KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Anak tak berguna


__ADS_3

"Fisya kamu harus tidur dengan bos ayah untuk mengembalikan perekonomian dan nama baik ayah" lelaki itu duduk dengan membusungkan dada


"Yah kau harus melakukannya!.diingat ingat kau adalah anak yang tidak berguna" sahut ibu fisya


Fisya memandang air mata yang jatuh kelututnya sembari mengenggam semua penyesalan ditangannya


"Hei !" Raisya duduk di hadapan fisya dan mengenggam wajah nya dengan keras " kau adalah beban bagi keluarga ini,kau tak pernah melakukan hal berguna untuk kami.setidaknya kau harus ahli dalam melayani lelaki itu di ranjang" bahaknya tertawa


Kenapa harus aku?...apakah setidak berguna itu aku dimata mereka?...hingga mereka menjadikanku alat untuk mengembalikan kejayaan mereka?...sekarang aku sangat butuh bahu untuk bersandar dan tempat berbagi duka ini...tapi sayangnya alam tidak menyediakan itu untukku


"Fisya! Bunda dan ayah sudah sepakat!. Kau akan tidur dengan lelaki itu dan dia akan menjemputmu dua minggu lagi" ibu fisya meninggalkan fisya dengan gaya berjalannya yang anggun


"Kau punya waktu dua minggu untuk belajar melayani pria di ranjang" kalimat itu disertai dengan bahak saudari fisya yang tertawa bahagia


Dengan bersamaan ketiga manusia itu meninggalkan fisya yang duduk sendiri di ruang tamu .satu tetes air matanya jatuh ke lutut,dua tetes,tiga teres, hingga air mata itu tidak bisa dihitung jatuh membasahi lutut fisya


"Nona fisya! Mari saya bantu anda ke kamar anda" pelayan yang baik hati itu mengangkat fisya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Dijerjahi lorong perlorong,anak tangga per anak tangga hingga sampailah mereka berdua di pintu kamar yang tampak kusam berbeda dengan pintu lainnya,meski kamar fisya terletak di samping kamar saudarinya namun sangat banyak perbedaan yang menonjol diantara keduanya


"Saya akan tinggalkan anda di sini nona fisya"pelayan itu pergi meninggalkan fisya didepan pintu kamar yang kusam tampa warna itu


Dibuka lah pintu kamar itu fisya masuk dan menutup pintu kamarnya...


Lihat lah alam! Sejak dulu aku memang sudah ditakdirkan mandiri,salah satu buktinya adalah kamar kusam ini hanya ada meja rias bekas,lemari tua dan kasur kecil disudut sana.


Fisya duduk di depan meja rias tua itu dan memandang wajah nya di cermin,wajah yang seharusnya tersenyum lebar layaknya anggota keluarga yang lain kini dibasahi air mata.


Tuut..tuut..tuut.. telpon fisya tidak diangkat oleh johan


Apa yang harus aku lakukan?...johan tidak mengangkat telponku. Aku akan ke rumah johan untuk memastikannya


Fisya keluar dari kamar menuju ke luar rumah lalu ia berjalan ke arah rumah johan yang letaknya tidak terlalu jauh.


Didepan rumah johan fisya mengetuk pintu besar yang dari tadi tidak ada sahutan siapa pun dari dalam rumah. tapi dilihatnya pintunya tidak terkunci

__ADS_1


"Johan?...ini fisya" fisya membuka pintu


Masuk perlahan dan fisya melihat berserakkan baju di lantai


"Johan?.." fisya maju beberapa langkah dari posisi awalnya lalu fisya menginjak pakaiyan dalam wanita. Dan di sofa ada baju gaun yang tergeletak


Fisya semakin penasaran jantung fisya berdebar dengan kencang sembari berjalan ke arah kamar johan dan mendengar ada yang mendesah di kamar itu


Seperti suara wanita


"Johan..ah...ah..pe-lan..pe-lan...ah" suara wanita itu berasal dari kamar johan.


Fisya sangat terkejut,fisya ingin berteriak namun ia menutup mulutnya dengan rapat dan berjalan mundur dengan perlahan


Ayolah fisya! Jadi pemberani dan buka kamar itu...mungkin saja itu suara tv. Benak fisya meyakinkan dirinya sendiri.


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2