
Kemarin ketika nyonya glen berkunjung
Seharian penuh Hans tidak berbicara dengan fisya bahkan untuk sedetik pun
Dan entah kemana lelaki itu saat malam hari namun ia tidak pulang kerumah
Jelas fisya merasa cemas mengingat hans sangat mirip dengan iblis ketika ia sedang marah
"Nona fisya! Anda ingin ke mana?" Tanya andre yang membawa nampan berisikan teko teh dan beberapa cangkir kecil
"Fisya mau ke kempus" jawab fisya yang berhenti tepat di depan andre
"Eee....andre? Tuan hans ke mana?" Tanya fisya menoleh kiri dan kanan berlagak seakan akan sedang mencari iblis itu
"Tuan hans semalam pergi bersama tuan reza dan tuan aron beliau belum pulang nona, saya permisi dulu" andre berjalan meninggalkan fisya Sembari berlagak elegan
Jadi tuan hans belum pulang?
Apa dia sudah mati?
Jalan fisya sembari menerka nerka
Memastikan setiap perkiraan nya itu benar dan tepat
Berharap hans benar benar tidak akan pulang
__ADS_1
"Eh? Fisya!?" Tegur lisa yang baru datang melewati pintu masuk
Fisya terdiam sejenak dan melihat kearah lisa
Yang tengah kebingungan memperhatikan dirinya
"Iya?" Sahut fisya dengan senyum konyolnya
"Kau ingin ke mana? " lagi lagi sudah dua kali pertanyaan itu muncul pagi hari ini
"Fisya mau ke kampus" ujar fisya menyingkirkan rambutnya dari pandangan
"Lisa sendiri ngapain ke sini?"tanya balik fisya juga ingin tau apa maksud kedatangan lisa ke mari
Diingat ingat hans sedang tidak di rumah mungkin saja kedua teman bodohnya juga tidak di rumah mereka
Dibenaknya ia terpikir betapa bosan fisya yang tinggal di rumah ini sendiri
Ditambah lagi sepertinya hans terlalu mengekang dirinya
"Kau ingin ke kampus? Aku akan mengantarmu jalanan kamus itu searah dengan rumah ku" lisa menawarkan bantuan ke pada fisya
"Jika tidak merepotkan....
"Ayolah kau bisa terlambat!" Belum usai fisya berbicara lisa sudah menarik tangannya ke luar ruangan dan menuju mobil berwarna biru tua mobil yang terlihat begitu mewah apalagi terparkir didepan rumah tuan hans
__ADS_1
Menambah ke elokkan dari mobil ini
Dengan cepat Lisa membukakan pintu mobil untuk fisya
Mendorong wanita ini masuk ke dalamnya
Seolah olah sangat tidak ingin melihat fiaya terlambat ke kampus
Mobil yang dikendarai sendiri oleh lisa ini berjalan membelah hembusan angin pagi
Entah lisa yang kurang pandai menyetir atau fisya yang memang tidak terbiasa dengan mobil ini
"Apa hans semalam pulang?" Tanya lisa membuka topik pembicaraan
"Tuan hans gak pulang ke rumah, lisa tau dia ke mana" pertanyaan fisya seakan akan menunjukkan bahwa dirinya peduli dengan sosok hans
Namun kenyataan nya fisya hanya ingin memastikan bahwa perkiraannya tentang hans itu benar
"Ya! Semalam hans bersama dua teman bodohnya itu pergi ke bar lalu saat aku menelpon reza sepertinya mereka bertiga tengah....." lisa berhenti berbicara dan memikirkan kalimat yang cocok untuk menyamarkan kata kata berikutnya yang mungkin terdengar kurang pantas
"Yah kau tau....mereka sedang apa kan!?" Lisa melirik fisya dari kaca spioan nampaknya wanita ini benar benar tidak tau apa maksud dari lisa
Terlihat dari raut wajahnya
"Mereka bersenang senang dengan beberapa wanita di bar" ucapan lisa cukup membuat fisya mengerti alasan hans tidak pulang ke rumah
__ADS_1
....
Bersambung