak fisya cuma...cuma lagi gak enak badan"ucap fisya tersenyum lugu
Disela sela pembicaraan mereka terlihat mobil mewah berwarna merah parkir didepan tokoh kue,mobil yang tampak familiar di benak fisya
"Ah aku sudah dijemput! Dah!"lisa pergi meninggalkan fisya dengan melambaikan tangan
Sepertinya aku kenal mobil itu
Fisya terus memandangi mobil itu hingga tak terlihat lagi bayangannya,sejenak pikirannya kembali lagi akan johan dan mika membuat air matanya berlinangan
"Eee...fisya!" Alex menghampiri fisya membawa kantung kertas ditangannya
__ADS_1
"Ya!?" Tanya fisya halus membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi nyaman dan hangat
"Eee...tadi aku membuatkan ini untukmu"alex memberikan kantung kertas itu ke hadapan fisya dengan pipi yang mulai memerah
"Untuk fisya?" Tanya fisya menyakinkannya sekali lagi
"Ya!" Alex menggosok kepalanya
Fisya mengambil kantung kertas dari tangan alex dan diintipnya sejenak apa isi dari kantung itu ternyata isinya adalah kue yang berbentuk domba putih yang lucu
"Ini untuk fisya?" Tanya fisya tersenyum bahagia
Alex mengangguk dan kehabisan kata kata untuk menyamarkan betapa indahnya wanita yang tengah tersenyum dihadapannya
Tak lama mobil hitam nan panjang dan mewah parkir didepan tokoh kue itu lagi mencuri pandangan alex dari fisya
"Fisya udah dijemput! Fisya duluan ya" fisya tersenyum sejenak dan berlari masuk ke dalam mobil hitam itu
Sejenak ia berpikir apakah semua yang bekerja ditokoh ini adalah orang orang yang kelebihan uang
"Nona fisya bagaimana dengan hari anda!" Tanya andre tersenyum melihat fisya yang duduk disampingnya
"Hari fisya baik" fisya meletakkan kantung kertas itu diantara batas dudukkan mereka berdua
Ande memandang kantung kertas itu
Lalu berkali kali melihat fisya yang mulai tampak membaik
"Wah sepertinya anda mendapatkan hadiah" andre tersenyum melihat fisya
__ADS_1
"Iya..." kalimat ini mengakhiri basa basi diantara mereka berdua
Tak lama fisya berpikir apakah dia harus pergi ke pernikahan johan dan mika
Tapi itu adalah kemustahilan baginya untuk tetap tinggal
"Eee...andre!..." fisya menghela nafasnya
"Fisya mau tau tuan hana ada di rumah!?" Tanya fisya memandang andre
"Ya nona! Beliau telah menunggu anda"disematkan lagi kalimat yang membuat suasana hening sesaat
Mungkin saja andre bisa membantuku
"Andre!" Panggil fisya lagi membuat andre bingung akan dirinya
"Boleh fisya gak pergi malam ini?" Tanya fisya tersenyum kecil dihadapan andre
Andre memandang insan yang tengah melihat dirinya dengan penuh harapan
Merasa bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan itu
Andre tidak ingin merusak hari yang baik fisya
"Maaf kan saya nona! Itu diluar tanggung jawab saya"andre enggan melihat wajah kecewa fisya
Aku harus bagaimana!
Untuk memujuk tuan hans agar membiarkan aku tinggal...
__ADS_1
Bersambung-