
Sudah suapan yang terakhir, fisya berdiri dan meletakkan mengkuk ke tempat cuci piring lalu mengambil kotak kapsul di meja.
Fisya kembali duduk di sebelah hans, membuka kotak kampul itu dan menuangkan beberapa kapsul vitamin ke tangannya, dan mengambil segelas air
"Tuan hans harus minum vitamin!" Fisya menjulurkan tangan yang diatasnya ada beberapa kapsul dan segelas air
Hans memandang fisya sembari tersenyum, dan kemudian dengan sangat cepat menarik tangan fisya ke arahnya dan memeluk tubuh fisya dengan sangat erat
"Tuan hans?" Panggil fisya heran
"Aku sangat senang malam itu kau tidak kenapa napa!" Ucap hans mempererat pelukannya.
"Ya, fisya gak papa, tuan hans harus minum vitamin" fisya melepaskan pelukan hans
Hans memandang wajah fisya dan lagi lagi menarik kepala fisya dan dengan sangat lembut hans mencium fisya tepat di bibir.fisya terdiam, memandang wajah hans seakan akan terkejut dengan apa yang di lakukan hans.
"Tuan hans sedang sakit, jadi jangan bercada," fisya lagi lagi memberikan kapsul itu dengan segelas air
"Apa kau akan marah bila aku tidak meminum itu?" Tanya hans
__ADS_1
"Sangat! Fisya sangat marah" fisya dengan mimik wajah yang memadai memandang hans
"Yah baiklah"hans membuka mulutnya menunggu fisya menyuapkan kapsul itu.
Tampa ragu ragu fisya menyuapkan kapsul itu dan memberi hans minum, kemudian meletakkan kembali gelas dan kotak kapsul nya ke atas meja, betingkah seakan akan hans tidak melakukan apapun kepada dirinya tadi
"Aku suka saat kau sedang merawatku! Sepetinya kau sedang khawatir dan juga marah " ucap hans memandang fisya yang berdiri di depan meja makan
Fisya hanya diam, tidak menjawab apa apa, karna apa yang dikatakan oleh hans itu semuanya benar, perasaan fisya sekarang tengah tercampur aduk
"Aku lebih suka sakit setiap hari dan selalu berada di ruangan ini, agar kau bisa terus merawatku dan selalu khawatir kepadaku!" Ucap hans memandang ke luar jendela
"Tapi-" fisya menunduk, membelakangi hans dan enggan memandang hans untuk sesaat setelah hans mengatakan hal itu
Jujur hans sedikit terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh fisya, seakan akan fisya begitu ingin melihat nya sembuh
"Kenapa?" Tanya hans
Fisya berbalik badan dan berjalan ke arah hans kemudian berdiri di samping kasur hans sembari menunduk
__ADS_1
"Karna, fisya mau tuan hans sembuh!"jawab fisya sedikit di imbangi dengan rasa malu karna sudah mengatakan hal itu
Hans tersenyum, dan menepuk ujung kasur nya seakan akan meminta fisya untuk duduk di sebelahnya, fisya duduk di sebelah hans yang memandangi dirinya.
Kemudian hans menarik kepala fisya ke dadanya dan memeluk fisya kemudian dengan sangat lembut hans mencium kepala fisya sembari mengelusnya
"Aku akan segera sembuh!" Ucap hans
"Aku berjanji....
Bersambung-
Next episode, jangan lupa like,coment and vote sebanyak banyak nya ya^^
And berhubung author ada karya baru jadi lumayan sudah mengimbangi untuk up kedua dua nya, hehe maklum
Btw jangan lupa baca juga "what's up love?"
Karya baru author.
__ADS_1
Jalan ceritanya cukup berat ya, karna author memilih dua pemeran utama yaitu ellivia dan charles, dimana ellivia adalah seorang mavia dan charles adalah lelaki dewasa ...
Hehehe promosi🤣😭🙏🏼