KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Kampus


__ADS_3

Fisya terjaga dari tidurnya


Di kasur yang besar dan empuk ini tidak ia temukan kehadiran hans


Sudah beberapa hari hans tidak tidur di rumah entah dia yang bangun lebih awal sehingga fisya tidak menemuinya di pagi hari atau hans memang tidak pulang kerumah


Mengingat kejadian kemarin yang cukup besar dan mengerikan


Untung saja fisya bisa menenangkan ego dan murka hans


Fisya mengambil handphone nya yang tergeletak di atas meja


Dilihatnya grup kampus tengah heboh membicarakan sesuatu


Sesuatu yang berkaitan dengan tugas naskah


Yang seharusnya di kumpulkan hari ini


Usai mandi dan bersiap fisya turun ke bawah untuk melihat apakah iblis itu ada di meja makan


Karna jika ada maka pagi ini akan menjadi pagi yang sangat panjang


"Tuan aron mau kemana?" Tanya fisya berhenti ditengah tengah tapakkan tangga usai ia lihat aron tengah menyeret koper besar


"Yah! Aku membeli apartement di sebelah lisa, jadi aku akan pindah kesana" aron berhenti dan memandang fisya


"Aku akan disini cukup lama jadi aku putuskan untuk membeli apartement" sambung aron melihat fisya tengah menuruni tangga


"Tuan aron hati hati!" Usai kalimat pendek untuk mengakhiri pembicaraan ini fisya pergi ke dapur untuk memastikan dimana iblis itu berada


Dimasukkinya ruang makan tidak ada siapa siapa

__ADS_1


Dilihatnya dapur juga tidak ada yang memasak


Kini fisya menjadi bingung berjalan tampa tujuan di rumah besar ini


"Andre! Tuan hans kemana?" Fisya menghampiri andre yang tengah berdiri di taman


"Nona fisya! Tuan sudah pergi ke kantor pagi pagi sekali"andre tersenyum


"Dan tuan hans berpesan bahwa tuan hans tidak akan pulang malam ini" berita yang begitu gembira ini benar benar membuat fisya senang


Jadi iblis itu tidak akan pulang malam ini?


Sepertinya ini hari keberuntunganku


"Andre boleh fisya minta tolong" ujar fisya


"Fisya mau ke kampus andre bisa anterin fisya gak?" Apa pun yang dikatakan oleh wanita ini selalu terdengar menyenangkan dan ramah


Dimobil tidak terjadi percakappan antara fisya dan andre


Andre yang sibuk memperhatikan jalanan


Sedangkan fisya sibuk memandang luar kaca mobil


Tak jelas apa yang ia lihat tapi sepertinya fisya mulai menyukainya


Jalanan kampus yang cukup jauh ini melewati rumah keluarga fisya


Dilihatnya rumah yang kini semakin kusam dan lapuk itu semakin menyedihkan


Beredar kabar bahwa sang ibu telah beberapa kali ditiduti oleh bos ayah nya

__ADS_1


Sungguh menyedihkan


Benak fisya


Mobil berhenti tepat didepan gerbang kampus


Beberapa mahasiswa sudah ambil posisi duduk di kelas karna memang fisya hari ini sedikit terlambat


"Akan saya jemput anda pukul tiga nona" andre melihat fisya yang keluar dari pintu mobil


"Iya..." ujar fisya lembut meninggalkan andre


Fisya berlari lari kecil melewati gerbang


Dilihatnya dari jauh pundak seorang lelaki yang biasanya menghampiri dirinya


Tapi kali ini sepertinya lelaki itu tengah tergesah gesah


"Kak jorgi!" Panggil fisya dari kejauahn yang tidak ada sahutan dari jorgi


Jorgi tampak sibuk berjalan cepat sembari mengacak acak tas nya


Membuatnya tidak mendengar fisya tengah memanggil dirinya


Terlalu sibuk hingga ia tidak sadar buku kecil terjatuh dari tasnya


Fisya berjalan mengambil buku itu


Buku dengan sampul hitam bertulissan "my book"


Buku harian kak jorgi?...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2