
Fisya masuk ke dalam mobil mengenggam erat handphone nya, sedangkan hans dari tadi hanya diam dan menjalankan mobil ini ke arah pulang.
Jantung fisya benar benar berdebar saat melihat hans hampir saja menendang wajah jorgi,tangan fisya gemetar menghidupkan handphone nya dan langsung mengetik email untuk jorgi, memastikan lelaki ini baik baik saja
Fisya : kak jorgi gak papa? Fisya benar benar minta maaf soal tuan hans! Fisya harap kak jorgi baik baik aja
Dengan cepat nada "kling!" Suara email masuk itu kembali memecah keheningan di dalam mobil
Fisya membaca email itu dan menemukan titik lega
Jorgi : aku tidak apa! Jangan khawatirkan aku
Fisya tersenyum lega, menyandarkan tubuhnya ke korsi mobil sembari memandang email dari jorgi
Tadi itu...hampir saja
Sesontak hans merebut handphone fisya dari tangannya dan menurunkan kaca mobil
Kemudian tampa aba aba hans malah membuang handphone itu ke jalan raya
__ADS_1
"Taun hans! Itu handphone fisya!!" Alis fisya kengerut tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh hans
"Sudah ku bilang! Aku tidak suka melihat handphone mu" kata hans santai kembali memperhatikan jalanan kota
Sesaat fisya menatap dalam dalam hans yang nampak tidak peduli,kemudian menoleh ke belekang, ingin melihat keadaan handphone berharganya, namun sudah terlambat handphone itu sudah terlindas beberapa kali oleh mobil yang melewatinya.
Setidaknya ia mengetahui bahwa jorgi tidak apa apa
"Akan ku suruh andre membelikan handphone baru untuk mu!" Ujar hans
Fisya kembali membenahi posisi duduknya
Hanya terpaku pada jalanan, jujur saja wajah fisya sedikit berbeda dengan kerutan kesedihan yang ia samarkan,terlalu banyak hal menakutkan dan menyedihkan untuk diingat
Jika dihitung harinya! Hanya tinggal tiga hari kontrak hubungan ku dengan tuan hans! Tidak terasa tiga bulan ku habiskan dengan lelaki ini. Mungkin ini saat yang tepat untuk membahas soal kontrak itu
"Tuan hans!" Panggil fisya sembari menunduk
Fisya benar benar sudah tidak tahan lagi dengan sikap hans yang kerap berubah ubah, tapi saat hendak menanyakan hal itu entah kenapa hati fisya terasa sangat sakit dan sesak! Matanya menjadi panas
__ADS_1
Sangat ingin menangis! Tapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk menangis
"Soal,kontrak, itu..."fisya mengenggam kedua tangannya
Seketika hans menginjak rem mobil dengan sangat kuat mengakitbatkan mobil ini berhenti mendadak bahkan kepala fisya hampir terbentur
Tapi untung saja mereka berhenti di jalanan rumah hans yang sepi
"Kenapa!" Tanya hans dingin mencengkram stir mobil dengan semua kekuatannya
"Tiga,hari,lagi!" Fisya menunduk kaku memainkan jemari nya
Sedangkan hans terfokus pada jalanan yang sepi
Benar benar ia tidak rela bila saja melepaskan fisya bahkan untuk sehari pun, hans pikir fisya tidak akan membahas hal ini namun nyatanya hans salah dalam memperkirakan
Tapi bukan hans bila ia tidak bermain licik atau curang, ia sudah menyiapkan beberapa hal yang akan membuat fisya selalu berada di samping nya hingga tua
"Kau salah!" Kata hans kembali menjalankan mobilnya dengan santai
__ADS_1
Apa? Apa maksudnya aku salah! Aku sudah menghitungnya bahkan aku sudah menandainya di kalender! Jadi aku tidak akan salah!...
Bersambung-