
"Selamat pagi!" Ujar bapak dosen kepada semua mahasiswa di kelasnya sembari berjalan dengan tergesah gesah menuju ke meja
Lalu ia terdiam memperhatikan buku buku yang ia bawa
Dan sepertinya sekarang ia tengah mengechek sesuatu di salah satu buku nya
"Baiklah untuk makalah di pertemuan kemarin sudah saya chek" kemudian dia terdiam dan kembali membolak balikkan halaman buku
"Dia kenapa?" Tanya jorgi memeringkan badannya ke arah fisya sembari berbisik
"Fisya gak tau!" Jawab fisya menggelengkan kepala dengan alis yang di kerutkan
Nampaknya bukan hanya fisya yang bingung akan sikap bapak dosen ini
Ia adalah dosen senior yang biasanya selalu tepat waktu dan selalu bertagung jawab atas apa yang ia lakukan.
Tapi sepertinya hari ini dia tampak lalai akan sesuatu
Diandra yang duduk di sebelah fisya sibuk bersalaman dengan warga kelas terdekat
__ADS_1
Beberapa mahasiswa mengucapkan selamat atas kemenangan kontes kencantikkan nya di singapura, hingga ia lupa bahwa lelaki yang mengajar hari ini telah masuk ke dalam kelas
"Oh ya! Saya lupa hari ini kita ada kelas gabungan dari kelas senior! Siapa saja yang masuk ke jam saya?" Ujar pak dosen memakai kaca matanya dan terfokus melihat satu persatu mahasiswa yang duduk di hadapannya
Lalu jorgi berdiri dan menunduk
"Saya sebagai perwakilan dari kelas senior! Ingin menyampaikan bahwa yang ikut kelas anda ada lima orang yaitu - jorgi,diandra,stevani,billy dan jarren" ujar nya kembali duduk
Seketika warga kelas menoleh kiri dan kanan setelah mendengar nama nama yang jorgi sebutkan
Semua nama yang ia sebutkan adalah idola kampus
"Saya tersanjung! Nona diandra dan stevani mau mengukuti kelas saya" bapak dosen menyindir diandra yang terbilang sangat sombong
Tak ada bedanya dengan stevani anggota klup konyol yang diandra buat, berisikan wanita wanita modis yang super populer
"Baiklah untuk makalah nya-" pak dosen membuka buku kecil lagi
Dan terdiam sejenak mengusap wajahnya lalu menurun kan kaca mata
__ADS_1
Fisya sangat berharap makalah yang ia kerjakan kurang lebih dalam waktu tiga minggu itu
Menghasilkan nilai yang cukup memuaskan
"Tugas mu pasti yang terbaik! Setelah beberapa minggu kau berada didepan komputer tidak mungkin menghianati hasil!" Ujar jorgi berkedip dan memberikan harapan ke pada fisya
Bukan hanya fisya yang berharap akan nilai tugasnya ini tapi warga kelas yang lain nampaknya juga begitu berharap hasil dari jerih payahnya terbayarkan
"Saya sangat kecewa dari sekian banyak yang mengumpulkan tugas saya hanya satu orang yang tuntas! Itu pun dengan nilai C+" pak dosen menatap sayu semua mahasiswa yang terdiam tercengang! Berharap satu orang itu adalah mereka
"Dan itu natasya fisya wilona!" Semua orang terkejut seharusnya fisya berbahagia dengan nilai yang ia dapat.
Namun wajah sedih dan bingung fisya tersamarkan membuat jorgi ikut merasa sedih dan bingung
"Ada apa?" Tanya jorgi menatap fisya
"Fisya gak ngerti! Dari mana makalah fisya bisa dapat nilai segitu! Fisya udah cari dan itu udah benar!" Ujar fisya membalas tatapan jorgi dengan alis yang di kerutkan
"Dan jujur! Saya juga tidak mengerti mengapa kalian gagal semua! Kalian kurang memperhatikan saat saya menjelaskan dan selalu merasa hebat hingga enggan untuk bertanya....
__ADS_1
Bersambung-