
5.Kebetulan sekali hari ini fisya tidak pergi ke kampus, ia hanya mendapat pesan singkat dari diandra yang bertulisan
Diandra : hai cupu! Aku mengundang kau dan hans untuk makan malam kita akan berkumpul bersama.... apa maaf?... aku tidak menerima kata penolakkan dari undangan ku ini ya^.^
Setelah membaca itu fisya membuka kulkas di dapur dan mengambil sebotol minuman green tea, dan membawa minuman ini ke kamar, saat fisya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu, ia melihat hans yang duduk di atas kasur dengan laptop yang menyala di pangkuannya, fisya tidak begitu menghiraukan keberadaan hans dan begitu pula sebaliknya.
Wanita ini berjalan dan duduk di kursi meja rias, membuka laci kecil di sana untuk memeriksa apakah krim wajah nya masih tersisa atau sudah habis, terdengar suara gemerasak gemerusuk dari arah hans, namun fisya mengabaikannya dan tetap fokus memeriksa krim wajah itu, tiba tiba terasa oleh nya tangan besar hans yang melilit di perut kemudian dagu lelaki ini yang berpangku pada pundak fisya
"Kenapa?" Tanya fisya santai namun tidak melihat ke arah hans
"Tidak ada, aku hanya ingin memeluk mu" ujar hans yang hanya dihiraukan oleh fisya
Fisya membiarkan hans memeluk dirinya selama apapun hans mau, sedangkan dirinya beralih ke handphone di tangan, membalas undangan paksaan dari diandra itu
"Sayang!?" Sahut hans lembut
"Em" lagi lagi ini kedua kalinya fisya menyaut saat hans memanggil dirinya sayang, itu semakin membuat hans ingin memeluk keras wanita ini
" kau tau? Apa yang kau lakukan semalam itu bisa membuat aku ketagihan?" Bisik hans di telinga fisya
__ADS_1
Sesontak wajah fisya terasa panas saat hans mengatakan itu, terngiang lagi di benak nya masa masa panas semalam
"Jangan berpikir untuk melakukannya lagi" ucap fisya melihat pantulan bayangan hans di cermin
Lelaki itu hanya tersenyum manja, mempererat pelukannya dan menatap wajah cantik fisya dari pantulan cermin
"Tapi semalam kau berjanji untuk meneruskannya siang ini"
"Aku tidak berjanji"
"Sekali saja..." ujar hans
Fisya meminum green tea dari botolnya, dan seketika tubuhnya terangkat, ia digendong oleh hans berjalan ke arah kasur, kemudian hans meletakkan fisya pelan di atas kasur itu
"Aku tidak mau melakukannya lagi" ucap fisya cemberut
"Kenapa tidak mau?" Tanya hans membuka baju nya
Hendak fisya membanta sekali lagi, hans sudah mencium bibirnya, tidak memberikan celah untuk fisya menjawab, tangan hans menjerjah ke paha naik turun.
__ADS_1
Fisya ingin mendorong tubuh hans namun ia menjadi sensitif saat tangan hans menjerjah ke mrs.v nya
"Ayo lah sayang, sekali saja" pinta hans melucuti baju fisya
Fisya hanya terdiam pasra, ingin ia berhenti namun ia sudah jatuh dalam buaiayan, hans mencium leher nya, satu senti demi satu senti dan perlahan mencium turun ke arah payu-dara fisya.
Kemudian handphone hans berdering, bukan hanya sekali namun berkali kali, hans menyudahinya dan mengangkat telpon itu, sedangkan fisya langsung memakai baju nya kembali.
"Sayang sekali! Tapi lain kali, aku tidak akan membiarkan mu lolos!" Hans mencium bibir fisya pelan dan menepuk nepuk kepala fisya lembut.
Hans membenahi posisi duduk nya dan mendudukkan fisya di atas pangkuan sembari ia membuka laptop
"Siapa yang menelpon?" Tanya fisya melihat wajah hans
"Sekertaris ku"
Fisya mengangguk dan mengikat ( menguncir) rambutnya sedikit tinggi, tidak ia sadari hans memperhatikan fisya yang tengah mengikat rambut nya, terlihat di sana leher mulus fisya dan ada beberapa bekas ****** di sana
"Apa kau berusaha menggodaku sayang?" Tanya hans.....
__ADS_1
Next episode