KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pernikahan johan (part 3)


__ADS_3

"Untuk acara berikutnya! Adalah ucapan selamat dari tamu yang sangat spesial malam ini, yaitu direktur hans dan direktur reza" lelaki itu kembali memberikan instrumen yang diiringi oleh tepukkan tangan para tamu


"Tetap disini! Jangan nakal!" hans berdiri dan mengelus kepala fisya baknya seorang anak lelaki


Menyebalkan!


Hans dan reza pergi ke belakang meja pidato yang disediakan dua microphone kecil


Dimata fisya hans tampak gagah berdiri disana dan mengucapkan sepatah dua patah kata yang terdengar sangat intelektual


Tapi berbeda dengan mika yang melihat fisya


Mika mengira fisya menantap johan yang berdiri di belakang hans


Mika memper erat gandengan tangannya dilengan johan sehingga tampak aneh di mata para tamu


"Fisya! Temani aku menghirup udara segar!" Tampa persetujuan dari fisya,lisa menarik lengan fisya dan berjalan melewati para tamu


"Maaf!..maaf..." berkali kali kata maaf fisya lontarkan kepada para tamu yang tidak sengaja kakinya terinjak oleh fisya


Perjalanan terasa sangat panjang dan lama


Dimana mereka harus melewati beberapa tamu yang sibuk berkumpul dan berbincang enggan untuk mengelak


"Aduh! Fisya minta maaf!... fisya gak sengaja" fisya mengelus keningnya yang tak sengaja menabrak seseorang

__ADS_1


"Fisya!?" Jorgi berdiri kekar dihadapan fisya dengan memegang segelas anggur


"Kamu kok kesini" tanya jorgi keheranan


Bingung melanda fisya tak tau ingin berbicara apa


"Fisya...kesini...eeemmm" katanya terpatah patah tak jelas ingin mengatakan apa


"Fisya kesini sama siapa?" Jorgi meletakkan segelas anggur di meja tepat dibelakang dirinya


Ini benar benar bencana!


"Fisya kesini...sama..." gugup fisya tak tau ingin berkata apa ditambah lagi jorgi yang terus memandangnya membuat fisya menjadi semakin gerogi


"Fisya ayo!" Lisa kembali menggenggam tangan fisya


"Lisa! Sudah lama tidak bertemu" jorgi tersanjung bisa bertemu dengan lisa di tempat ini


Sejenak mereka saling pandang tak tentu topik untuk membuka pembicaraan


"Eh!..kak jorgi fisya pergi dulu yah! Dah!" Fisya menarik tangan lisa dan terus berjalan hingga sampai diluar ruangan


Mereka mencari tempat yang sepi hingga memutuskan untuk duduk menyandar didinding


Terdiam tak ada sahut suara

__ADS_1


Lisa terus melamun entah memikirkan apa sembari memeluk kedua lututnya lisa memandang fisya


"Fisya! Apa kau pernah merasa bingung? Hingga ingin menangis seperti ini" lisa menaruh segalaha harapan akan jawaban fisya


"Setiap saat!" Singkat jawab fisya dengan nada yang sedikit berbeda


"Apa kau bisa menjaga rahasia?" Ucap lisa menyakinkan fisya


Fisya mengangguk dan memandang lisa


Dilihatnya dari raut wajah lisa sepertinya lisa tengah menghadapi masalah yang cukup rumit


"Aku sudah lama mengenal hans dan reza,kami berteman sejak smp, sejak smp pula aku menaruh harapan kepada reza" lisa menarik nafas panjang


"Dulu kami adalah tim yang hebat, kelak kau akan mengenal aron! Dia salah satu dari kami!


" lisa menghentikan pembicaraannya dan memandang rembulan


"Sampai aron memilih untuk menguasai ingris, hingga kami sangat jarang berkumpul, kini


hans sangat berkuasa di kota bahkan dinegara ini begitu pula reza dan aku... sama seperti aron hampir semua negara igris ia kuasai" lisa seakan akan membanggakan tim nya yang sama sekali tidak fisya mengerti


"Tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan kepadamu!..." raut wajah sedihnya mulai terbentuk


"Aku tak mengerti! Kenapa reza tidak melihat kearahku! Aku begitu mencintainya tapi sepertinya dia tidak! Sikap nya kepadaku tak bisa ditebak! Terkadang ia ingin menghabiskan waktu bersamaku namun disisi lain dia tidak mengerti perasaan ku" lisa mengangkat mengangkat pundaknya...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2