
Hans memeluk fisya dengan sangat erat, meletakkan dagu nya di atas kepala fisya seakan akan tidak ingin kehilangan wanita ini untuk satu detik saja
"Aku minta maaf" ucap hans terdengar sangat tulus dan dalam
Sejenak fisya terbuai oleh kata kata itu, yang benar saja ternyata lelaki yang paling berkuasa, direktur utama dan orang yang paling di kagumi juga dapat mengatakan 'maaf' atas kesalahan yang telah ia buat.
Seolah fisya tidak dapat berkata apa apa untuk permintaan maaf hans, ingin rasanya memaafkan namun mengingat kejadian kemarin malam selalu membekas di dalam hati, tapi yah bagaimana lagi
"Tolong jangan tinggalkan aku lagi" ucap hans
Mendengar itu fisya mengangkat kedua tangannya dan melingkarkan tangan itu di punggung hans, seakan akan membalas pelukan lelaki ini, namun meskipun begitu fisya masih belum memutuskan apa yang harus dia katakan kepada hans
"Jangan di ulangi" singkat fisya membalas perkataan hans dengan cukup jelas
Sudah cukup lama mereka berpelukan, dan baju fisya mulai basah karna air di tubuh hans menyerap ke pakaian nya
__ADS_1
"Baju fisya basah" ucap fisya menggemaskan melepaskan pelukan hans dan memandang sekujur baju nya yang basah
"Fisya tunggu di meja makan ya" fisya tersenyum namun masih terasa sedikit canggung
Hans mengangguk melihat pundak fisya mulai menghilang setelah ia melwati pintu kamar itu, fisya berjalan ke dapur menapakki satu persatu anak tangga, kemudian ia melihat di aula tamy andre tengah berjalan menuju ke luar ruang
"Andre!" Panggil fisya
Andre berhenti dan menghadap ke arah wanita ini dilihat nya baju fisya yang basah, dan rambut panjang yang terjuntai tengah berjalan ke arah nya sembari berlari lari kecil
"Ya nona" jawab andre
Andre mengangguk dan mengikuti fisya yang berjalan ke ruang makan, mereka duduk berhadapan serta bibi mun yang duduk di sebelah fisya, bak nya para dewa kota yang tengah mengadakan rapat penting
"Apa nona baik baik saja!?, semalam nona fisya ke mana, apa ada yang terluka" cemas bibi mun memandangi sekujur tubuh fisya dengan menghela nafas lega
__ADS_1
"Fisya gak papa bi" ucap fisya tersenyum
Sebelum fisya bertanya andre sudah tau bahwa fisya akan menanyakan tentang wanita yang bersama dengan hans semalam, andre membenari posisi kaca matanya dan menatap fisya
"Semalam wanita itu masuk begitu saja, kami juga tidak mengerti padahal penjaga gerbang ada di sana, kemudian dia menerobos masuk dan langsung bertanya di mana kamar hans kepada pelayan" andre menuangkan teh ke cangkir
"Setelah itu dia masuk dan...." ia berhenti, sebenarnya sebelum andre mengatakan kelanjutan dari ceritanya itu fisya sudah dapat menebak apa yang terjadi
Ternyata sejak awal itu bukan salah hans, dan buruk nya lagi fisya malah membentak hans malam itu
Dan perkataan diandra benar bahwa hans adalah incaran para wanita, bahkan artis seperti yuka pun mendadak tidak memiliki etika ketika berhadapan dengan hans, maksud nya ia rela tidur dengan hans demi ke populerran
"Harusnya fisya gak ngomong itu sama hans" ucap fisya memegang dagunya seakan akan memikirkan apa yang telah dia katakan kepada hans semalam
"Yah! Itu wajar saja nona, bahkan saya pun terkejut melihat wanita itu sudah menaikki tangga" sambung andre
__ADS_1
Yah! Aku sudah tau apa yang terjadi, dan selanjutnya karna kesalahan ku tidak mau mendengarkan hans terlebih dahulu jadi aku harus meminta maaf...
Bersambung-