
"Apa maksud mu!?" Tanya jorgi menunduk geram,penuh ketidak percayaan
"Fisya minta maaf! Tapi!... fisya tolong mengerti" fisya berusaha tersenyum di situasi serumit ini
Sedangkan jorgi hanya diam membatu,menggepal kedua tangannya, ia sedang berusaha menahan emosinya, ia berusaha terlihat baik baik saja di hadapan fisya, namun apa yang jorgi dapat!?
Hanya rasa sesak di dada yang tiada henti
"Aku mohon!" Sepatah kata jorgi terdengar sangat lemah dan begitu pasra.
"Fisya harap kak jorgi mengerti!" Ujar fisya masih berdiri kukuh pada pendiriannya
Dijalanan kota ini, hanya mereka yang berhenti dan berbincang di keramaian yang mulai redup, cahaya matahari sudah lama tenggelam, hanya menyisakan beberapa warna oren di langit, dan tepat di sebelah mereka jalan lintas yang dipenuhi oleh lalu lalang nya berbagai jenis mobil
"Aku mohon! Jangan lakukan ini kepadaku!" Jorgi mengenggam tangan fisya dan meletakkan tangan itu di dadanya,sembari menahan tangis
Ternyata seperti ini rasanya, rasa dimana aku harus merelakan sesuatu yang sangat ku sayangi
"Kak jorgi,..." fisya mengerutkan alisnya
Jorgi menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat, seakan akan belum bisa menerika kenyataan, ia masih berharap bahwa fisya akan berubah pikiran dan akan tetap bersama dengannya selama lamanya
Kenapa!?
__ADS_1
KENAPA!?!
Kenapa fisya meninggalkan aku seperti ini!!
"Fisya! Jangan tinggalkan aku" jorgi memelas didepan fisya, yang berusaha keras untuk tidak menatap wajah jorgi lagi
Hendaknya fisya menarik tangannya dari genggaman jorgi! Maka jorgi semakin erat mengenggam tangan itu, kini tangan fisya masih berada didadanya jorgi.seakan jorgi benar benar tidak ingin melepasnya.
"Ah! Kampus nona fisya sudah sepi ya" pancing andre ingin hans mengatakan mengapa mereka lewat jalan B 2, yang bertepatan dengan kampus fisya.
Sebenarnya andre sudah tau, bahwa hans hanya ingin memastikan fisya sudah pulang atau belum.
Hans mengabaikan andre yang tengah menyetir dan terus memandang ke luar jendela, terlihat di depan mobil mereka jorgi yang tengah berhadapan dengan wanita yang tidak begitu asing di mata hans
Untungnya andre cukup ahli dalam hal ini, jadi ia memberhentikan mobil dengan sangat mulus dan aman, bahkan tidak ada benturan sedikit pun.
"Ada apa tuan?" Tanya andre
Hans hanya terfokus memperhatikan jorgi yang tengah mengeluarkan wajah sedihnya itu didepan wanita yang tidak terlalu tinggi, rambut panjang yang terjuntai indah itu,mengingatkan hans akan fisya
Tunggu!
Baju dan tas itu! Sama seperti yang fisya kenakan tadi pagi!
__ADS_1
Hans menggepalkan tangannya
"Jalan!" Perintah hans dingin
"Fisya mohon! Mengertilah!" Fisya benar benar menarik tangannya dari genggaman jorgi dan pergi meninggalkan lelaki itu sendirian di tengah keramaian
Kenapa!?
Padahal fisya mencintaiku! Kenapa dia melakukan ini kepadaku, atau jangan jangan...
Pikiran jorgi sudah melayang cukup tinggi, hatinya benar benar remuk, jiwanya terasa hampa, kini hidup jorgi bagaikan kaca yang sudah pecah, mustahil untuk menyatukan kaca itu kembali.
fisya berjalan tak tentu arah, ingin rasanya ia pulang namun uang fisya tidak akan cukup untuk naik taxi, jalan satu satunya adalah kerumah diandra dan memintanya untuk mengantar fisya pulang.
Fisya berhenti didepan minimarket, dan membeli sebotol minuman.
Saat hendak membayar di kasir, fisya melihat diandra yang tengah memilih sayuran di pojok ruangan ini.
Kebetulan sekali.
Rumah diandra memang tidak terlalu jauh dari minimarket ini....
Bersambung-
__ADS_1