
Selesai hans mandi dia keluar dari pintu putih di sudut ruangan ini, dan masih menemui fisya yang duduk kaku di kursi memandangi derettan gaun di gantungan
"Ada apa!?" Tanya hans mengambil perhatian fisya
"Fisya...." hendak ia menoleh ke arah hans, fisya melihat lelaki itu hanya menggunakan handuk yang ia lingkarkan di pingang dan sekujur tubuh serta rambut yang masih basah
"Tidak ada!" Dengan cepat Fisya memalingkan pandangannya enggan menatap hans
Hans berjalan mengambil baju yang sudah fisya siapkan di atas kasur, seperti biasa baju kemeja, celana panjang dan sebuah jaz, bahkan fisya menyiapkan pakaian dalam hans
"Apa kau sudah mandi?" Tanya hans mulai berpakian
Fisya mengangguk, ini terasa sangat aneh, hans yang tengah mengganti baju tapi fisya yang merasakan malu bertubi tubi.
Hans melihat anggukan kepala fisya dari belakang, nampaknya fisya tengah menyembunyikan wajah nya
"Kenapa belum berganti baju?" Tanya hans heran
__ADS_1
Lelaki ini selesai menganti baju nya, hanya tinggal mengenakan jaz dan dasi, hans berjalan ke arah fisya dan duduk di kasur tepat berhadapan dengan wanita ini
Apa dia sudah mengenakan baju nya?
Pikir fisya perlahan melihat ke arah hans, dan betapa beruntung nya dia ketika melihat hans sudah berpakian setidaknya rasa malu fisya mulai menghilang
"Kenapa?, apa kau tidak suka dengan semua barang ini?" Tanya hans menatap langsung mata fisya
"Gak! Bukan gitu, fisya bingung milih yang mana" lugu fisya menunduk sembari memainkan rambut nya
"Bagiku! Apapun yang kau kenakan, fisya tetap terlihat cantik di mata ku" ucap hans
"Aku akan menunggu mu di bawah, nanti bawakan jaz dan dasi ku!" Hans berdiri lalu berjalan ke luar meninggal kan fisya sendiri
Mendengar apa yang dikatakan oleh hans tentang penampilan fisya, membuatnya sedikit percaya diri, akhirnya tampa pikir pikir panjang fisya memilih gaun dengan tema bunga mawar perpaduan hitam dan merah, kemudian memilih sepatu dan tas yang dia anggap cocok
__ADS_1
Beginilah kilas balik penampakkan baju yang fisya kenakan.
Setelah menata rambut dan memilih kalung, fisya langsung mengambil jaz dan dasi hans di atas kasur kemudain turun ke bawah untuk menunjukkan dirinya kepada hans, meski fisya merasa sedikit malu.
Dengan anggunnya fisya menapakki satu persatu anak tangga, dan melihat di aula tamu hans tengah berdiri berbincang dengan andre di ujung tangga, setelah mendengar langkah kaki yang menapakki anak tangga itu, hans langsung mengalihkan perhatian nya ke sumber suara.
Dilihatnya, fisya begitu cantik dan anggun mengenakan baju itu, parasnya yang memang sudah cantik didukung sempurna dengan gaun yang ia kenakan
"Kau sangat cantik!" Ucap hans setelah fisya berjalan ke hadapannya
"Tuan saya akan menyiapkan mobil anda" andre pergi meninggalkan moment ini untuk hans dan fisya
Fisya hanya tersenyum, memakai kan jaz hans ke tubuhnya dan memasang dasi untuk hans, sekilas seperti pasangan suami istri yang baru saja menikah, itulah yang ada di benak hans saat fisya memasangkan dasi untuk dirinya
"Nah! Istri ku, ayo kita berangkat" hans menjulurkan tangannya ke arah fisya bak nya seorang pangeran yang meminta putrinya untuk berdansa
Fisya mengangguk dan menyambut tangan hans, mereka berjalan berdampingan menuju ke pintu keluar....
__ADS_1
Bersambung-