
Kemarin adalah hari yang cukup panjang untuk hans jalani berdiam diri di rumah, dan hari ini adalah hari tetakhir tahap penyembuhannya, meski sejak beberapa hari lalu hans sudah tidak merasakan sakit ataupun kaku pada lengannya tapi tetap saja fisya tidak membiarkan hans pergi ke mana mana hingga hari terakhir pemulihan yaitu hari ini
"Aku bosan!" Ucap hans menutup laptopnya dan memandang fisya yang tengah menuangkan beberapa kapsul ke telapak tangan
"Besok kau sudah boleh ke luar rumah, tapi jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan hal hal yang berat" fisya meletakkan gelas didepan meja hans dan menjulurkan tangannya ke mulut lelaki ini untuk meminum obat
"Pahit!" Keluh hans setelah meminum setengah gelas air untuk menelan kapsul itu
Hari ini hans cukup membuat fisya jengkel, karna dari awal bangun hingga pukul 13:00 siang hans selalu mengeluhkan banyak hal, mulai dari cuaca hingga lantai kamar ini,
Namun meski pun hans membuat fisya kesal tidak sedikitpun terlintas di benak fisya untuk mencelah nya atau menasehati lelaki ini
Karna bahi fisya sekarang ;lakukan apapun yang hans mau asalkan dia suka
"Aku benci hari ini! Di luar sana sangat cerah tapi aku terkurung di kamar sempit ini!" Hans kembali membuka laptop nya
Fisya masih menahan jengkel dan berusaha tersenyum menghadapi hans, mungkin ini sudah level maksimal kesabaran fisya hari ini
__ADS_1
"Aku tidak suka-
Belum hans melanjutkan kalimat nya fisya sudah mengenggam erat gelas di meja hans dan berlagak ingin keluar dari ruangan ini dengan alasan mengantar gelas ke dapur
"Apa kau tidak suka aku mengeluh seperti ini?" Tanya hans melihat wajah fisya
"Tidak! Bukannya tidak suka, tapii bisa kah kau mengurangi mengeluh untuk hari ini!?" Tanya fisya menghadap ke arah hans
"Yah akan ku lakukan jika kau memeluk ku"hans menatap fisya
Fisya sangat geram dan rasanya ingin menghembaskan gelas itu ke lantai hingga pecah berkeping keping, namun ia tahan hal itu karna hari ini hari terakhir penyembuhan hans, dan setelah itu hans akan sembuh total seperti biasanya
Apa susah nya memeluk lelaki ini!?
Aku maksudnya dia sudah sering meneluk ku! Jadi tidak masalah kan?
Meskipun begitu fisya merasa sangat keberatan selain malu jantung fisya juga berdebar kencang.
__ADS_1
Hans memandang fisya yang membentangkan kedua tangannya sembari memejamkan mata, menunggu hans memeluk tubuh kecil itu
Hans berdiri dari kursi nya tepat di hadapan fisya, kemudian tampa persetujuan dari fisya hans malah mencium lembut bibir fisya, kecupannya terasa sangat hangat dan juga lembut
Sedikit membuat fisya kaget namun seharusnya dia tau bahwa hans selalu saja licik.
Bukan hanya sekali, nampaknya hans sangat menyukai bibir fisya hingga hans terus menerus melu-mat bibir itu, dan perlahan hans mulai mencium leher lembut fisya
"Tunggu! Tunggu! Tunggu!"ucap fisya menghentikan hans
"Ini tidak seperti perjanjian!" Ucap fisya kesal dengan kedua tangan masih di dada hans berlagak sedang menjaga jarak dari lelaki ini
Hans tersenyum manis menatap fisya yang cemberut, jika sebagian besar wajah wanita akan terlihat jelek ketika cemberut berbeda dengan fisya yang malahan terlihat imut dan lucu di tambah lagi ekspresi malu malu nya
"Siapa yang akan tahan melihat bibir dan tubuh mu ini!" Ucap hans mengangkat dagu fisya dan kembali mencium bibir nya
Sudah ku duga! Seharusnya aku pergi saja ke dapur dan mengantar gelas itu!....
__ADS_1
Bersambung-