
Fisya terjaga dari tidurnya
Di kasur yang besar dan empuk ini tidak ia temukan kehadiran hans
Sudah beberapa hari hans tidak tidur di rumah entah dia yang bangun lebih awal sehingga fisya tidak menemuinya di pagi hari atau hans memang tidak pulang kerumah
Mengingat kejadian kemarin yang cukup besar dan mengerikan
Untung saja fisya bisa menenangkan ego dan murka hans
Fisya mengambil handphone nya yang tergeletak di atas meja
Dilihatnya grup kampus tengah heboh membicarakan sesuatu
Sesuatu yang berkaitan dengan tugas naskah
Yang seharusnya di kumpulkan hari ini
Usai mandi dan bersiap fisya turun ke bawah untuk melihat apakah iblis itu ada di meja makan
Karna jika ada maka pagi ini akan menjadi pagi yang sangat panjang
"Tuan aron mau kemana?" Tanya fisya berhenti ditengah tengah tapakkan tangga usai ia lihat aron tengah menyeret koper besar
"Yah! Aku membeli apartement di sebelah lisa, jadi aku akan pindah kesana" aron berhenti dan memandang fisya
"Aku akan disini cukup lama jadi aku putuskan untuk membeli apartement" sambung aron melihat fisya tengah menuruni tangga
"Tuan aron hati hati!" Usai kalimat pendek untuk mengakhiri pembicaraan ini fisya pergi ke dapur untuk memastikan dimana iblis itu berada
Dimasukkinya ruang makan tidak ada siapa siapa
__ADS_1
Dilihatnya dapur juga tidak ada yang memasak
Kini fisya menjadi bingung berjalan tampa tujuan di rumah besar ini
"Andre! Tuan hans kemana?" Fisya menghampiri andre yang tengah berdiri di taman
"Nona fisya! Tuan sudah pergi ke kantor pagi pagi sekali"andre tersenyum
"Dan tuan hans berpesan bahwa tuan hans tidak akan pulang malam ini" berita yang begitu gembira ini benar benar membuat fisya senang
Jadi iblis itu tidak akan pulang malam ini?
Sepertinya ini hari keberuntunganku
"Andre boleh fisya minta tolong" ujar fisya
"Fisya mau ke kampus andre bisa anterin fisya gak?" Apa pun yang dikatakan oleh wanita ini selalu terdengar menyenangkan dan ramah
Dimobil tidak terjadi percakappan antara fisya dan andre
Andre yang sibuk memperhatikan jalanan
Sedangkan fisya sibuk memandang luar kaca mobil
Tak jelas apa yang ia lihat tapi sepertinya fisya mulai menyukainya
Jalanan kampus yang cukup jauh ini melewati rumah keluarga fisya
Dilihatnya rumah yang kini semakin kusam dan lapuk itu semakin menyedihkan
Beredar kabar bahwa sang ibu telah beberapa kali ditiduti oleh bos ayah nya
__ADS_1
Sungguh menyedihkan
Benak fisya
Mobil berhenti tepat didepan gerbang kampus
Beberapa mahasiswa sudah ambil posisi duduk di kelas karna memang fisya hari ini sedikit terlambat
"Akan saya jemput anda pukul tiga nona" andre melihat fisya yang keluar dari pintu mobil
"Iya..." ujar fisya lembut meninggalkan andre
Fisya berlari lari kecil melewati gerbang
Dilihatnya dari jauh pundak seorang lelaki yang biasanya menghampiri dirinya
Tapi kali ini sepertinya lelaki itu tengah tergesah gesah
"Kak jorgi!" Panggil fisya dari kejauahn yang tidak ada sahutan dari jorgi
Jorgi tampak sibuk berjalan cepat sembari mengacak acak tas nya
Membuatnya tidak mendengar fisya tengah memanggil dirinya
Terlalu sibuk hingga ia tidak sadar buku kecil terjatuh dari tasnya
Fisya berjalan mengambil buku itu
Buku dengan sampul hitam bertulissan "my book"
Buku harian kak jorgi?...
__ADS_1
Bersambung