
Fisya duduk di atas kasur dengan wajah cemas dan detak jantung yang tak terkendali
Lalu tiba tiba hans masuk ke kamar dengan wajah menyeramkan
"Apa yang kau lakukan? Berlutut seperti pelayan dihadapan lelaki!? Dimana harga dirimu" hans berdiri di hadappan fisya
"Aku sangat lelah semalaman dan saat pulang melihat kejadian seperti ini!" Hans memarahi fisya dengan nada suara yang cukup keras
Diamkan saja! Tiba saatnya ia akan lelah dan berhenti sendiri
Fisya menunduk jika dilihat dari sudut pandang hans fisya tengah mendengarkan dan kenyadari akan kesalahannya
Tapi kenyataannya lebih pahit dari pada banyangan hans kini dibenak fisya ia tengah bernyanyi girang tidak memperdulikan apapun yang dikatakkan hans
"Apa kau tau apa yang sedang kau lakukan tadi?"tanya hans tak ada sambutan dari fisya karna fisya terlalu sibuk mengarang lagu di kepalanya
"Jawab aku saat aku bertanya kepadamu!" Teriak hans membawa fisya kembali ke alam sadarnya
Fisya mengangkat kepalanya dan memperhatikan hans yang tengah berbicara tengang hal konyol dan aneh
"Bagaimana jika tangan mu terbakar? Bagaimana jika kebakarran? Bagaimana jika kau terjatuh dan pecahan beling menyakiti mu!?" Hans melotot melihat fisya
"Tuan hans! Tolong, itu cuma teh" fisya mengerutkan alisnya
__ADS_1
"Bahkan anak berumur lima tahun bisa melakukannya" ucap fisya mengangkat pundaknya
"Jangan berbicara saat aku sedang memarahi mu!" Hans berteriak
Lelaki aneh!
Tadi kau meminta ku menjawab dan kini kau meminta ku diam!?
Lalu ditengah tengah luappan emosi hans handphone nya berdering dan kali ini fisya benar benar merasa semesta sedang membela dirinya
"Ada apa!" Teriak hans di handphone nya yang entah sedang berbicara dengan siapa
"Maafkan saya direktur hans! Tapi saya hanya ingin mengingatkan bahwa penerbangan direktur aron dari ingris tiba di bandara pukul 21:30 malam" suara lembut dari asisten hans bergema
"Baiklah! Akan ku suruh seseorang menjempunya" ucap hans mematikan telpon itu
Lalu dalam sekejap ia melipat tangannya yang entah apa arti dari gerak itu
"Aku lapar! Buatkan aku makan siang" perintah hans
Fisya terdiam tak percaya dengan apa yang ia dengar
Padahal ia mengingat jelas bahwa hans tengah memarahinya namun dengan sekejap sikapnya berubah
__ADS_1
Sikap hans sekarang membawa fisya pada ingattannya bahwa hans bermasalah dengan emosional jadi ia harus benar benar terbiasa dengan sikap hans
Fisya berdiri dan berjalan keluar dari kamar terlalu bingung bagaimana cara menghadapi penyakit emosional hans yang berubah ubah setiap saat bahkan ia sudah merencanakan untuk membawa hans ke trapi emosional
"Ada apa? Apa kau mendapatkan masalah!?" Tanya reza di meja makan
"Fisya bingung reza! Emosional tuan hans seperti tidak terkendali" fisya duduk di sebelah reza
" ya bagaimana lagi!? Ia sudah begitu semenjak ayahnya meninggal!" Reza menghirup kauh sup di mangkuk
Jadi ayah tuan hans sudah meninggal?
Mungkin ia terlalu tertekan sehingga tidak bisa mengendalikan emosi nya?
"Apa sudah pernah diobati seperti dibawa ke trapi emosional atau sebagainya?" Tanya fisya sangat ingin menggali informasi lebih dalam tentang hans
"Sudah! Bahkan kami sudah tiga kali ke china untuk mengobatinya tapi tidak ada hasil sampai sekarang" reza mengakhiri makan siang nya
"Tapi ada seorang lelaki dari china yang berkata bahwa ia akan sembuh pada waktunya atas kemauan nya sendiri" reza berdiri dan membawa mangkuk sup nya
"Aku akan kedapur untuk mengambil sup lagi" ucap reza meninggalkan fisya di meja makan....
Bersambung-
__ADS_1
Hai reader's sesuai dengan kesepakattan author bakal up gila gilaan setiap hari jumat dan senin
Jadi dalam satu minggu author bakal up sedikit dikitnya 6 eps dalam waktu tiga hari...