KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Berkumpul


__ADS_3

Diandra dan aron kembali ke rumah sakit, dilihatnya di ruangan ada hans yang duduk di atas kasur kemudian ada fisya,lisa dan reza yang duduk berbincang dengan hans.


"Wah direktur sudah bangun ya!" Ucap diandra masuk dan meletakkan belanjaannya di atas meja


"Selamat datang kembali! Kakak" aron menghampiri hans dan duduk di ujung kasur


Hans tersenyum memandang diadra dan aron


Entah kenapa dia tersenyum, seakan akan ada hal bagus yang terlintas di benak nya


"Sepertinya aron dan diandra juga serasi ya!" Ujar hans


"Tidak!" Diadra dan aron serentak mencelah hans


"Yah lebih baik aron dan diandra ber- ehem" reza mulai ikut ikuttan


Padahal dia tidak tau sepatah reza berbicara maka kobaran emosi diandra akan tersirat.


Mereka tertawa tawa kecil, nampak begitu kompak dan bahagia, dan menyenangkannya lagi meski fisya berasa bersalah tidak sedikit pun teman teman hans menyalah kan fisya atas kejadian ini.


Tidak lama seorang wanita dengan pakaian putih membawa nampan ke ruangan hans,

__ADS_1


Meletakkan nampan itu di atas meja


"Waktunya makan dan minum vitamin tuan" wanita ini mengambil mangkuk itu dan duduk di sebelah hans


Diambil nya satu sendok bubur dari mangkuk itu dan mengarahkan sendok di tangannya ke mulut hans, namun sedikit pun hans tidak membuka mulutnya dan malah menatap sinis perawat ini


"Apa yang kau lakukan?" Tanya hans


Sejenak perawat itu terdiam, dan memandang bingung hans, jelas jelas ia tengah melakukan tugasnya sebagai perawat, apa lagi harus merawat direktur besar seperti hans ini, adalah kewajiban yang sangat menyenangkan


"E.e.. saya sedang menyuapi anda tuan, karna sudah waktunya makan dan setelah itu meminum vitamin" perawat ini tersenyum


"Aku tidak mau-" cetus hans sinis


"Tapi tuan, kata dokter-"


"Aku tidak mau!" Lagi lagi hans membantah


Entah apa yang ada di pikiran hans tapi dia terus menolak untuk makan, ditambah lagi perawat ini yang menyuapi nya.


"Eee...permisi!" Ucap fisya mendekat

__ADS_1


"Biar fisya aja" fisya mengambil mangkuk dari tangan perawat itu


Oooo... aku tau apa yang sedang terjadi di sini.


"Yah sebaiknya kita keluar!" Ucap lisa


"Aku dan diandra juga harus melakukan beberapa hal terlebih dahulu!" Aron melirik diandra yang mengangguk setuju


"Tapi kenapa!?" Tanya reza yang masih tidak tau apa yang sebenarnya ada di benak teman temannya, reza benar benar tidak memahami situasi


"Ayo!ayo cepat"lagi lagi lisa mendorong tubuh reza keluar ruangan


"Sebaiknya kau cepat atau ku injak kaki mu!" Ancam lisa sedikit membuat reza merinding, mengingat bekas sepatu lisa masih menempel sempurna di kaki reza


Reza pasrah ikut pergi entah kemana lisa membawanya, aron, diandra, bahkan perawat itu juga sudah pergi meninggalkan hans dan fisya sendiri.


Fisya duduk di sebelah hans dan mulai menyuapi hans dengan perlahan, sedikit pun fisya tidak berpikir apa apa saat ditinggalkan berdua saja dengan hans, fisya ingin merawat hans karna rasa bersalah di hati nya


"Tuan hans sedang sakit! Jadi jangan banyak bertingkah!" Ucap fisya mengambil gelas di meja


"Bubur ini tidak ada rasanya!" Cetus hans memandang mangkuk yang masih terisi penuh di tangan fisya...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2