
Pesta semalam cukup melelahkan hingga mereka pulang pukul 23:45 malam, namun meskipun itu melelah fisya dan hans masih mengawali hari dengan biasa nya.
Fisya sudah duduk di meja makan, menunggu hans turun untuk sarapan, hari ini fisya tak masak begitu banyak hanya dua menu yaitu kare dan sup jamur seperti yang hans ingin kan.
Terdengar langkah kaki seseorang memasuki ruang makan, fisya melihat hans tengah berjalan loyo dan masih menggunakan baju kaos serta celana biasa sedang berjalan ke arah fisya.
"Selamat pagi!" Ucap fisya berdiri dan menatap ke arah hans
Dengan loyo nya hans memegang wajah kecil fisya dan mengec*p hangat bibir itu beberapa saat, awalnya fisya terkejut namun cium*n yang hans berikan kepadanya hari ini cukup hangat dan tulus
"Selamat pagi!" Hans menepuk nepuk pelan kepala fisya dan berjalan menuju kursi nya
Setelah hans duduk barulah beberapa pelayan menyajikan sarapan untuk hans, fisya mengambilkan hans beberapa masakkan ke piringnya tidak ingin lelaki ini kekurangan asupan gizi untuk pagi hari.
"Hari ini aku hanya akan ke kantor sebentar! " ucap hans memandang fisya yang tengah menuangkan sup jamur ke dalam mangkuk untuk dirinya
"Fisya akan ke kampus dan pulang seperti bisanya" ucap fisya meletakkan mangkuk hitam itu di hadapan hans beserta dengan sepasang sendok di samping nya
Dengan santai fisya memakan sarapan di hadapannya, berbeda dengan hans yang menatap mata indah fisya dari tadi
__ADS_1
"Ada apa!?" Tanya fisya menyadari hal itu
"Tidak ada, aku tidak ingin memakan sarapan ku" ucap hans mendorong mangkuk di hadapannya
Mendengar hal itu sesontak saja fisya menghentikan makannya dan memandang hans serius, benaknya bertanya tanya apakah masakan fisya tidak enak, ataukah pagi hari hans sedang hancur atau... terlalu banyak kata 'atau' di benak fiaya
"Kenapa?" Tanya fisya dengan alis yang sedikit di kerut kan
"Karna aku hanya ingin memakan mu!" Hans menunjuk fisya dengan ujung garpunya, seakan akan tengah menggoda wanita di samping nya ini
"Sebaiknya kau makan sarapan mu" ucap fisya kesal melanjutkan makan nya
"Aku punya sesuatu untuk mu" hans menjulurkan tangannya san mengangkat tangan itu
Fisya melihat di samping lengannya ada sebuah kartu, kartu yang biasanya di gunakan untuk berbelanja dan bukan main kartu ini di atas nama kan oleh nama hans pribadi. Melihat kartu di depannya hans berharap fisya akan meloncat kehirangan dan mencium dirinya.
Namun ini sangat bertolak belakang dengan sikap fisya yang mengerutkan alis dan memandang hans serius
Ada apa? Apa dia tidak tau atau tidak mengerti cara menggunakan kartu itu!?
__ADS_1
"Tapi fisya gak minta" ucap fisya menghentikan makannya
Hans tersenyum dan mencubit pipi fisya yang terlihat tebal karna dia cemberut
"Kau memang tidak meminta nya, tapi ini hadiah dari ku, jika diingat ingat kau tidak seperti gadis gadis yang lainnya ya" ucap hans
Sejujurnya hans sudah menghadapi banyak wanita di dalam kehidupannya, dan hanya fisya sendiri yang berbeda kenapa? Karna fisya tidak terlalu tertarik dengan materi dan dia adalah gadis yang unik, berawal dari rasa benci kini fisya sudah mulai mendekatkan diri dengan hans
"Tapi uang bulanan yang hans kasi ke fisya masih banyak" ucap fisya membuat hans semakin gemas
"Wah! Kau tidak boros rupanya, tidak apa pakai saja kartu itu untuk berjaga jaga, siapa tau kau ingin membeli rumah atau mobil!" Hans menaikkan pundaknya, mengingat wanita tidak pernah menolak rumah dan mobil mewah di dalam kehiduppan nya
"Tapi buat apa?" Kerut fisya semakin menjadi jadi
Hans menghela nafas dalam dalam dan mendekat kan diri ke arah fisya
"Dengar ya sayang! Ambil saja, aku tidak peduli kau ingin menggunakannya untuk apa, setidaknya simpan saja kartu itu!" Ucap hans memiringkan kepalanya dan mencium tepat di bibir fisya...
Bersambung-
__ADS_1